18/05/2025
Dzikrul Kalamullah adalah sebuah bacaan wirid atau dzikir untuk kita bermuhasabah mengoreksi kesalahan diri sendiri serta bermunajad berdzikir kepada Allah SWT. Istilah ini sering digunakan dalam konteks pengajian atau ritual keagamaan di kalangan masyarakat Jawa, khususnya yang mengamalkan ajaran Almaghfurlah Mbah Topo bin Sutikat Munawir atau Mbah Topo. Dzikir ini berfungsi sebagai pengingat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Kalamullah:
Kata "Kalamullah" berarti "Kalam-kalam Allah " atau "Memuji Allah ". Dalam konteks Dzikrul Kalamullah,di sini merujuk pada umat Islam yang terkadang lupa mengingat atau memuji Allah .
Fungsi Dzikrul Kalamullah :
Dzikrul Kalamullah berfungsi sebagai pengingat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan membaca dzikir ini, umat Islam diingatkan untuk tidak lupa akan kewajiban mereka untuk berdzikir dan mengingat Allah.
Manfaat Dzikrul Kalamullah :
Selain sebagai pengingat, Dzikrul Kalamullah juga bermanfaat untuk:
Membangkitkan rasa percaya, kejujuran, keinginan bertobat, dan takut akan Tuhan.
Menjadikan sikap dan perilaku yang lebih baik.
Lebih mensyukuri segala nikmat dari Allah.
Lebih memperhatikan ajaran syariat, terutama masalah ibadah shalat wajib.
Dzikir dalam Dzikrul Kalamullah:
Dzikrul Kalamullah biasanya melibatkan rangkaian dzikir, seperti tawassul,Istighfar,Sholawat,tahlil, dan doa-doa.
Sejarah dan Perkembangan:
Dzikrul Kalamullah merupakan ritual dzikir yang diwariskan oleh almaghfurlah Mbah Topo. Dzikir ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Jawa dan dikembangkan oleh para kyai.
Keterkaitan dengan Ajaran Almaghfurlah mbah topo:
Dzikrul kalamullah erat kaitannya dengan ajaran almaghfurlah mbah topo yang menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir dan menjaga ketahanan batin. Menurut Almaghfurlah mbah topo fadhilah utama Dzikrul kalamullah adalah murni tujuan akhirat dan kebahagiaan di akhirat, dan biasanya orang yang benar-benar menata akhiratnya urusan duniawinya juga akan ikut tertata.