HMJ AS Ahwal Al-Syakhsiyyah

HMJ AS Ahwal Al-Syakhsiyyah Mewujudkan Organisasi yang Low Cost Hight Impact

Kultur Akademik Ahwal Al-Syakhsiyyah STAI Dr.Khez Muttaqien Purwakarta~
13/02/2020

Kultur Akademik Ahwal Al-Syakhsiyyah STAI Dr.Khez Muttaqien Purwakarta~

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 HMinal 'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batinđŸ™đŸ» Semoga kita semua kembali dalam...
04/06/2019

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H
Minal 'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batinđŸ™đŸ» Semoga kita semua kembali dalam keadaan suci dan termasuk orangÂČ yg mendapat kemenangan serta semoga Allah memberikan umur yg panjang dan berkah sehingga dapat dipertemukan kembali dgn bulan suci ramadhan berikutnya😇

Perencanaan waris adalah hal penting bagi masa depan, hadiah yg penting dan kekal. Perencanaan waris tidaklah sulit. Pem...
18/05/2019

Perencanaan waris adalah hal penting bagi masa depan, hadiah yg penting dan kekal. Perencanaan waris tidaklah sulit. Pembagian waris harusnya menjadikan kerukunan berkeluarga. Hindari permusuhan, Hindari tindakan pemutusan silaturahmi.
Hiduplah dengan damaiđŸ€—
Hiduplah diatas aturan yg benar⚖
Maka kebahagiaan akan kita raih❀
-Syakhsiyyah

Alhamdulillah hari ini HMJ AS Ahwal Al-Syakhsiyyah mengikuti acara SEMINAR NASIONAL KONSTITUSI yang diadakan oleh Fakult...
14/12/2018

Alhamdulillah hari ini HMJ AS Ahwal Al-Syakhsiyyah mengikuti acara SEMINAR NASIONAL KONSTITUSI yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang di PEMDA KARAWANG

18/05/2018

HAKIKAT TADARUS AL-QUR’AN
Oleh. Dr. Azi Ahmad Tajudin, M. Ag

(Mudir Ma’had Uswatun Hasanah Purwakarta)

Bulan Ramadhan identik dengan tadarus. Tadarus dalam konteks budaya masyarakat indonesia adalah membaca al-Qur’an secara kolektif dengan metode al-Musyarakah bayna al-Itsnayn yaitu saling mendengar, menyimak dan mengoreksi lantunan ayat al-Qur’an yang sedang dibaca.
Budaya ini merupakan tradisi efektif yang sudah teruji secara metodologis sebagai cara mengajarkan bacaan al-Qur’an dengan baik dan benar.

Keunggulan metode tadarus nampak pada cara belajar membaca secara langsung dengan sentuhan halus tanpa disadari bahwa ia sedang belajar membaca al-Qur’an.

Metode ini akan dirasakan nyaman oleh siapapun yang hendak belajar membaca al-Qur’an, karena metode ini akan melahirkan kesadaran seseorang untuk terus belajar membaca al-Qur’an tanpa merasa digurui oleh siapapun, dengan konsentrasi penuh meminimalisasi kesalahan sendiri dan membenarkan bacaan orang lain yang keliru, sehingga metode ini dapat menetralisasi sifat bosan dan kesal dalam mempelajari bacaan al-Qur’an, bahkan yang istimewa dari metode ini yaitu dapat menggiring para peserta tadarus merasa nyaman duduk berlama-lama menghabiska waktu untuk belajar, walau tidak dapat dipungkiri tentunya dengan motivasi ingin meraih pahala. Namun jika kita menarik makna tadarus dalam skala yang lebih umum, sesungguhya ada hal yang sering terlupakan yaitu tadarus berarti saling mempelajari isi kandungan al-Qur’an.

Efektivitas metode tadarus akan dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari, jika metode ini tidak hanya berhenti dalam tahap membaca al-Qur’an saja; namun dalam waktu yang bersamaan, metode ini juga dijadikan sebagai media untuk memahami dan mentadabburi isi kandungan al-Qur’an dan makna kehidupan yang terkandung dalam setiap aya-ayatnya.

Al-Qur’an sebagai panduan kehidupan akan senantiasa memancarkan petunjuk bagi manusia dalam setiap lini dan segementasi kehidupan sosial masyarakat, maka metode tadarus sejatinya dapat ditingkatkan menjadi metode mempelajari al-Qur’an sebagai panduan kehidupan. Inilah hakikat tadarus yang harus senantiasa dibudayakan pasca ramadhan.

Tadarus sebagai konsep kehidupan artinya adalah membangun kesadaran kolektif tentang arti penting al-Qur’an sebagai pentunjuk bagi manusia yang pasti dapat menghantarkan keselamatan dunia dan akhirat.

Reposisi makna tadarus dalam kontek sosial masyarakat dengan memahami isi kandungan al-Qur’an, melalui momentum Ramadhan tahun ini dianggap sangat relevan, mengingat budaya tadarus yang sejatinya melahirkan kesalehan kolektif, pada kenyataannya nyaris belum terlihat secara nyata.

Budaya tadarus yang secara masif menghiasi suasana Ramadhan, belum berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan sikap ideal yang hendak dibangun dalam proses madrasah tadarus. Tadarus yang sejatinya menjadi titik awal fase perubahan kesalehan individu menuju kesalehan sosial, nyaris tidak akan terwujud secara massif jika tidak diiringi oleh tingkat pemahaman terhadap makna yang terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an.

Jika metode tadarus difahami sebagai media untuk melahirkan kesalehan individual dan sosial, maka sejatinya spirit tadarus harus terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih terdapat banyak pesan yang hendak disampaikan melalui budaya tadarus yaitu:

1. Metode tadarus mengajarkan konsep hidup tentang kesadaran (i’tiraf) akan kelemahan diri dan menerima saran dari orang lain. Secara tidak sadar, metode ini telah mengajarkan seseorang agar bersifat rendah hati dan tidak sombong, serta menumbuhkan sikap berbagi ilmu dengan orang lain. Setiap untaian huruf-huruf hijaiyah yang merangkai menjadi ayat dan surat, seluruhnya akan bernilai palah bagi pembacanya. Selain itu, ayat-ayat al-Qur’an akan menuntun dan membimbing pembacanya menuju jalan yang lurus jika difahami dengan baik isi kandungannya.

2. Metode tadarus mengajarkan konsep kejujuran dan amanah pada pembacanya. Setiap pembaca akan diingatkan oleh Allah swt. melalui ayat-ayat al-Qur’an yang sedang dibaca. Artinya siapapun yang membaca ayat al-Qur’an dalam halqah tadarus, maka ia tidak bisa mengelak dari semua peringatan dan hukum Allah tanpa kecuali, sehingga ayat-ayat al-Qur’an harus dibaca seluruhnya tanpa memilah dan memilih berdasarkan kesenangan nafsu belaka, baik secara terpaksa atau dengan sukarela. Pembaca akan melewati ayat-ayat hukum yang seringkali dilupakan atau sengaja disembunyikan seperti ayat jihad, ayat Qishash, ayat waris, ayat riba dan beragam ayat lainnya.

3. Metode tadarus mengajarkan konsep persamaan (equality) di depan al-Qur’an. di hadapan al-Qur’an semua sama, ia tidak memandang kedudukan sosial seseorang. Siapapun yang membaca al-Qur’an, maka ia harus mengikuti aturan yang berlaku. Selain itu, setiap peserta tadarus memiliki hak dan kewajiban yang sama yaitu memberi dan menerima ilmu (take and give).

4. Metode tadarus mengajarkan budaya gemar mempelajari al-Qur’an. membaca al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan tahap awal bukti kecintaan seorang muslim terhadap al-Qur’an. pada fase berikutnya, wujud kecintaan itu akan menumbuhkan keinginan untuk mempelajari arti dan isi kandungan ayatnya secara mendalam agar bacaan al-Qur’an tidak hanya terhenti dalam lisan saja, namun ia akan terinternalisasi dalam hati dan perbuatan. Jika al-Qur’an sudah bersinergis antara lisan, hati dan perbuatan, artinya itulah hakikat konsep ‘membumikan al-Qur’an’, jika al-Qur’an belum bersinergis dengan gerak langkah perbuatan kita, itu artinya al-Qur’an masih bersifat konsep yang belum teraktualisasikan secara nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Mari kita lestarikan budaya tadarus al-Qur’an sebagai wujud nyata menuju perubahan masyarakat yang baldat[un] thayyibat[un] wa rabb[un] ghafur. Wallahu A’la bi al-Shwab.

20/03/2018

Konsultasi Hukum Keluarga Islam
oleh. Dr. H. Azi Ahmad Tadjudin, M.Ag

Adakah 'Dosa Warisan' Dalam Islam?

Assalamualaykum.. Pa ust. Sy ibu rumah tangga sdh dikaruniai 2 org putri. Beberapa bulan yg lalu ibu sy menyatakan hal yg membuat sy sngt kecewa bhw sy adlh anak yg dihasilkan diluar nikah, sementara saat sy menikah yg menjadi wali adlh ayah biologis sy, jd ibu sy bilang prnikahan sy tdk sah dan harus mnikah ulang dg suami, dan akhirnya sy mnikah ulang dg suami. apa harus sprti itu pa Ust? Sementara skrg sy sdh punya 2 anak. Dan ibu bilang putri2 sy kelak saat menikah tdk bs diwalikan olh suami ( bapa kandungnya ). Sy dan suami sangat kecewa knp ibu br bilang skrg!!!!!!! Apa benar dlm islam ada dosa yg diwariskan sehingga suami sy hrs kena imbas dr dosa yg org tua sy lakukan...... Lalu apa brhak sy membenci org tua sy atas perbuatannya? Mohon penjelasannya pa Ust. Trima kasih

MUSYAWARAH BESAR HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSIYYAH KE-2
09/03/2018

MUSYAWARAH BESAR HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSIYYAH KE-2

23/02/2018

KONSULTASI HUKUM KELUARGA ISLAM

HUKUM BERINTERAKSI DENGAN ‘AYAH TIRI’ DALAM ISLAM

Oleh. Dr. Azi Ahmad Tadjudin, M. Ag.

assalamualaikum wr. wb.

ustad adakah perbedaan status ayah tiri dalam islam. Bagaimana Islam mengatur interaksi dengan keluarga ayah tiri baik yang laki-laki maupun yang perempuan. jazakallah khoiron.

Lukman. Sbg [email protected]

Wassalamu’alaykum wr.wb. Saudara Lukman Hafizhakalloh, perlu difahami terlebih dahulu ada beberapa istilah dalam Islam yang tidak selalu memiliki arti yang tepat dalam bahasa indonesia. Terkadangan ada beberapa kalimat dalam bahasa Arab yang sulit diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, karena istilah itu tidak memiliki padanan yang sama. Hal ini terjadi karena setiap bahasa memiliki rasa yang berbeda dengan bahasa lain dan bahasa lahir dari budaya dan kebiasaan masyarakat tertentu. Inilah alasan mengapa jika mempelajari Ajaran Islam, para ulama begitu disiplin selalu mendefinisikan setiap objek pembahasan keilmuan diawali dengan definisi etimologi dan termininologi Syari’i. Hal ini penting untuk difahami mengingat dengan mendefinisikan kalimat secara tegas (aspek cakupan secara umum dan khusus), akan melahirkan satu istilah yang kuat dan memiliki basis keilmuan (epistemologi) yang kokoh. Sehingga, jika dikemudian hari muncul istilah baru yang dinisbatkan kepada ajaran Islam, maka akan terlihat dengan jelas bahwa istilah itu bukan lahir dari ajaran dan konsep Islam. Maka yang akan terjadi adalah ‘islamisasi budaya’, seperti muncul istilah, Bank Islam, Leasing Islam, Asuransi Islam, Demokrasi Islam. Dalam hal yang sama tidak pernah ada istilah seperti Baitul Mal Islam, Qardh Islam, Takaful Islam, Syuro Islam, sebab istilah-istilah itu sudah memiliki akar keilmuan dalam Islam. Namun jika ada istilah yang disandarkan kepada kata Islam, seperti Daulah Islam, Tsaqofah Islam dan Din al-Islam, itu untuk menjelaskan sekaligus membedakan bahwa ada konsep dan ajaran yang lahir dari ideologi selain Islam, artinya ada Daulah, Tsaqofah, Din yang konsep ajarannya lahir dari ideologi kapitalisme atau marxisme.
Istilah Ayah atau ibu tiri tidak dikenal dalam literatur fiqih Islam. Dalam fiqih Islam hanya dikenal Ab[un] (ayah) dan umm[un] (ibu). Dalam hukum Islam orang yang terikat akad nikah dengan ibu kandung, maka secara hukum ia menjadi ayah dari anak-anaknya. Sehingga kedudukan ayah baik disebabkan karena keturunan atau pertalian akad nikah, tidak ada perbedaan hukum dalam mendidik dan berinteraksi dengan anak-anaknya. hal ini Allah swt. tegaskan dalam al-Qur’an Surat An-nisa: 22-23. Sedangkan hukum berinteraksi dengan keluarga laki-laki dari pihak ayah, sama hukumnya dengan berinteraksi dengan ajnabiy (laki-laki asing) harus menjaga pandangan dan aurat dihadapan mereka, yaitu seluruh bandan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Sedangkan berinteraksi dengan saudara perempuan dari ayah, hukum syara’ membatasi auratnya antara pusar dan lutut (bayna surrah wa la-Rukbah). (lihat Rawa’i al-Bayan fi Tafsir ayat al-Ahkam. Hal. 123. Juz. II). Wallahu A’lam bi al-Shawwab.

31/12/2017

Agenda latihan simulasi sidang dan persiapan panitia pelaksana:
1. Kamis, 4 januari 2018- latihan mandiri
2. Sabtu, 6 januari 2018- latihan mandiri
3. Kamis, 11 januari 2018- latihan dengan dosen
4. Sabtu, 13 januari 2018- latihan dengan dosen
5. Senin, 15 januari 2018- latihan full
6. Kamis, 18 januari 2018- latihan full

31/12/2017
Akhwal As-Syaksiyah STAI Muttaqien. Briping Simulasi Sidang oleh Dr H Azi Ahmad Tadjudin, M. Ag Ketua Jurusan AS.
31/12/2017

Akhwal As-Syaksiyah STAI Muttaqien.

Briping Simulasi Sidang oleh Dr H Azi Ahmad Tadjudin, M. Ag Ketua Jurusan AS.

Address

Purwakarta

Telephone

+6289650049676

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HMJ AS Ahwal Al-Syakhsiyyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to HMJ AS Ahwal Al-Syakhsiyyah:

Share