Jurnalistik UNIS

Jurnalistik UNIS The official facebook acount of Journalist forum at UNIS Tangerang

Strategi Belajar Efektif untuk Menghadapi Masa UjianJurnis.id - Menjelang masa ujian, banyak pelajar dan mahasiswa meras...
08/05/2026

Strategi Belajar Efektif untuk Menghadapi Masa Ujian

Jurnis.id - Menjelang masa ujian, banyak pelajar dan mahasiswa merasa tertekan karena harus mempelajari banyak materi dalam waktu singkat. Namun, dengan strategi yang tepat, proses belajar dapat menjadi lebih efisien sehingga hasil yang diperoleh pun lebih maksimal.

Cara belajar efektif menjadi kunci utama dalam menghadapi ujian karena dapat membantu siswa mengelola waktu, memahami materi dengan lebih cepat, serta menjaga konsentrasi sehingga hasil belajar menjadi lebih maksimal.

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara membangun kebiasaan belajar yang konsisten, memanfaatkan teknik kognitif yang terbukti efektif, serta menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap stabil.

baca berita selengkapnya di,
https://jurnalistikunis.blogspot.com/2026/05/strategi-belajar-efektif-untuk.html

•••
Redpel : Byn
Penulis : Ina
Sumber : today.liputan6.com dan wondermindude.com
Foto : pinterest

•••
Follow For Next Information
Insta : jurnis.id
Tiktok : jurnisid.authenthic
Youtube : jurnisid48

Di Balik Tren Self-Reward: Antara Apresiasi Diri dan Pola KonsumtifJurnis.id - Tren self-reward atau pemberian pengharga...
06/05/2026

Di Balik Tren Self-Reward: Antara Apresiasi Diri dan Pola Konsumtif

Jurnis.id - Tren self-reward atau pemberian penghargaan kepada diri sendiri semakin populer di kalangan generasi muda. Kebiasaan ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membeli makanan favorit, nongkrong di kafe, berbelanja pakaian, hingga melakukan liburan singkat setelah menyelesaikan target atau aktivitas yang melelahkan.

Fenomena tersebut berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Namun, di sisi lain, kebiasaan ini juga dinilai memengaruhi pola konsumsi, khususnya pada kalangan usia produktif.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh GoodStats, sebanyak 49,1 persen masyarakat Indonesia memilih pergi ke kafe sebagai bentuk self-reward yang paling sering dilakukan. Selain itu, aktivitas lain, seperti liburan dan berbelanja, juga menjadi pilihan untuk memberikan apresiasi kepada diri sendiri. Data tersebut menunjukkan bahwa self-reward kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Kemudahan akses belanja digital, promosi besar-besaran, dan pengaruh media sosial turut mendorong masyarakat untuk lebih mudah melakukan transaksi. Kondisi ini membuat keputusan pembelian tidak lagi selalu didasarkan pada kebutuhan utama, tetapi juga pada keinginan untuk memperoleh kepuasan sesaat.

baca berita selengkapnya di
https://jurnalistikunis.blogspot.com/2026/05/di-balik-tren-self-reward-antara.html

•••
Redpel : Byn
Penulis : Nabilah
Sumber : kompas.com dan goodstats
Foto : pinterest

•••
Follow For Next Information
Insta : jurnis.id
Tiktok : jurnisid.authenthic
Youtube : jurnisid48

Fenomena Burnout Akademik Meningkat, Kesehatan Mental Mahasiswa dan Pelajar TerancamJurnis.id - Fenomena burnout akademi...
04/05/2026

Fenomena Burnout Akademik Meningkat, Kesehatan Mental Mahasiswa dan Pelajar Terancam

Jurnis.id - Fenomena burnout akademik kini semakin marak terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa seiring meningkatnya tekanan dalam dunia pendidikan. Beban tugas yang terus bertambah, tuntutan untuk meraih nilai tinggi, serta persaingan akademik yang ketat membuat banyak mahasiswa mengalami kelelahan berkepanjangan.

Tidak sedikit dari mereka yang merasa kewalahan akibat terbatasnya waktu istirahat. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh kebiasaan menunda pekerjaan serta kurangnya keterampilan dalam mengelola waktu secara efektif.

Berdasarkan kajian dari Psikologi UMSIDA, burnout akademik tidak hanya berdampak pada menurunnya prestasi belajar, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis individu, seperti meningkatnya kecemasan, stres berkepanjangan, hingga potensi depresi. Selain faktor internal, kondisi lingkungan belajar yang kurang mendukung serta minimnya dukungan sosial dari keluarga dan teman turut memperparah keadaan tersebut.

Sementara itu, menurut Kementerian Pendidikan, tanda-tanda awal burnout dapat dikenali melalui kondisi fisik dan emosional. Secara fisik, individu cenderung mudah lelah, sering merasa pusing, serta mengalami gangguan tidur. Dari sisi emosional, burnout ditandai dengan mudah tersinggung, munculnya rasa cemas berlebihan, serta hilangnya motivasi dalam belajar.

baca berita selengkapnya di
https://jurnalistikunis.blogspot.com/2026/05/fenomena-burnout-akademik-meningkat_4.html

•••
Redpel : Byn
Penulis : Ressyah
Sumber : kemendikdasmen.go.id & psikologi.umsida.ac.id
Foto : pinterest

•••
Follow For Next Information
Insta : jurnis.id
Tiktok : jurnisid.authenthic
Youtube : jurnisid48

Transformasi Pendidikan 2026 di Era AI: Interaktif, Adaptif, tetapi Belum MerataJurnis.id - Transformasi dunia pendidika...
02/05/2026

Transformasi Pendidikan 2026 di Era AI: Interaktif, Adaptif, tetapi Belum Merata

Jurnis.id - Transformasi dunia pendidikan terus bergerak menuju pendekatan yang lebih interaktif dan adaptif seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI).

Tren pembelajaran pada tahun 2026 menunjukkan adanya pergeseran dari metode konvensional menuju sistem yang mampu menyesuaikan materi dengan kecepatan serta kebutuhan masing-masing siswa. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan peserta didik, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan efektif.

Dikutip dari laman i3-connect.com, metode pembelajaran interaktif dan adaptif kini semakin beragam. Teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkan sistem menganalisis pola belajar siswa secara real time untuk menyesuaikan tingkat kesulitan materi. Selain itu, gamifikasi melalui kuis interaktif dan simulasi digital mampu mendorong partisipasi aktif siswa. Pemanfaatan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) menghadirkan pengalaman belajar yang imersif, sementara konsep microlearning memudahkan akses materi melalui perangkat seluler. Di sisi lain, pembelajaran berbasis proyek semakin relevan karena melatih kemampuan berpikir kritis serta kolaborasi dalam menyelesaikan masalah nyata.

baca berita selengkapnya di
https://jurnalistikunis.blogspot.com/2026/05/transformasi-pendidikan-2026-di-era-ai.html

****
Redpel : Byn
Penulis : Haifa
Sumber : i3-connect.com & Jurnal Pendidikan Agama Islam (2026)
Foto : Pinterest

****
Follow For Next Information
Insta : jurnis.id
Tiktok : jurnisid.authenthic
Youtube : jurnisid48

Hallo Kawan Jurnis🙌🏻‼️Wahh kita punya kabar baru nih, akhirnya yang ditunggu tunggu hadir juga.👀Twibbon baru untuk feeds...
30/04/2026

Hallo Kawan Jurnis🙌🏻‼️

Wahh kita punya kabar baru nih, akhirnya yang ditunggu tunggu hadir juga.👀
Twibbon baru untuk feeds instagram siap bikin berita jadi makin standout dan keren biar kawan jurnis makin tertarik buat membaca berita terbaru yang akan datang.😉

Let's own the timeline!

Kemendiktisaintek Siap Tutup Prodi Tak Relevan, Sesuaikan dengan Kebutuhan IndustriJurnis.id - Kementerian Pendidikan Ti...
30/04/2026

Kemendiktisaintek Siap Tutup Prodi Tak Relevan, Sesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Jurnis.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berencana menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri dan arah pertumbuhan ekonomi masa depan.

Rencana tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 yang digelar di Kabupaten Badung, Bali.

Dikutip dari Tempo.co, kebijakan ini ditegaskan akan segera dieksekusi. Perguruan tinggi diminta memiliki “kerelaan hati” untuk menyeleksi prodi yang perlu ditutup demi meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Menurut Badri, setiap tahun kampus meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana, tetapi banyak di antaranya kesulitan memperoleh pekerjaan karena kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia juga menyoroti terjadinya kelebihan lulusan pada beberapa bidang. Setiap tahun terdapat sekitar 490.000 lulusan jurusan kependidikan, sementara kebutuhan guru hanya sekitar 20.000 orang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ratusan ribu pengangguran terdidik. Selain itu, Indonesia juga diperkirakan akan mengalami kelebihan tenaga medis, khususnya dokter, pada tahun 2028 jika distribusinya tidak merata antar daerah.

baca berita selengkapnya di
https://jurnalistikunis.blogspot.com/2026/04/kemendiktisaintek-siap-tutup-prodi-tak.html

****
Redpel : Dda
Penulis : Ros
Sumber : Tempo.co
Foto : Tempo.co

****
Follow For Next Information
Insta : jurnis.id
Tiktok : jurnisid.authenthic
Youtube : jurnisid48

Jalan Berlubang di Pasar Kemis Resahkan Warga, Picu Risiko KecelakaanJurnis.id - Kerusakan jalan berupa lubang-lubang be...
28/04/2026

Jalan Berlubang di Pasar Kemis Resahkan Warga, Picu Risiko Kecelakaan

Jurnis.id - Kerusakan jalan berupa lubang-lubang besar mulai meresahkan warga di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Permasalahan jalan berlubang ini terjadi di beberapa titik, terutama pada ruas jalan yang padat dilalui kendaraan setiap hari. Warga setempat mengeluhkan kondisi tersebut karena telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan yang signifikan dari pihak terkait, seperti yang disampaikan oleh Siti (45).

“Lubangnya cukup dalam, apalagi kalau hujan jadi tidak terlihat. Sudah banyak pengendara motor yang jatuh,” ujar Siti, warga yang setiap hari melintas di jalan tersebut.

****
Redpel : Byn
Penulis : Al
Foto : tangerangnews.com

****
Follow For Next Information
Insta : jurnis.id
Tiktok : jurnisid.authenthic
Youtube : jurnisid48

Anggaran MBG Disorot, Belanja Tablet hingga Semir Sepatu Capai Ratusan MiliarJurnis.id - Anggaran pengadaan tablet hingg...
24/04/2026

Anggaran MBG Disorot, Belanja Tablet hingga Semir Sepatu Capai Ratusan Miliar

Jurnis.id - Anggaran pengadaan tablet hingga perlengkapan pribadi, seperti semir sepatu, oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program pendukung Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik pada April 2026 karena nilainya mencapai miliaran rupiah.

Halloriau.com mencatat bahwa pengadaan perangkat tablet untuk program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) pada 2025 mencapai sekitar Rp508,49 miliar. Selain itu, kebutuhan sandang, seperti kaos dalam, handuk, hingga ikat pinggang, juga masuk dalam daftar belanja dengan total ratusan miliar rupiah. Perlengkapan sederhana, seperti semir sepatu, turut dianggarkan sekitar Rp1,5 miliar dan menjadi salah satu item yang disorot publik.

Dikutip dari Detik.com, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan semir dan sikat sepatu merupakan bagian dari perlengkapan pendidikan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan sebagai tenaga pendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ini bagian dari perlengkapan pendidikan peserta SPPI,” ujarnya.

baca berita selengkapnya di
https://jurnalistikunis.blogspot.com/2026/04/anggaran-mbg-disorot-belanja-tablet.html

****
Redpel : Byn
Penulis : aura
Sumber : halloriau.com, detik.com, netralnews.com
Foto : bbc.com

****
Follow For Next Information
Insta : jurnis.id
Tiktok : jurnisid.authenthic
Youtube : jurnisid48

Address

Tangerang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jurnalistik UNIS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jurnalistik UNIS:

Share