PROFIL
TEATER MATAHARI KOPANG
Berbagai misi dan pagelaran mandiri tidak kurang dari 30 buah karya drama telah dipentaskan, baik dalam bentuk teater daerah, kontemporer maupun teater experiment. Sekalipun usianya cukup lama namun semangat untuk meningkatkan kreatifitas dalam berkesenian tidak pernah mandeg. Setelah keberhasilannya meraih predikat teater terbaik pada Festival Teater se-NTB lewat “
MAS PANJI TILAR NEGARA”, Mei 1986 di Mataram, kelompok ini menjejakkan langkahnya untuk mencari bentuk dan warna yang identik sesuai keadaan dan perkembangan teater, tanpa keterbatasan dalam berkarya (berkesenian). Beberapa karya yang pernah dipagelarkan oleh Teater Matahari Kopang antara lain Jerit Kematian (1981), Janda Halima (1982), Terjebak (1983), Bambungan (1984), Gerhana Matahari (1985), Raden Mas Panji Tilar Negara (1986), Datu Berenga (1987), Tunjung Arung (1988), Sang Kapten (1989), Kesaksian (1990), Sang Pembela (1991), Putri Mandalika (TMII Jakarta 1992), Koyan (1994), Cilinaya (1995), Lingkaran Kapur Putih(1996), Lysistrata(1998), Turunnya Kebenaran Sebuah Firman (2000), Ben Go Tun (2003), Arya Banjar Getas (TMII Jakarta 2005), Dewi Ayu Anjani (TMII 2008) dan (Art Center, Bali 2009), Gelar Budaya Legenda Puteri Mandalika (TMII Jakarta 2012), dan setiap tahun aktif mengisi Acara Even Bau Nyale dengan menampilkan Drama Tragedi Puteri Mandalika.