Aremania Kota Turen

Aremania Kota Turen Hanya ada satu rasa disini, tidak beda antara kita, karna kita AREMA Acub Zaenal dan Ir. Lucky Zaenal. Dari awalnya Arema klub swasta. Ketua pertamanya adalah Ir.

Sejarah Aremania

AremaArema dan Arema Fans Club
PS Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 oleh H. Pada waktu Arema berdiri Liga Indonesia dibagi dua: liga untuk klub semi-profesional bernama Galatama dan Liga klub Perserikatan. Klub-klub Perserikatan tergantung pada pemerintah daerah untuk dana. Sementara klub Galatama tergantung pada sponsor swasta. Walaupun Arema belum pernah juara selama

zaman Ligina, Arema juara Galatama pada tahun 1993. Pada tahun 1994 klub semi-profesional digabungkan dengan klub Perserikatan untuk menjadi Ligina. Pada tahun 1988 yayasan Arema Fans Club (AFC) berdiri. Pada awalnya ada 13 korwil. Setiap korwil adalah pengurus hal suporter Arema di sebuah kampung atau daerah di Malang. Di artikel “Aremania Junjung Sportivitas” diterbitkan di Bestari, no.156, 2001 diceritakan bahwa menurut suporter Arema, AFC itu sangat individual, yaitu berkaitan dengan hubungan antara suporter dengan suporter lain. Akibatnya AFC terhadap kesulitan mendorong kerukunan suporter. AFC pernah dianggap sebagai yayasan yang terlalu ekslusif maupun kelas menengah untuk diterima oleh kebanyakan suporter Arema. Sekitar tahun 1994 AFC dibubarkan. Menurut Lucky Zaenal itu karena banyak kesibukan dan soal generasi. Walaupun keadaan tokoh-tokoh AFC pasti mempengaruhi keruntuhan AFC, harus ditanyakan mengapa AFC tidak diteruskan oleh kelompok atau orang baru. Mungin itu tidak terjadi karena sudah jelas bahwa AFC tidak didukung oleh suporter. Barangkali tokoh-tokoh AFC sadar pada fakta itu. Makanya mantan-tokoh AFC langsung terlibat dalam proses mengembangkan nama dan simbol yang akan mempersatukan suporter. Memang tidak semua inisiatif AFC gagal. Harus diingatkan bahwa dengan AFC mulai sistem organisasi suporter yang berdasarkan pada korwil. Korwil-korwil tidak hilang dengan kematian AFC tetapi jumlahnya bertambah. Di samping itu AFC berdiri dalam konteks keras yaitu pada waktu geng-geng pemuda Malang merupakan para suporter Arema. Brutalisme ke Hooliganisme
Ada dua istilah yang dipakai untuk menggambarkan suporter yang tidak sportif dan membuat kerusuhan: suporter brutal dan hooligan. Artinya dua istilah hampir sama. Perbedaan antara dua istilah itu hanya soal konteks. Istilah hooligan itu berasal di luar konteks Indonesia dan bersifat perbandingan. Istilah suporter brutal lebih sering dipakai dalam konteks Indonesia. Hooligan sama dengan suporter brutal karena yang jelas kegiatannya berdasarkan pada egoisme buruk. Seorang hooligan mau membuat kerusuhan dan kekerasan untuk membesarkan egonya. Seorang hooligan tidak ikut pertandingan untuk menikmati sepak bola tetapi untuk membuat kericuhan. Seorang Hooligan adalah musuh perkembangan sepak bola apalagi komunitas suporter murni. Akhirnya kalau memakai contoh suporter brutal Arema kelihatannya perbedaan antara dua istilah hanya soal konteks. Suporter Arema menjadi terkenal atas brutalisme antara waktu Arema berdiri dan pertengahan tahun 1990-an. Ada kekerasan antara suporter walaupun Arema menang atau kalah. Pada waktu itu beberapa geng pemuda merupakan para suporter Arema. Setiap kampung memiliki geng sendiri. Yang berikutnya adalah daftar nama geng-geng Malang sama tempat asalnya kalau ada. Nama Geng Tempat Asal
Aregrek Sekitar Jl. Basuki Rachmat
Arnak (Armada Nakal) Sukun
Anker (Anak Keras) Jodipan
Argom (Armada Gombal) Kidul Dalem
Arpanja (Arek Panjaitan) Betek
Fanhalen (Federasi Anak Nakal Halangan) Claket
SAS (Sarang Anak Setan)
Geng Inggris Kasin Jrot
Ermera
Saga (Sumbersari Anak Ganas)

Geng-geng ini membuat suasana menakutkan di stadion. Tempat pertandingan menjadi kesempatan untuk geng-geng tersebut membuktikan siapa yang paling keras. Persaingan keras antara geng-geng terjadi walaupun semuanya medukung Arema. Jadi semua upaya untuk membuat suporter Arema rukun dan kompak dihalangi. Tawuran terjadi antara suporter Malang dan suporter dari luar tetapi juga di antara para suporter Arema sendiri. Bentrokan tidak terjadi karena provokasi tetapi disebab oleh suasana brutalisme ditimbulkan suporter Malang. Masih diingatkan oleh suporter Arema (dengan malu) bahwa suporter Malang brutal sebelum suporter Surabaya menjadi brutal. Akhinrya, waktu antara 1987 dan pertengahan tahun 1990-an suporter Arema membuktikan bahwa mereka bisa mengimbangi egoisme Hooligan Inggris. Suporter Malang menjadi terkenal sebagai Hooligan Indonesia. Sering selama akhir 1980-an dan awal 1990-an sering ada tawuran antara suporter Surabaya dan Malang. Sayangnya persaingan keras itu antara Bonek dan suporter Arema sulit dibatasi. Di Surabaya orang dari Malang diganggu dan kendaraan yang berplat N (plat Malang) dirusak. Sementara di Malang kendaraan yang berplat L (plat Surabaya) mengalami hal yang serupa. Pada tahun 1992 ada semacam `sweeping’ menghadapi orang yang berKTP Surabaya. Polisi terpaksa melakukan operasi untuk menghentikan aski brutal itu. Akhirnya permusuhan berkembang antara orang kedua kota Jawa Timur tersebut melainkan antara suporter saja. Lagipula Bonek nama suporter Surabaya menjadi istilah berarti hooligan Indonesia. Jadi kata bonek yaitu yang tidak pakai huruf besar artinya hooligan walaupun Bonek itu berarti suporter Surabaya. Karena persaingan keras itu sering Aremania dan Bonek dianggap sama saja. Khususnya di luar Malang banyak orang yang bersikap bahwa Aremania adalah bonek juga. Banyak orang tidak membedakan antaranya. Selama tahun-tahun itu masyarakat Malang tutup jendela dan mengunci pintu kalau ada pertandingan Arema. Sekarang suporter Arema telah benar-benar maju tetapi terhadap peringatan masyarakat yang menganggap bahwa mereka masih brutal. Aremania di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen

Aremania muncul
Pada pertengahan tahun 1990-an geng-geng Malang mulai luntur. Sementara itu istilah Aremania muncul sebagai nama para suporter Arema. Sebetulnya dua fenomena tersebut merupakan perubahan total dalam budaya pemuda Malang yang dikatalisasikan oleh beberapa tokoh. Di artikel `Aremania Mengukir Sejarah Baru’ diterbitkan di Bestari, no. 156, 2001 Gus Nul mantan pelatih Arema menceritakan bahwa walaupun kurang jelas dari mana istilah Aremania itu muncul, nama itu mempersatukan suporter Arema. Secara psichologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata Aremania bisa dibagi Arema dan Mania. Aremania itu muncul secara spontan dari suporter Malang yang mulai bosan dengan perkelahian geng-geng tersebut. Ada beberapa alasan untuk perubahan itu. Pertama-tama geng-geng mulai luntur karena soal generasi. Anggota geng walaupun masih muda selama akhir 1980-an, di pertengahan 1990-an lebih dewasa. Karena sudah lumayan tua mulai bosan dengan kegiatan geng. Di samping itu, pada 1994 Ligina yang pertama dimulai dan PSSI mulai mendorong sepak bola Indonesia menjadi lebih profesional. Pemain asing mulai main untuk klub Indonesia. Itu termasuk upaya untuk menaikkan kualitas liga sepak bola. Pemain asing pernah main untuk Arema. Pernah ada pemain dari Afrika, Amerika Selatan, Korea Selatan dan juga Australia. Dari semua ini yang paling terkenal ada pemain dari Negara Chile bernama Rodriguez `Paco’ Rubio. Sekarang menurut suporter Malang dia semacam pahlawan sepak bola Arema. `Paco’ Rubio menembus gol lawan selama putaran Delapan Besar Ligina VI. Di samping itu, selama Ligina VII ada pemain dari Afrika namanya Frank Bob Manuel yang dengan sayang dipanggil `Bobby’ (selama Ligina VIII main untuk klub perserikatan Malang Persema). Selama Ligina VIII Jaime Rojas (mantan pemain Persema) juga berasal dari Chile masuk klub. Dengan berupaya ke profesionalisme suporter mulai lebih tertarik pada permainan khususnya karena impor pemain luar negeri. Juga ada pemain lokal yang menjadi bintang. Misalnya Ahmad Junaedi selama Ligina VI tetapi setelah itu dia pindah ke Persebaya dan menjadi musuh suporter fanatik. Akhirnya mau kembali ke Arema dia ditolak oleh pengurus Arema. Daripada membeli Junaedi lagi mereka memilih mendidik pemain muda berasal dari Jawa Tengah bernama Johan Prasetyo. Johan Prasetyo telah menjadi bintang Aremaa. Selain Prasetyo ada Aji Santoso, pemain yang berpengalaman itu pernah main untuk timnas Indonesia. Karirnya setelah di Arema ke Persebaya dan kemudian ke PSM Makassar. Akhirnya main untuk Persema sebelum main di Arema lagi. Dengan impor pemain asing dan perhatian pada pemain profesional orang Indonesia, yang berkembang antara para suporter Indonesia adalah minat pada sepak bola bukan fanatisme terhadap klub saja. Di artikel `Suporter Bergeser Jadi Football Minded’ diterbitkan di Jawa Pos 9 Maret 2002 perubahan sikap suporter digambarkan. Ternyata bahwa para penonton mulai memilih menonton pertandingan menurut suguhan kualitas sepak bolanya. Yaitu penonton mulai memilih pertandingan dengan lawan kualitas sepak bola tinggi. Barangkali suporter Indonesia dipengaruhi tayangan sepak bola dari luar negeri. Suporter mulai menuntut kualitas dari sepak bola Liga Indonesia. Di samping itu perubahan suporter Malang didorong beberapa tokoh perintis Aremania. Sebenarnya munculnya generasi geng dapat dicegah karena upaya tokoh Aremania. Di artikel `Aremania Sebuah Gerakan Rakyat’ diterbitkan di Kompas, 1 April 2002 diceritakan bahwa suporter didorong oleh tokoh seperti Ovan Tobing, Lucky Zaenal, Iwan Kurniawan, Eko Subekti dan Leo Kailolo untuk menjadi suporter bersatu dan sportif. Pasti mereka sadar bahwa suporter brutal akan merugikan PS Arema, dan kalau klub Arema akan berusaha ke profesionalisme seharusnya suporter juga. Tokoh yang tersebut membantu membangun simbol klub Arema yang telah menjadi simbol suporter juga. Di artikel `Aremania junjung sportivitas’ diterbitkan di Bestari, no 156 2001 bahwa tokoh perintis ini mengusulkan Aremania dijuluki `Macan Putih’ atau `Singa Putih’ karena Arema berdiri pada 11 Agustus yang termasuk zodiak Leo. Kemudian secara spontan ada orang antaranya yang teriak `edan’. Mungkin itu mucul dari bagian belakang istilah Aremania yaitu `mania’. Kata `mania’ berarti edan. Dari latar belakang nama Aremania dan simbol Singo Edan semacam bahasa Malang berkembang. Kata-kata bahasa Indonesia dan bahasa Jawa terbalik merupakan bahasa Malang atau fenomena Ngalamania. Misalnya Singo Edan menjadi Ongis Nade dan Orang Malang menjadi Genaro Ngalam. Di samping itu arek-arek Malang menjadi Kera-kera Ngalam. Surat kabar Radar Malang itu Jawa Pos-nya Kera Ngalam. Sekitar pertengahan tahun 1990-an suporter Arema mulai berubah. Citra negatif terhadap suporter Arema ada sampai sekarang tetapi selama beberapa tahun yang lalu Aremania pernah diakui sebagai suporter Indonesia terbaik. Pada waktu ribuan suporter ke Jakarta untuk putaran Delapan Besar Ligina VI Ketua Umum PSSI Agum Gumelar terkesan oleh penampilan suporter Arema di Stadion Senayan. Dia mengakui Aremania sebagai suporter kreatif, sportif dan atraktif. Di samping itu PSSI pernah mengundang Yuli Sugianto (dirigen suporter Arema) untuk mewakili suporter Indonesia. Selama Ligina VII sering diakui oleh suporter klub lain sebagai guru suporter lain. Pada Januari tahun 2001 di Tangerang, suporter mengucapkan selamat datang kepada Aremania dan sesudah ada insiden lemparan terhadap Aremania mereka mengucapkan termima kasih karena Aremania tidak terpancing oleh oknum provokator Tangerang. Pada Juli tahun itu diakui oleh suporter Solo sebagai `guru hebat’. Lagipula kemajuan Aremania mempengaruhi keadaan di Malang. Selama waktu krismon, Malang tenang walaupun dimana-mana di Jawa telah kacau. Itu karena pemuda Malang telah merasa bersatu sebagai Aremania dan tidak ingin membuat kerusuhan di kotanya. Katanya ada suporter Solo yang mengirim sepasang bh dan celana dalam perempuan ke Aremania agar mengucapkan Aremania para penakut. Namun Aremania tidak mudah dipancing. Yang jelas dalam lingkungan suporter sepak bola telah dianggap maju dari masa dulunya. Lagipula mereka dianggap perintis suporter di Indonesia. Namun proses ini mulai lebih dari 5 tahun yang lalu dan Aremania sampai tahun 2001 berjuang untuk menghapus sisa-sisa brutalisme. Sisa-sia Brutalisme
Aremania tidak langsung berhasil dalam perjuangan untuk menghapus citra suporter brutal. Sampai tahun 1999 ada bentrokan antara suporter di Malang tetapi khususnya dengan Bonek. Keadaan kacau hampir tidak bisa dicegah aparat keamanan. Persaingan keras antara suporter Malang dan Surabaya terjadi selama ada kesempatan Arema melawan Persebaya. Akibatnya di Malang suporter Surabaya harus dilarang masuk Malang supaya mencegah insiden yang tidak diinginkan. Pengurus Arema pernah minta pertandingan Arema versus Persebaya diadakan di luar Malang agar tidak ada tawuran. Namun ini diprotes Aremania yang menuntut bahwa pertandingan Arema tetap milik masyarakat Malang. Namun tahun-tahun tersebut harus dibedakan dari zaman geng-geng. Mungkin tahun-tahun yang berikut kelunturan geng-geng Malang bisa dianggap sebagai waktu peralihan. Sampai tahun 2001 ada insiden yang terjadi di luar Malang. Salah satu contoh konflik antara suporter Malang dan Surabaya adalah tragedi Sidoarjo yang terjadi pada bulan Mei tahun 2001. Tragedi Sidoarjo
Pada Ligina VII Aremania mendukung tim kesayangannya di pertandingan away. Arema melawan Gelora Putra Delta (GPD) di Sidoarjo. Soalnya tiga kelompok suporter mucul di stadion Delta: Deltamania, Aremania dan Bonek. Karena jarak antara Surabaya dan Sidoarjo jumlah sedikit suporter Surabaya datang untuk menjenkelkan suporter Arema. Tiga kelompok ini dibagi supaya tidak ada bentrokan. Aremani menempati sektor utara sementara Bonek dan Deltamania ada di tribun VIP. Pertama-tama sebelum pertandingan mulai sekitar jam 14. 15 ada lemparan batu dari luar stadion. Dua suporter Arema terluka dan Aremania menuntut bahwa tempat di luar stadion khususnya sekitar sektor utara diamankan. Di samping itu Aremania dimarahkan kabar bahwa dua mobil Aremania dirusak. Pada jam 15.10 lemparan batu antara sektor utara dan tribun timur mulai. Polisi terhadap kesulitan membatasi lemparan karena Bonek dapat sumber batu dari luar stadion. Pada jam 16.00 pertandingan sepak bola dimulai. Pada jam 16.20 aparat keamanan megeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan lemparan. Pada menit ke-29 pertandingan harus dihentikan karena suporter masuk lapangan dan kerusuhan mulai terjadi di luar stadion. Aremania harus dievakuasi oleh aparat keamanan. Akhirnya 15 orang terluka, 7 mobil dan 2 sepeda motor dirusak. Juga stadion Delta dihancur dari aksi lemparan dan bentrokan yang berikutnya. Reaksi Aremania penuh dengan kesedihan terhadap tragedi Sidoarjo. Para suporter Arema merasa mereka salah dipersalahkan untuk tragedi Sidoarjo walaupun Bonek adalah provokator. Pak Marheis salah satu korwil Aremania yang dianggap oleh sebagian suporter sebagai tokoh yang memperbolehkan ketertiban antara korwil-korwil tidak bisa menahan tangisnya setelah insiden Sidoarjo. Ovan Tobing seorang perintis Aremania setelah tragedi itu berpendapat bahwa tragedi di Sidoarjo merupakan pelajaran untuk PSSI. Pada waktu Arema main di Malang Aremania membawa spanduk yang protes disalah untuk kejadian di Sidoarjo. Sayangnya bahwa insiden seperti itu menegaskan citra Aremania sebagai suporter brutal karena dalam insiden itu Aremania sebetulnya di kedudukan sulit. Pertama-tama mereka dilempari dari luar stadion. Lagipula mereka terhadap Bonek yang siap dengan sumber batu dari luar stadion. Aremania diserang di Jogja: Selain masalah Bonek ada kelompok lain yang iri pada Aremania jadi mencoba memancingnya. Pada bulan Oktober tahun 2001 Aremania diundang ke pertadingan di Jogjakarta. Di Jogja Aremania diserang. Seperti di Sidoarjo ada lemparan batu dari luar stadion. Aremania terpaksa masuk lapangan untuk menghindari lemparan dari luar stadion. Pertandingan dihentikan dan harus dimain hari berikutnya di tempat yang dirahasiakan. Slemania, para suporter Jogja pada umumnya sangat malu pada penyerangan itu. Mereka mulai menyanyi dengan gaya Aremania:

“Maaf?maaf?maaf Aremania
Maafkan kami atas kejadian ini”

Pada umumnya ada persahabatan antara Aremania dan para suporter lain tetapi kadang-kadang ada oknum kelompok yang mencoba memancing Aremania. Dan jarang Aremania terpancing dengan mudah. Selama Ligina VIII tidak ada masalah bentrokan kalau suporter lain datang ke Malang. Aremania membuktikan bahwa telah sportif. Suporter apalagi pemain saja butuh sportivitas. Setelah kejadian seperti di Jogja Aremania janji mereka tidak akan membalas dendam kalau suporter Sleman datang ke Malang. Korwil Cilewung juga mendorong Aremania untuk tidak membalas dendam Bonek. Dia sadar bahwa kalau membalas dendam pasti tidak akan dibedakan dari Bonek. Harus diakui walaupun lama berjuang dengan sisa-sisa brutalisme Aremania telah agak berhasil dalam tugasnya. Suporter Arema bersemangat kepada tim kesayangannya tetapi juga kepada negara Republik Indonesia. Dengan kompak suporter Arema sebelum permulaian pertandingan menyanyi lagu nasionalis `Padamu Negeri’. Lagu itu dinyanyi suporter dengan bangga. Nasionalisme merupakan salah satu aspek dasar suporter Arema. Aremania di Jepang bersama siporter Kawasaki Frontale

Aremania mendukung Arema tetapi akhirnya semua maupun suporter tim lawan bersaudara. Malang aman karena persaudaraan itu. Lagipula Malang lepas daripada masalah pertentangan kesukuan atau konflik agama yang timbul di mana-mana di Indonesia. Aremania berpendapat bahwa kalau Malang bisa begitu rukun, mengapa negara Indonesia belum bisa seperti itu? Yang jelas persatuan Aremania muncul secara alami dan karena itu ada sikap positif terhadap persatuan negara Indonesia.

01/03/2020

Admin

04/10/2012

""KERINDUAN ATMOSFER DAN UJIAN AREMANIA"

Wearemania.net - Ujicoba tim gabungan Arema-Pelita melawan skuat timnas Indonesia versi KPSI yang sudah menjalani latihan bersama di Stadion Kanjuruhan bakal dihelat pada Sabtu (6/10) mendatang. Dar
i ujicoba itu bakal bisa dilihat bagaimana kerinduan Aremania terhadap timnya.

Pemain-pemain terutama dari Pelita banyak rindu bagaimana sesungguhnya atmosfer pertandingan di kandang Arema itu. Banyak dari mereka yang kalau datang ke Kanjuruhan sebagai lawan Arema. Sehingga meski ajang ujicoba, ini bakal menjadi pengalaman baru para pemain.

Sedangkan dari Arema yang berjumlah enam pemain saatu ini tentu saja sudah terbiasa, mereka adalah Ahmad Kurniawan, Munhar, Alfarizi, Hendro Siswanto, Dendi Santoso dan Sunarto, selain itu ada dua pemain baru bergabung dengan Arema Indonesia yakni Purwaka Yudhi dan Qischil Gandrum yang sebelumnya membela Deltras Sidoarjo serta Reza Musftofa dari Persema Malang. Untuk Purwaka mungkin sudah tidak kaget lagi dengan atmosfir Aremania, karena beberapa musim lalu juga pernah memperkuat Arema Indonesia.

Selebihnya pemain-pemain asal Pelita Jaya antara lain kiper Kadek Wardana dan M Nasir, Gilang Gunarsa, Dedi Kusnandar, I Gede Sukadana, Joko Sasongko, Engelberd Sani . Salah satu pemain, I Gede Sukadana mengaku bahwa dukungan Aremania nantinya mungkin bisa membangkitkan motivasi bertanding pemainnya.

Namun bisa jadi p**a itu menjadi ujian bagi panpel Arema mengingat wacana merger yang menyeruak cepat. Maklum tidak sedikit Aremania bernada sumbang yang mengidentikan tim ini bukan Arema melainkan Arema-Pelita.

Ujian inilah nanti yang bakal ada di stadion Kanjuruhan. Seperti apakah Aremania dalam memberikan dukungan kepada tim gabungan ini. Meski dalam diri jajaran pengurus Arema berkali-kali mengatakan jika Arema dan Pelita hanya berlatih bersama dan wacana merger masih belum dibicarakan sama sekali.

Manajer Media Officer Sudarmaji menghimbau Aremania dan publik bola Malang Raya tidak merespon berlebihan proyek kerjasama yang tengah disepakati klub berlogo kepala singa dengan Pelita Jaya. Menyusul hingga saat ini sebenarnya belum ada pembahasan atau keterangan resmi perihal merger.

"Kerjasama ini harus disikapi secara objektif. Jadi jangan ada respon berlebihan. Kami pun terus menunggu masukan dari Aremania. Bukan hanya sebatas soal kerjasama dengan Pelita Jaya. Tapi juga soal bagaimana membangun Arema ke depannya. Memang selalu ada pro dan kontra. Namun alangkah baiknya bila perbedaan ini menjadi semangat untuk menginstropeksi kekurangan," urai Sudarmaji dikutip dari MalangPost.

-aon-

04/10/2012

di cri admin baru untuk mengurusi Fans Page ini.

Syarat:
1. bisa OnLine dg PC/Laptop
2. OnLine minimal 3 jam dalm sehari (harus setiap hari).
3. bisa mengUpdate berita lengkap tentang Arema Indonesia setiap hari.

jika tertarik, hub Admin melalui pasan facebook.

thx

06/09/2012

Daftar pemain Arema per kamis 6 september 2012

1. Kurnia Meiga
2. Ahmad Kurniawan
3. Yoewanto Benny
4. Teguh Amiruddin
5. munhar
6. Johan Ahmad Alfarizi
7. Khusnul Yuly
8. Benny wahyudi
9. Catur Pamungkas
10. Hendro Siswanto
11. Dendy Santoso
12. Sunarto
13. Reza Mustofa
14. Qischil Gandrum Minny
15. Fery Anam Saragih.

Head Coach: Paolo Camargo

salam satu jiwa.

-aon-

30/08/2012

Dua aset penting di bawah mistar gawang, Kurnia Meiga dan Admad Kurniawan akhirnya resmi bertahan dg Arema. Keduanya, secara resmi menjalin kesepakatan kontrak dg manajemen skuad berlogo kepala singa. Selain Meiga dan AK, Arema jg mengumumkan telah mengikat 4 pemain lain.
Dari 4 pemain itu, tiga di antaranya adalah anggota Arema musim lalu. Mereka adalah Hendro Siswanto, Johan Ahmad Alfarizie, dan Catur Pamungkas.
Sementara 1 sisanya adalah rekrutan anyar, yakni eks pemain Deltras, Qischil Gandrum Minny.

-aon-

28/08/2012

Resmi:

6 pemain resmi dikontrak Arema.:
Sunarto
Dendy Santoso
Munhar
Khusnul Yuli
Benny Wahyudi
Reza Mustofa.

"hari ini (kemarin) mengontrak 6 nama pemain secara resmi." ujar media officer Arema, Sudarmaji.

-aon-

28/08/2012

Robert Rene Albert, mantan pelatih Arema di musin 2009/2010, masuk dalam bursa pelatih yg dibidik managemen utk menjadi nahkoda Singo Edan.
Meski demikian, manajemen masih akan mempertimbangkan banyak aspek sebelum menyodorkan tawaran kontral kepada Robert.
"kalau Rober, dia memang pernah membawa Arema juara. Tapi penampilannya musim ini bersama Serawak FA sangat buruk, karna degradasi. Hal-hal seperti inilah yg kami analisia. Kami tidak bs sembarangan. Maka kami tunda pengumuman evaluasi karna masih menimbang-nimbang kembali kelemahan dan kelebihan pemain maupun pelatih. Kalau sembarangan kita sendiri yg celaka." Urai Dirut Arema, Rudi Widodo, ketika di temui di kantor Arema.
Rudi menuturkan, dr nama-nama pelatii yg diisuka didekati Arema, semuanya masuk daftar analisa manajemen. Miroslav Janu, Robert Albert hingga Milomir Seslija.

-aon-

10/08/2012

HAPPY ANNIVERSARY Arema Indonesia to 25th.
Semoga semakin jaya selamanya.
Arema tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana

Salam Satu Jiwa


-aon-

10/08/2012

ISL 2012/2013 TELAH GANDENG SPONSOR

Liga Super Indonesia (ISL) musim
2012/13 dipastikan bakal mulai
digelar November mendatang.
Persiapan pun sudah dilakukan
oleh PT Liga Indonesia selaku
penyelenggara.
Seperti diungkapkan CEO PT Liga
Indonesia Joko Driyono, pihaknya
telah mengevaluasi
penyelenggaraan ISL musim lalu
dan akan memperbaikinya di
musim yang akan datang.

Pria yang akrab disapa Jodri itu
menyebutkan bahwan sebuah
produk telah siap mensponsori
gelaran ISL musim 2012/13. Meski
masih dirahasiakan produk apa
yang bakal menyokong kompetisi
tersebut.
"Sponsor sudah Ada, sudah siap.
Tapi saya tak mau ungkapkan
produknya dulu," ujar Jodri usai
menggelar pertemuan dengan 18
klub bakal peserta ISL musim
2012/13 di Hotel Park Lane,
Jakarta, Kamis (9/8/2012) dinihari.

Untuk pemanasan menjelang
dimulainya kompetisi, beberapa
pertandingan pra musim juga
bakal digelar.
Jodri juga mengungkapkan bahwa
dalam hasil evaluasi
penyelenggaraan ISL musim lalu
masih terdapat beberapa klub
yang mengalami kesulitan
finansial. Karena itu, untuk
mencegahnya, kali ini ada aturan
kompetisi yang lebih ketat
mengenai urusan utang-piutang.

"Seluruh klub punya kebijakan, di
mana rambu-rambu kompetisi
yang akan datang, klub harus
menyelesaiakan dulu tunggakan,"
tegasnya.

Selain itu, untuk meningkatkan
ketaatan dan disiplin, PT Liga pun
bakal melakukan sosialisasi ke
klub-klub tersebut.
ISL 2012/13 bakal diikuti oleh 18
klub. Kompetisi ini digelar selama
delapan bulan, dari November
2012-Juni 2013.

GO ISL. .

03/08/2012

Manajemen Targetkan Kerjasama
Dengan 4 Sponsor Besar

Jersey Arema musim depan
diyakini bakal full emblem. Kostum
penggawa Singo Edan akan lebih
‘semarak’ bukan karena corak atau
desainnya yang full color namun
karena banyaknya logo sponsor
yang terpampang di sana. Paling
tidak akan ada empat logo
sponsor yang menghiasi jersey
Dendi Santoso dkk pada musim
kompetisi 2012-2013.

Wacana tersebut dilontarkan
langsung Direktur Utama Arema,
Ruddy Widodo. Menurunya, saat ini
komunikasi yang terjalin antara
manajemen dengan calon sponsor
semakin intens. Peluang
tercapainya deal juga makin besar.
“Penjajakan sudah makin intensif.
Mudah-mudahan segera deal. Kami
optimis bisa memenuhi target
minimal ada empat logo sponsor
di jersey tim musim depan,”
bebernya

Dari empat logo sponsor yang
bakal terpampang, dua
diantaranya diyakini adalah Ijen
Nirwana dan MPM Honda. Dua
sponsor besar itu kabarnya tetap
akan menyokong pendanaan
Arema musim depan.
Emblem Ijen Nirwana di bagian
depan serta MPM Honda di
belakang. Sedangkan logo dua
sponsor lain akan terpampang
masing-masing di bawah logo Ijen
Nirwana dan di bawah nomor
punggung pemain.

“Insyaallah untuk yang menemani
logo Ijen Nirwana di bagian depan
sudah ada. Tinggal yang di bagian
belakang, bawahnya nomor
punggung pemain diupayakan
segera deal,” lanjut Ruddy.

Bahkan manajemen berniat
mengalokasikan space di celana
pemain untuk sponsor yang
berminat. Sekalipun tidak terlalu
besar, namun space di jersey
tentunya mengisyaratkan sponsor
tersebut sebagai salah satu
penyokong dana tim. Karena bila
hanya sponsor biasa dengan
nominal standar tentu hanya
cukup terpampang di A-board
stadion.

“Setidaknya proposal kami sudah
masuk dalam business plan
mereka. Mudah-mudahan
semuanya bisa sesuai rencana.
Kami akan terus mengupayakan
deal segera terealisasi,” ujar
Direktur Bisnis Arema, Fuad
Ardiasnyah

Salam satu jiwa


-aon-

30/07/2012

Tunggu Keputusan Direksi

MALANG- Arema Indonesia terus bergerak cepat, untuk
mempersiapkan kompetisi musim depan. Salah satunya
adalah segera merampungkan evaluasi terhadap semua
pemainnya. Dijadwalkan pekan depan, direksi PT. Arema
Indonesia, sudah menyelesaikan evaluasi tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, rapor semua penggawa singo
edan sudah diserahkan oleh tim pelatih kepada direksi.
Untuk itu, keputusan sekarang mutlak berada di tangan
dewan direksi, yang akan diketahui pada pekan depan.
Nantinya akan diketahui siapa saja pemain yang akan
diperpanjang kontraknya, atau pemain yang akan didepak.

“Ya, pekan depan, insyallah evaluasi untuk semua pemain
sudah selesai,” ungkap Sudarmaji, Media Officer Arema
pada Malang Post, kemarin siang.
Namun, pria yang akrab disapa Darmaji ini enggan
menyebutkan kapan tepatnya evaluasi itu bakal tuntas.

“Ditunggu saja kapan pengumumannya, pasti nanti kita
akan beritahu kepada rekan-rekan wartawan,” urainya
Nasib Herman Dzumafo dkk untuk musim depan pun
sepenuhnya berada di tangan dewan direksi. “Bila evaluasi
sudah selesai semuanya, dewan direksi akan sesegera
mungkin mengumumkan kepetusannya. Jadi, sekarang
tinggal menunggu keputusan dewan direksi itu,” ungkap
mantan wartawan ini.

Sedangkan manajemen, berencana sebelum memasuki
lebaran Idul Fitri, akan segera melakukan perekrutan pemain
baru. Gerak cepat menajemen tim berjuluk Singo Edan ini
belajar dari kejadian musim lalu, dimana Arema terlambat
melakukan persiapan tim.
Khususnya setelah Arema dipecah belah oleh PSSI kubu versi
Djohar Arifin. Sehingga Arema melakukan persiapan yang
mepet, dan hanya merekrut pemain kelas dua. Kondisi
tersebut tak ingin terulang kembali di tim Arema untuk
persiapan musim depan.

“Sebelum lebaran, insyallah sudah melakukan perekrutan
pemain lokal. Jadi mohon doanya, agar semua proses yang
sedang kami jalani, untuk mempersiapkan musim depan
berjalan lancar,” tandas Sudarmaji.
Setelah menyelesaikan evaluasi pemain, direksi langsung
melakukan evaluasi terhadap tim pelatih. Komposisi tim
pelatih yang diisi oleh Suharno, Joko Susilo, Choiful Adjid,
Kuncoro dan Dwi Sasmianto, kemungkinan saja bisa
berubah. Tergantung keputusan dewan direksi, setelah
melakukan evaluasi terhadap tim pelatih.

“Tentunya setelah melakukan evaluasi pemain, direksi
langsung akan melakukan evaluasi kinerja tim pelatih. Akan
tetapi, untuk saat ini direksi masih fokus terhadap evaluasi
para pemain,” pungkas Darmaji.

-aon-

30/07/2012

ADU KREASI, HIAS GAPURA DIMULAI HARI INI !

Memeriahkan hari ulang tahun ke-25 Arema yang bertepatan dengan bulan Ramadan serta hari ulang tahun ke 67 Republik Indonesia, manajemen Arema Indonesia menggelar lomba gapura hias.

Bekerjasama dengan Malang Post yang juga merayakan ulang tahun ke-14, pendaftaran lomba gapura hias ini dimulai hari ini, hingga 10 Agustus mendatang.

Peserta bisa mendaftarkan diri di Kantor Arema, Jalan Kertanegara 7 atau di Kantor Redaksi Malang Post, Jalan Sriwijaya 1-9 dengan mengisi formulir yang diterbitkan Malang Post.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, manajemen Arema Indonesia berharap dukungan dari seluruh stake holder yang ada di Malang raya. Baik korwil-korwil Aremania, perkantoran, sekolahan, instansi pemerintah dan termasuk dukungan tiga kepala daerah se Malang Raya.

“Besok (hari ini, Red), kita akan berkirim surat ke sejumlah perkantoran dan instansi, yang sifatnya mengajak, serta himbauan untuk turut serta memperingati HUT Arema, yang bertepatan dengan HUT RI dan bulan puasa,” ucap Sudarmaji, Media Officer Arema.

“Termasuk, dukungan dari tiga kepala daerah yang ada di Malang Raya, juga kami butuhkan,” tambah pria yang juga mantan wartawan ini perihal agenda lomba gapura hias menyambut HUT Arema, HUT RI dan HUT Malang Post.

Konsepnya, setiap kelompok masyarakat di sekitar lingkungannya membangun gapura atau menghias gapura yang sudah ada dengan mengidentikkan HUT ke-67 RI, HUT ke-25 Arema dan HUT ke-14 Malang Post, serta bertemakan Ramadan di setiap gang masuk maupun gapura disetiap daerah, perkantoran, instansi, maupun sekolahan.

“Syarat dan ketentuan lomba sendiri adalah dengan mencantumkan logo 25 tahun Arema, 67 tahun Indonesia, logo Indonesia Super League (ISL), dan logo Malang Post. Serta jargon wajib yang harus dicantumkan adalah Only God Can Stop Us,” papar pria yang akrab disapa Darmaji ini.

Panitia sendiri menegaskan tidak akan membatasi kreatifitas peserta. Asal memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, semua bentuk kreasi diperbolehkan.

“Silahkan peserta mengembangkan kreasinya dalam membuat gapura, asal masih berada dalam koridor peraturan yang kami berlakukan,” jelasnya.

Harapan dengan diadakan kegiatan ini, akan memberikan suasana berbeda dalam memperingati, HUT Arema, HUT RI, dan lebaran nanti.

“Kita ingin memberikan kenangan tersendiri, bagi pemudik yang akan meninggalkan Malang usai lebaran,” pungkas Darmaji.



-aon-

Address

Jalan RAYA TUREN
Malang
65175

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aremania Kota Turen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Aremania Kota Turen:

Share

Category