Rayakan Persatuan dan merangkul Keanekaragaman melalui kekuatan seni dan budaya Merupakan sebuah kerangka berpikir besar Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia yang bertemakan "UNITY IN DIVERSITY" lebih dari sekedar visi indah atau harapan samar-samar. Misinya adalah untuk secara aktif mempromosikan persatuan melalui kekuatan inspirasi dan energi dari music dan tari. Dengan Sub tema “Rise Up Papuan You
th” bangkitlah pemuda Papua yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman untuk keluarga dan orang-orang dari segala usia dan latar belakang untuk merayakan kesatuan, untuk merangkul keberagaman kita, untuk menjembatani dan memberikan kesempatan bagi orang dewasa dan anak-anak untuk menghabiskan hari-hari indah bersama. Ini adalah komitmen untuk memenangkan hati dan pikiran dengan merangkul semua generasi muda sehingga kita dapat membawa perubahan yang ingin di lihat. Program ini terdiri dari pertunjukan musik dan tari dari pelajar dan pemuda yang berbakat yang mewakili berbagai latar belakang. Apalah cara yang lebih baik untuk menjembatani kesenjangan rasial selain melalui seni? Hal ini dipandang perlu dilakukan secara kontinyu dan konsisten terutama bagaimana mendorong Pemuda Papua agar dapat berdaya saing di bidangnya. Untuk itu, ada beberapa tantangan dan ancaman yang perlu diketahui sebelum mengambil kebijakan yang tepat sasaran dan tepat guna mengarahkan generasi muda papua menuju persatuan. Dalam menyikapi tantangan besar Bangsa Indonesia secara khusus Pemerintah Provinsi Papua untuk menyiapkan serta mendorong sumber daya manusianya (SDM) yang berkompetitif dan berdaya saing tinggi guna mengahadapi tantangan maka perlu dilakukan beberapa tindakan pencegahan dan persiapan yang matang. Untuk itu, ada beberapa tantangan dan ancaman yang perlu diketahui sebelum mengambil kebijakan yang tepat sasaran dan tepat guna. Tantangan dalam menjaga keutuhan NKRI terutama dalam hal seni dan budaya di Provinsi Papua sebagai dampak dari tantangan ekonomi terbuka yang dapat diakses/dijangkau secara langsung oleh bangsa dan negara lain merupakan hal yang tidak dapat disepelekan. Pemerintah sudah seharusnya melakukan sejumlah hal radikal untuk memproteksi dampak/ancaman baik langsung maupun tidak langsung. Disisi lain, pembinaan terhadap kaum muda adalah tanggungjawab semua pihak. Yaitu bagaimana pemuda diberdayakan sehingga mampu menjadi calon pemimpin bangsa yang integritasnya teruji serta dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik adalah juga merupakan tantangan yang fundamental yang tidak terlepas dari peran Pemerintah Provinsi Papua. Pemberdayaan pemuda yang selama ini tidak lebih dari lips service semata. Tentu saja hal ini bukan hanya menjadi persoalan serius (seriously problem) semata-mata bagi Pemerintah Indonesia secara khusus Pemerintah Daerah Provinsi Papua melainkan juga menjadi tantangan serius bagi dunia usaha (entrepreneurship) yang jika tidak disikapi secara dini maka akan mengalami kemandekan dan penurunan produksi sebagai akibat dari penurunan sumber daya manusia (SDM) terhadap bidang yang ditekuninya. Situasi ini tidak dapat dihindari dan akan terjadi secara khusus di dunia usaha bidang seni (gerak, tari, tarik suara, dll) yang berhubungan dengan tantangan seni dan budaya. Alhasil kita kehilangan jati diri bangsa Indonesia secara khusus seni dan budaya di Papua. Ancaman
Di sisi lain, ancaman serius yang dihadapi bangsa ini terutama di Provinsi Papua apabila para (Stakeholders) pemangku kepentingan mengabaikan pemuda adalah maraknya pemuda yang terlibat obat-obatan terlarang, HIV/AIDS, putus sekolah, pengangguran dengan sejuta potensi yang belum tersalurkan, dan kemiskinan belum lagi masalah miras, kecelakaan, angka kriminal yang semakin tinggi dari tahun ke tahun yang semuanya itu adalah dampak secara langsung kepada
pemuda, dan masih banyak lagi yang adalah merupakan persoalan bangsa yang masih perlu dicari jalan keluarnya. Untuk itulah, GEMAPI (Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia) yang merupakan organisasi berhimpunnya pemuda, mahasiswa, pelajar memandang perlu untuk menjadi mitra bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat (Trilogi Pembangunan Berkelanjutan) berupaya menjadi mediator bagi pemuda untuk menjadi Pemimpin, mengeksploitasi potensi untuk memberikan nilai tambah (benefit values) bagi trilogi pembangunan berkelanjutan tadi (pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat), berupaya menjaga dan menyeimbangkan peran Pemuda dihampir semua kebijakan, yaitu bukan lagi menjadi objek melainkan menjadi subjek yang akan memberikan nilai tambah bagi pemerintah, lingkungan, keluarga yang merupakan kunci masa depan bangsa (the key of the future of the nation). Jika kita sejenak menyimak pemuda yang hampir sebagian besar berada di Kota Jayapura karena merupakan pusat pendidikan di Tanah Papua, kita akan kagum melihat banyaknya potensi yang belum digali ibarat raksasa yang sedang tertidur yang jika dibangunkan akan memberikan ledakan positif bagi negara terutama Provinsi Papua. Pemuda Kota Jayapura yang menaruh minat pada bidang seni cukup besar jumlahnya khususnya pada seni musik dan tari, hal ini merupakan potensi yang positif jika mampu dikelola secara baik. Seni merupakan salah satu aspek kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dalam hidup setiap individu, termasuk para generasi muda. Begitu banyaknya jenis kegiatan kesenian maka banyak pula cara digunakan untuk mengapresiasikannya. Dari paparan di atas, seharusnya peningkatan seni, budaya dan khususnya sastra lebih gencar dilakukan karena sastra adalah vitamin batin, kerja otak kanan yang membuat halus sikap hidup insani yang jika benar-benar dimatangkan, akan mampu menumbuhkan sikap yang lebih santun dan beradab. Berkenaan dengan hal tersebut, Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia hendak melaksanakan Festival Anak Bangsa ke- III (FAB) Tahun. NAMA KEGIATAN
Nama Kegiatan ini adalah Festival Anak Bangsa (FAB) dengan
Tema: “Unity In Diversity” persatuan dalam keberagaman
Sub Tema “Rise Up Papuan Youth” (Bangkitlah Pemuda Papua)
C. JENIS KEGIATAN
Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Band;
3. Rap Perform;
4. Battle Rap;
5. Tari Kreai modern Dance;
6. Battle Dance All Stylle