23/10/2015
World Heritage Day Digelar di Maros
TN Babul Gelar Festival Karst
MAROS,PAREPOS-- Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) Maros bakal menggelar Festival Karts untuk memperingati hari konferensi warisan dunia atau world heritage day. Plt Kepala Balai TN Babul Maros, Dodi Wahyu Karyanto mengemukakan world heritage day diperingati setiap tanggal 16 November. Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia.
Indonesia termasuk negara yang memiliki warisan dunia yang cukup banyak, diantaranya taman nasional, hutan, pegunungan, danau, pulau, bangunan, dan sebagianya. Sebuah situs warisan dunia adalah suatu tempat budaya dan alam, serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah warisan bagi generasi berikutnya. " Program ini diciptakan melalui pertemuan mengenai pemeliharaan warisan kebudayaan dan alamiah dunia yang diikuti oleh peserta konferensi umum dari UNESCO pada 16 November 1972," katanya, Ahad 18 Oktober, kemarin.
Sementara Kasubag Tata usaha TN Babul, Dedy Asriady menjelaskan puncak acara festival karst akan dilaksanakan pada 15 November dimana teragendakan akan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja RI, diantaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pemuda dan Olahraga serta sejumlah pejabat pusat dan daerah." Selain itu, kegiatan festival karst ini juga akan diikuti utusan dari UNESCO, LIPI, UNHAS serta lembaga dan institusi lingkungan hidup lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedy merincikan bahwa kegiatan festival karst ini akan diisi serangkaian kegiatan, diantaranya ekspedisi gua terdalam dan gua terpanjang. Kegiatan workshop penyelamatan kawasan karst Maros-Pangkep, jambore nasional pecinta (Cave), pameran konservasi dan puncak acara festival Karts. Kegiatan-kegiatan tersebut bakal digelar dari tanggal 2-15 November 2015.
Kegiatan ekspedisi gua terdalam dan gua terpanjang akan digelar pada 2-6 November, salah satu acaranya adalah pemecahan rekor MURI untuk gua terdalam 1.119 meter dan gua terpanjang 12.264 meter. Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan potensi gua dan sumber daya alam kawasan karst Maros-Pangkep.
Sementara untuk kegiatan workshop penyelamatan kawasan Karst Maros-Pangkep akan digelar pada 14 November, diantaranya akan membahas rumusan ekspedisi, rumusan deklarasi "Save Karts" dan rencana aksi geopark Karts Maros-Pangkep. Untuk kegiatan jambore nasional pecinta Cave akan dilaksanakan pada 14-15 November yang akan diikuti 500 peserta dari TN Babul, pecinta cave, Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda Olahraga Provinsi Sulsel, Pramuka Saka Wana Bakti, Silva Indonesia, Forum Kader Konservasi, Manggala Agni Non Daops, SMA Adiwiyata dan Sekolah Alam Bissu Daeng. Kegiatan yang bertujuan sebagai wadah peran serta aktif generasi muda dalam upaya penyelamatan karst.
Pameran konservasi akan dilaksanakan pada 14-15 November 2015 dan diikuti TN Babul, BBKSDA Sulsel, Marfografi, Soa Soa Adventure, Dinas Periwisata dan Kebudayaan Maros dan Pangkep, dengan tujuan sebagai publikasi kegiatan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan ekosistem karts Maros-Pangkep,"kata Dedy.(*/c)