02/09/2012
Kompetisi IPL Sulit Digelar
Peserta Makin Berkurang
CEMAS. Para penggawa PSM saat berlatih beberapa waktu lalu. Mereka menantikan kejelasan berputarnya kompetisi IPL musim depan.
MAKASSAR, FAJAR -- Kelanjutan kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim depan semakin tidak jelas. Bukan cuma faktor dana, melainkan klub peserta semakin berkurang.
Teranyar, Persijap Jepara menyatakan tidak akan mengikuti kompetisi IPL musim depan dan memilih ikut Indonesia Super League (ISL) yang mulai digulirkan November 2012 mendatang. Sebelumnya, Semen Padang dan Persiba Bantul menyatakan akan ikut ISL.
Jika ketiga klub tersebut positif berkiprah di ISL, maka dipastikan IPL sulit lagi digelar dengan peserta yang tak sampai sepuluh klub. Musim lalu, peserta IPL hanya ada 12 klub.
Nasib PSM pun menjadi terancam. Sebab, jika IPL tak bergulir maka Pas**an Ramang tentu saja tidak dapat mengikuti kompetisi kasta tertinggi tanah air lantaran terkena sanksi turun kasta. Andi Oddang dkk juga tak bisa mengikuti ISL.
Pengamat sepak bola, Tony Ho menyatakan kalau berita ini benar maka sangat disayangkan. PSM, kata dia, mesti menerima risiko berlaga di Divisi I musim depan, karena tidak terdaftar sebagai peserta ISL.
"S**a tidak s**a dan mau tidak mau, kita harus terima risiko hasil perbuatan yang menyeberang dari kompetisi ISL ke LPI lalu. Memang, IPL sulit digelar musim depan," katanya.
Mantan pemain PSM itu melanjutkan, persyaratan sebuah kompetisi bisa digulirkan dengan minimal dan maksimal berapa klub. Namun, dengan bakal hengkangnya Semen Padang, Persijap Jepara, dan Persiba Bantul, alamat buruk bagi pengelola IPL.
"Selain itu, saya melihat PSM akan berat untuk mandiri. Dahulu menetek ke APBD, kemudian pada konsorsium. Nah, sekarang konsorsium kelabakan dalam hal pendanaan. Hampir semua peserta IPL bermasalah, tinggal PSM hanya berharap pada pengurus yang gila bola dan terpenting punya duit membiayai tim," paparnya.
Ketua Ikatan Suporter Makassar (ISM), Herry Patty juga menyatakan kompetisi IPL tak akan bergulir dan ini pertama kalinya PSM bisa tidak ada di kasta tertinggi. Dia pun mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
"Tentunya kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Kalau IPL tak bisa lagi bergulir, maka PSM mau berkompetisi dimana? Ini harus jadi bahan evaluasi pengurus ke depan," ujar Herry.
Namun, Koordinator Suporter Red Gank, Sul, menyatakan PSM akan tetap ada di kasta tertinggi sepak bola nasional. Kondisi yang ada, lanjutnya, IPL untuk sementara masih diakui oleh AFC dan FIFA sebagai kompetisi resmi, sambil menunggu hasil kerja Joint Committee.
"Kami masih Optimis IPL tetap jalan musim depan. Masalah Persijap, Semen Padang, dan Persibo itu hanyalah bagian dari manuver untuk mengingatkan LPIS supaya lebih peduli. PSM tetap aman ikut kompetisi tertinggi Indonesia. Mesti diingat, PSM bagian dari perjuangan Reformasi PSSI walau pada akhirnya memunculkan dualisme PSSI," tandasnya.
Chief Executive Officer CEO PSM, Rully Habibie yang dimintai tanggapan juga menegaskan masih yakin IPL bisa bergulir. Dia mengaku menunggu seperti apa keputusan komite bersama atau Joint Committee (JC). "IPL akan tetap bergulir dan nasib PSM aman," tegasnya.
Sementara itu, CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola kompetisi IPL, Widjajanto enggan berkomentar. Dia tak mau menjawab pertanyaan wartawan saat dikonfirmasi kemarin. (ram)