Hmpsd3 Sakura

Hmpsd3 Sakura Himpunan Mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Jepang UNDIP
(learning and sharing)

16/01/2021

[ KABINET KAZUKI 2020 PAMIT UNDUR DIRI ]

Segala macam hal manis, pahit, getir, asin dan lain sebagainya sudah kami rasakan bersama-sama. Tantangan untuk dapat mewujudkan visi dan misi serta program kerja di kala pandemi pun telah kami lewati bersama-sama. Hingga tidak terasa bahwa kami semua sudah sampai pada akhir periode. Sakura adalah sebuah rumah bagi kami. Namun kini rumah tersebut telah menutup pintunya.

Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman D3 Bahasa Jepang yang telah berpartisipasi dalam setiap program kerja Sakura. Juga kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Utami Sensei selaku Ketua Program Studi D3 Bahasa Jepang dan Rani Sensei selaku Pembina HMPS D3 Bahasa Jepang yang telah membantu membimbing kami dalam 1 periode ini. Kami mohon maaf jika dalam 1 periode ini memiliki kesalahan saat menjalankan amanah kepengurusan.

Semoga ilmu yang diperoleh di Sakura dapat menjadi hikmah, serta pengalaman sekaligus pembelajaran yang berguna untuk masa depan kelak.

Dengan berakhirnya jurusan D3 Bahasa Jepang di tahun ini, maka Kabinet Kazuki 2020 pamit sebagai kabinet terakhir Sakura. Usai sudah tanggung jawab kami, usai p**a 18 tahun perjalanan himpunan tercinta ini. Perpisahan bukan berarti tidak akan berjumpa kembali, perpisahan hanyalah nasihat supaya keakraban tetap terjalin ketika bertemu kembali.
さようなら!

HMPS D3 SAKURA 2020

[FORUM AKHIR TAHUN]皆さん、お元気ですか。Sakura periode 2020 akan mengadakan FAT (Forum Akhir Tahun) untuk membahas laporan pertan...
27/12/2020

[FORUM AKHIR TAHUN]

皆さん、お元気ですか。

Sakura periode 2020 akan mengadakan FAT (Forum Akhir Tahun) untuk membahas laporan pertanggung jawaban tiap bidang, AD/ART, dan forum musyawarah D3 Bahasa Jepang yang akan dilaksanakan pada :

🗓 : 28 - 29 Desember 2020
🕙 : 10:00 - Selesai
💻 : Microsoft Teams

Pakaian: Bebas, Sopan dan Rapi

Diharapkan kehadiran teman-teman pada acara FAT (Forum Akhir Tahun). Budayakan tepat waktu!

Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

[知ってるの]Akibat berakhirnya sakoku (masa isolasi Jepang) di akhir zaman Edo dan mulai terbukanya Jepang dengan dunia Barat...
26/12/2020

[知ってるの]

Akibat berakhirnya sakoku (masa isolasi Jepang) di akhir zaman Edo dan mulai terbukanya Jepang dengan dunia Barat, gaya seni khas Jepang mulai diperkenalkan di Eropa dan Amerika. Gaya seni Japonisme pada awalnya diperkenalkan pada seni visual, namun akhirnya merambah ke mode, seni peran, arsitektur, bahkan seni berkebun.

Selama era Kaei (1848–1854), setelah lebih dari 200 tahun pengasingan, kapal dagang asing dari berbagai negara mulai mengunjungi Jepang. Setelah Restorasi Meiji pada tahun 1868, Jepang mengakhiri masa isolasi nasional yang lama dan terbuka untuk impor dari Barat, termasuk teknik fotografi dan pencetakan. Dengan pembukaan baru dalam perdagangan ini, seni dan artefak Jepang mulai bermunculan di toko-toko barang antik di Paris dan London.

Japonisme berawal dari kegemaran mengoleksi kesenian Jepang, khususnya ukiyo-e. Beberapa contoh ukiyo-e pertama terlihat di Paris. Pada sekitar tahun 1856, seniman Prancis Félix Bracquemond pertama kali menemukan salinan buku sketsa Hokusai Manga di bengkel pencetaknya, Auguste Delâtre.
Pada tahun-tahun setelah penemuan ini, minat terhadap cetakan Jepang semakin meningkat. Mereka dijual di toko barang antik, gudang teh, dan toko yang lebih besar. Toko-toko seperti La Porte Chinoise khusus menjual barang impor Jepang dan Cina. La Porte Chinoise, khususnya, menarik seniman James Abbott McNeill Whistler, Édouard Manet dan Edgar Degas yang mendapat inspirasi dari cetakan. Seniman Eropa saat ini sedang mencari gaya alternatif untuk metodologi akademis yang ketat. Pertemuan yang diselenggarakan oleh toko-toko seperti La Porte Chinoise memfasilitasi penyebaran informasi mengenai seni dan teknik Jepang.
Sumber : Japanesestation.com



Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

25/12/2020

[MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR]

Semoga s**a cita dan damai Natal selalu menyertaimu. Semoga kita semua diberkati di Tahun Baru yang akan datang.
Selamat Natal dan Tahun Baru! 🎄🎉

Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

22/12/2020

[SELAMAT HARI IBU]

Kasih sayang yang diberikan kepada anak-anaknya akan terus mengalir sepanjang masa. Meski, kasih ibu tidak akan pernah terbalaskan dengan segala harta benda yang ada di dunia.

Selamat Hari Ibu 2020.
Terima kasih atas waktumu, perhatianmu, dan cintamu, ibu.

Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

13/12/2020

[SELAMAT MENEMPUH UAS]

Konnichiwa sakurangers!🌸

Gimana kabarnya? Semoga baik ya!😊
Wah tidak terasa ya setelah sibuk kuliah online, akhirnya sudah berada di ujung semester gasal. Itu artinya sebentar lagi UAS!

Gimana nih minna san sudah siap UAS belum? Harus siap d**g!

Selamat menempuh UAS minna san!
Kerjakan dengan jujur dan teliti ya!

Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

[知ってるの]Membahas mengenai budaya Jepang memang tidak ada habisnya. Seringkali meninggalkan kesan yang solutif, indah, bah...
12/12/2020

[知ってるの]

Membahas mengenai budaya Jepang memang tidak ada habisnya. Seringkali meninggalkan kesan yang solutif, indah, bahkan aneh. Salah satunya adalah penggunaan kain sebagai pembungkus barang. Bagi kalian yang tertarik dengan segala hal berbau Jepang pasti sudah tidak asing dengan furoshiki, kain dengan warna dan motif cantik yang biasa digunakan untuk membungkus barang-barang seperti hadiah maupun kotak bento.
Furoshiki sendiri adalah sebuah kain berbentuk persegi yang digunakan untuk membungkus barang. Dilansir dari JapanVisitor, masyarakat Jepang pada abad ke-8 diketahui mulai menggunakan sebuah potongan kain yang lebar untuk membungkus hadiah atau barang pribadi. Potongan kain ini yang kemudian dikenal dengan nama “Hirazutsumi”. Hira sendiri yang dalam bahasa Jepang berarti “datar”, dan tsutsumi berarti “paket”. Meskipun saat ini, istilah tersebut lebih ditujukan pada gaya membungkus hadiah tanpa ikatan yang sederhana dan formal.
Kontribusi untuk istilah furoshiki sendiri dimulai pada akhir abad ke-16, ketika pemandian umum mulai populer dan meluas di Jepang. Pada saat itu, banyak pemandian besar yang ditujukan untuk para bangsawan mulai dibangun. Untuk menghindarkan dari barang-barang yang tercampur, para pengunjung membungkus barang pribadi mereka ke dalam kain persegi yang telah dihiasi dengan lambang keluarga mereka. Selain untuk pembungkus, kain tersebut kemudian mereka bentangkan di lantai dan kemudian mereka gunakan sebagai alas untuk berdiri sambil berganti pakaian. Dari sinilah nama furoshiki kemudian tercetus. Furo dalam bahasa Jepang berarti “mandi”, dan shiki yang berarti “menyebarkan”.
Hingga pada pertengahan abad ke-20, masyarakat mulai memiliki ide yang beragam untuk berkreasi menggunakan furoshiki. Mulai dari menggunakannya sebagai tas belanja, dompet, tas tangan, hingga pembungkus bento makan siang. Bahkan, berbagai perayaan juga menggunakan furoshiki sebagai pembungkus hadiah.

Sumber : Japanesestation.com



Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

[知ってるの]Musim dingin di Jepang bisa jadi sangat dingin dan merepotkan. Tetapi kamu dapat tetap hangat dengan bantuan kota...
05/12/2020

[知ってるの]

Musim dingin di Jepang bisa jadi sangat dingin dan merepotkan. Tetapi kamu dapat tetap hangat dengan bantuan kotatsu. Para penggemar Jepang pastinya sudah tidak asing dengan kotatsu. Ini adalah meja penghangat khas Jepang yang tidak hanya mencegah dari kedinginan selama musim dingin, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperkuat ikatan dengan anggota keluarga. Kamu dapat makan, menonton film, tidur sebentar, dan bahkan memainkan game favorit di laptop di bawah kotatsu.
Meja kotatsu telah ada sejak abad ke-14. Orang Jepang awalnya menggunakan meja ini sebagai perapian untuk memasak. Dalam rumah tangga tradisional Jepang, wanita menggunakan arang untuk memasak dan menghangatkan seluruh rumah. Mereka kemudian menemukan platform tempat duduk dan meletakkan selimut kapas di atasnya. Beberapa orang menyebutnya hori-gotatsu.
Selama abad ke-17, orang Jepang membuat beberapa perubahan yang signifikan pada strukturnya. Mereka menambahkan selimut di atas platform-nya untuk meletakkan kaki mereka di bawah meja untuk mendapatkan kehangatan, serta panci hibachi untuk menampung arang panas di bawah meja. Mereka juga mulai membuat meja kotatsu portable yang dapat dipindahkan. Selama bertahun-tahun, orang telah meniru gaya pembuatan kotatsu yang berbeda. Gaya yang modern umumnya dikenal sebagai oki-gotatsu.
Kemudian pada abad ke-20, denkikotatsu atau kotatsu listrik ditemukan. Kotatsu ini menggunakan pemanas listrik daripada membakar arang dalam panci. Perangkat listrik ini pertama kali menjadi populer pada tahun 1950-an dan karena jelas tidak menimbulkan risiko kebakaran, perangkat ini sekarang menjadi fitur umum di banyak rumah di Jepang.
Kotatsu terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang menggunakan listrik dan arang. Saat ini, kebanyakan rumah di Jepang menggunakan kotatsu listrik, karena lebih praktis dan aman untuk digunakan. Di sisi lain, kotatsu arang adalah meja tradisional yang pemanasnya dimas**an ke lantai tersembunyi.

Sumber : Japanese Station



Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

[ UPDATE INFO BANDING UKT ]Konnichiwa, Sakurangers!✨Genki des**a?Semoga sehat selalu dan selalu diberi kelancaran ya!Ada...
04/12/2020

[ UPDATE INFO BANDING UKT ]

Konnichiwa, Sakurangers!✨
Genki des**a?

Semoga sehat selalu dan selalu diberi kelancaran ya!

Ada informasi terbaru mengenai Banding UKT nih. Check it out!💨

🌸Timeline
1. Pendaftaran dan pengiriman berkas online pada tanggal 29 November 2020 sampai 14 Desember 2020
2. Berkas (hardfile) dikirim dan maksimal sampai Dekanat sekolah Vokasi pada tanggal 15 Desember 2020 pukul 16.00 WIB.

🌸Kriteria
1. Mahasiswa/i aktif sekolah vokasi.
2. Orangtua/wali yang membiayai pendidikan pendaftar mengalami penurunan kemampuan ekonomi dan keuangan keluarga, sehingga tidak mampu membayar ukt dari golongan sebelumnya.

🌸Langkah- langkah:
1. Wajib melakukan registrasi online pada link https://bit.ly/bandinguktsv dan juga registrasi online pada https://bit.ly/BandingUKTSAKURA
2. Unduh file dan isi file form banding ukt yang dapat diakses pada https://bit.ly/filebandinguktsv
3. Mengisi surat pernyataan yang di download pada : https://bit.ly/pernyataansv apabila mengajukan penurunan akibat pandemic covid19
4. File form banding dan berkas pendukung banding (dapat dilihat pada form 6) discan dan dicompreskemudian dijadikan 1 file pdf atau zip dengan penamaan file Nama Lengkap – NIM.
Contoh: Lalisa Manoban – 40020418060000
7. Emailkan file form banding dan berkas pendukung banding pada email [email protected] kemudian cc ke [email protected] dan [email protected] masing dengan subjek : Banding UKT_(id line/wa yang dapat dihubungi).
8. Kemudian hardcopy dari file banding dan berkas pendukung banding di kirim offline atau dapat melalui pos ke Dekanat Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275.

🌸Selengkapnya SE Penyesuaian UKT Semester Genap 2020/2021 dapat diakses pada:
http://bit.ly/SEbandingukt20

🌸Narahubung
1. Syafiqa 0895600446947 (WA)
2. Titania 082220621290 (WA)

Bidang Keilmuan dan Riset

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

[ INFO BANDING UKT ]Konnichiwa, Sakurangers🌸Genki des**a?Semoga sehat selalu dan selalu diberi kelancaran ya!😉Ada inform...
30/11/2020

[ INFO BANDING UKT ]

Konnichiwa, Sakurangers🌸
Genki des**a?

Semoga sehat selalu dan selalu diberi kelancaran ya!😉

Ada informasi terbaru nih seputar Banding UKT. Yuk simak info berikut ini.

🌸Timeline
1. Pendaftaran dan pengiriman berkas online pada tanggal 29 November 2020 sampai 19 Desember 2020
2. Berkas (hardfile) dikirim dan maksimal sampai Dekanat sekolah Vokasi pada tanggal 21 Desember 2020 pukul 16.00 WIB.

🌸Kriteria
1. Mahasiswa/i aktif sekolah vokasi.
2. Orangtua/wali yang membiayai pendidikan pendaftar mengalami penurunan kemampuan ekonomi dan keuangan keluarga, sehingga tidak mampu membayar ukt dari golongan sebelumnya.

🌸Langkah- langkah
1. Wajib melakukan registrasi online pada link https://bit.ly/BandingUKTSV2020 dan juga registrasi online pada link https://bit.ly/BandingUKTSakura
2. Unduh file dan isi file form banding ukt yang dapat diakses pada https://bit.ly/filebandinguktsv
3. File form banding dan berkas pendukung banding (dapat dilihat pada form 6) di-scan dan dicompres, kemudian dijadikan 1 file pdf atau zip dengan penamaan file Nama Lengkap – NIM.
Contoh: Lalisa Manoban – 40020418060000
4. Emailkan file form banding dan berkas pendukung banding pada email [email protected] dan cc ke email [email protected] dengan subjek: Banding UKT_(id line/wa yang dapat dihubungi).
Contoh: Banding UKT_(ID Line: haiakulisa)
5. Kemudian hardcopy dari file banding dan berkas pendukung banding dikirim secara offline atau dapat melalui pos ke Dekanat Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275.

🌸Narahubung
1. Syafiqa 0895600446947 (WA)
2. Titania 082220621290 (WA)

Bidang Keilmuan dan Riset

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

[知ってるの]Di Jepang, waktu-waktu seperti ini adalah pertanda bagi orang Jepang untuk melakukan bersih-bersih oosouji. Nah, ...
28/11/2020

[知ってるの]

Di Jepang, waktu-waktu seperti ini adalah pertanda bagi orang Jepang untuk melakukan bersih-bersih oosouji. Nah, apa sih oosouji ini?
Oosouji (大掃除=Bersih-bersih besar) merupakan kegiatan bersih-bersih secara besar-besaran di rumah masyarakat Jepang. Pada umumnya, kegiatan ini menjadi kebiasaan di akhir tahun agar bisa menyambut tahun yang baru. Oosouji ini berawal dari kepercayaan Shinto dan Budha yang ingin menyambut dewa dengan bersih.
Oosouji di Jepang umumnya membutuhkan waktu yang bisa cukup lama, bahkan hingga berhari-hari bergantung kondisi rumahnya. Waktu yang paling sering digunakan untuk bersih-bersih adalah pada tanggal 25-28 Desember, di mana memang sudah sangat dekat dengan tahun baru. Bersih-bersih ini biasanya akan lebih cepat jika dilakukan bersama-sama sanak keluarga, termasuk dibantu anak-anak.
Oosouji lebih dari sekadar membersihkan debu dan merapikan barang-barang, tetapi juga mengurangi barang-barang yang sudah tidak perlu digunakan. Masyarakat di Jepang menggunakan waktu oosouji ini untuk memilah-milah barang yang bisa didonasikan atau dibuang saja, sehingga hasil bersih-bersih ini bisa menjadi tumpukan-tumpukan kardus berisi barang yang tidak akan digunakan lagi.
Bersih-bersih besar ini rupanya tidak harus berlaku di rumah saja, tetapi juga berlaku di tempat-tempat yang selalu digunakan seseorang. Seperti ruang kerja di kantor dan loker sekolah bisa menjadi tempat masyarakat di Jepang untuk melakukan oosouji. Bahkan, oosouji di kantor dan sekolah bisa dilakukan bersama-sama agar tidak hanya satu tempat yang bersih, tetapi seluruh bagian kantor dan sekolah juga bersih total.
Kegiatan ini tidak hanya untuk mendapatkan lingkungan yang lebih bersih yang nyaman, tetapi juga menjadi persiapan yang mantap di dalam diri sendiri untuk menyambut tahun yang baru dengan bersih. Budaya unik tersebut pun sudah menjadi bagian dari masyarakat Jepang yang memberikan manfaat secara kesehatan fisik maupun mental. Wah, benar-benar budaya yang positif, ya!

Sumber : Japanese Station


Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

[SELAMAT HARI GURU]Jangan pernah lelah menjadi pelita bagi negeri ini. Jadilah selalu patriot pahlawan bangsa. Terima ka...
25/11/2020

[SELAMAT HARI GURU]

Jangan pernah lelah menjadi pelita bagi negeri ini. Jadilah selalu patriot pahlawan bangsa. Terima kasih kepada seluruh guru di Indonesia atas jasamu yang mulia.

Selamat Hari Guru Nasional 2020!

Bidang Hubungan Masyarakat

HMPS D3 SAKURA 2020
Universitas Diponegoro

Address

Semarang

Opening Hours

Monday 07:00 - 21:00
Tuesday 07:00 - 21:00
Wednesday 07:00 - 21:00
Thursday 07:00 - 21:00
Friday 07:00 - 21:00
Saturday 07:00 - 21:00
Sunday 07:00 - 21:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hmpsd3 Sakura posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share