Pekalogan Kita

Pekalogan Kita barbagai info dari netizen

06/12/2025

Ngunduh senyum sumatra

06/12/2025

‘Jika tidak bisa mengirimkan makanan, kirimkan kami kain kafan’
Dua kalimat menyakitkan ini berseliweran di beranda beberapa hari ini, latarnya video dan foto korban bencana.
Negara tolong lebih cepat.

Petugas lapangan terus berjibaku membuka longsoran yang menimbun rumah di titik A2 yang mana ada 2 orng tertimbun di dal...
14/11/2025

Petugas lapangan terus berjibaku membuka longsoran yang menimbun rumah di titik A2 yang mana ada 2 orng tertimbun di dalam

14/11/2025

Semoga di beri kesabaran dan ke ikhlasan buat saudara saudara kita di majenang cilacap jawa tengah
#


Dua oknum polisi dari Polres Pekalongan diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat lantaran terlibat kasus du...
11/11/2025

Dua oknum polisi dari Polres Pekalongan diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat lantaran terlibat kasus dugaan penipuan dengan modus calo penerimaan taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Keduanya adalah Bripka AUK alias Alex, anggota Polsek Doro, dan Aipda F alias Rohim, anggota Polsek Paninggaran.

Sidang etik digelar secara tertutup di ruang sidang Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng, Rabu, 31 Oktober 2025.

Dalam sidang tersebut, keduanya dijatuhi sanksi PTDH serta hukuman penempatan khusus (patsus) selama 30 hari.

"Sidang sudah diputus, keduanya dijatuhi sanksi PTDH karena perbuatannya dinilai tercela,” ujar Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Saiful Anwar, di Mapolda Jateng, Rabu, 5 November 2025.

Menurut Saiful, hal yang memberatkan adalah keduanya sadar bahwa perbuatannya salah, yakni dengan menjanjikan bisa membantu masuk Akpol.

Meski demikian, baik Alex maupun Rohim langsung mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, menjelaskan, dalam kasus ini juga terdapat dua warga sipil yang ikut terlibat, masing-masing Stephanus Agung Prabowo (SAP) dan Joko Witanto (JW).

"Salah satu pelaku, SAP, mengaku sebagai adik Kapolri untuk meyakinkan korban. Tapi setelah kami dalami, tidak ada hubungan sama sekali. Itu hanya modus," terang Dwi.

Sedangkan tersangka Joko diketahui memiliki banyak identitas palsu, mulai dari mengaku anggota TNI, Polri, hingga BIN.

"JW ini yang jadi koordinator lapangan. Dia menggunakan identitas palsu dan foto bersama pejabat untuk meyakinkan korban. Dari total uang korban sekitar Rp2,6 miliar, JW menikmati sekitar Rp2 miliar," ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, Bripka Alex dan Aipda Rohim mengenal Joko dan Agung sekitar empat bulan lalu di Semarang. Keduanya kemudian diminta mencari calon korban yang ingin anaknya bisa diterima di Akpol.

Selengkapnya: radarpekalonganid

09/11/2025

Kamu enggak selalu harus jadi pusat perhatian dan enggak selalu harus cari perhatian. Terkadang berjalan dalam senyap, mengamati tanpa dilihat, berbicara tidak dengan yang kenal, justru mendatangkan hal-hal yang lebih dalam dan apa adanya. Justru membuatmu berada dalam interaksi yang lebih jujur.

03/10/2018

Akun nama hoax tapi sumber hoax.

Turut berduka cita atas bencana yang dialami saudara kita di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Do'a dan du...
29/09/2018

Turut berduka cita atas bencana yang dialami saudara kita di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Do'a dan dukungan kami untuk para korban. Semoga saudara kita disana diberikan kekuatan, kesabaran dan keselamatan.Aamiin ya rabbal alamin..

Address

Jalan Hos. Cokro Aminoto 308
Pekalongan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pekalogan Kita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share