31/08/2024
*Para Pencari Keimanan*
Mubayyin Baru lainnya dari Burkina Faso, Tn. Suri Hamido menulis, βSebelum bergabung dengan Jemaat dahulu saya selalu terlilit banyak kesulitan, dan anak-anak saya senantiasa meninggal pada usia muda. Saya pun pergi ke orang-orang yang dianggap keramat dan suci. Sebagian mereka meminta saya menyajikan seekor kambing sementara sebagian mereka meminta saya mengajukan seekor ayam dan menyembelihnya atas nama berhala-berhala supaya semua kesulitan saya hilang. Ketika mendengar pesan Ahmadiyah, saya pun takjub lalu bergabung dengan Jemaat.
Uang yang biasa saya persembahkan bagi para pemuka agama dan berhala-berhala, mulai saya gunakan untuk membayar candah. Perlahan-lahan Allah Taβala menyingkirkan semua kesulitan saya dan juga menganugerahi saya anak-anak yang sehat walafiyat dan berumur panjang.
Ketika para pemuka agama melihat saya beberapa lama kemudian bahwa saya telah berhenti mendatangi mereka, mereka pun akhirnya tahu bahwa saya bergabung dengan Jemaat. Mereka bertanya, βMengapa engkau meninggalkan kepercayaan kakek moyang kita?β
Saya berkata kepada mereka, *Saya menemukan kebahagiaan sekarang. Allah Taβala telah mengaruniai saya anak-anak yang berumur lama*
*Saya membayar candah dan Allah Taβala menguatkan kelemahan saya dalam hal pembayaran candah*
*Ini semua keberkatan Jemaat Ahmadiyah yang mana Allah Taβala telah mengubah keadaan saya menjadi lebih baik* .
*Setiap pekerjaan yang saya mulai selalu berakhir baik sebagaimana mestinya. Maka dari itu, saya berpandangan Allah Taβala itulah Yang menjadikan saya menjalani jalan ini. Ada pun jalan yang dilalui kakek moyang saya ialah jalan yang sesat"*
_Khotbah Jumat_
_Sayyidina Amirul Muβminin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis atba_
_Tanggal 06 Oktober 2017 di Masjid Baitul Futuh, UK_