21/12/2015
Rapor Indonesians Abroad Sepanjang 2015
*Di like ya mber!
Kekosongan kompetisi nasional selama periode tahun 2015 ini tak menghalangi sejumlah pemain yang berkiprah di mancanegara untuk tetap beraksi.
Beberapa pemain seperti Andik Vermansah di Malaysia dan Sergio can Dijkdi Thailand bahkan mampu untuk memberikan kinerja maksimal mereka dalam mengantarkan klub masing-masing meraih catatan prestasi tersendiri.
Andik Vermansah
Selangor FA
Tak berlebihan rasanya menyebut Andik sebagai pemain asal Indonesia yang paling bersinar selama berkiprah semusim terakhir di mancanegara. Puncak prestasinya adalah ketika berhasil memberikan kontribusinya bagi Selangor FA yang menjadi kampiun Piala Malaysia tahun ini. Di pentas Malaysian Super League, eks winger Persebaya 1927 itu membawa Red Giants finis di urutan ketiga klasemen akhir - yang belakangan naik ke posisi runner-up menggantikan Pahang FA akibat sanksi pengurangan poin.
Sergio van Dijk
Suphanburi FC
Meski tak lagi muda, bomber berdarah Belanda tersebut tetap mampu menunjukkan ketajamannya. Sergio menjadi mesin gol andalan Suphanburi dengan mengoleksi 14 gol dari 19 penampilannya di kancah Thai Premier League musim ini. Torehan itu mengantarkan Suphanburi mengakhiri kampanye di urutan ketiga klasemen akhir yang seharusnya mendapat jatah tiket menuju Liga Champions Asia, namun sayang klubnya gagal memenuhi kriteria club licensing AFC sehingga dipastikan urung ambil bagian.
Stefano Lilipaly
SC Telstar
Hampir setengah musim dijalani Fano bersama Telstar di kompetisi Eerstedivisie Belanda. Proses adaptasi playmaker Indonesia itu di kasta kedua negeri kincir angin tak menemui hambatan berarti dikarenakan pernah merumput di sana pada awal kariernya. Tak lama usai didatangkan dari Persija Jakarta di awal musim, Fano langsung menembus skuat utama dan sejauh ini mencatatkan 12 penampilan dan menyumbangkan satu gol.
Dedi Gusmawan
Zeyar Shwe Myay
Bergabungnya Dedi dengan Zeyar Shwe Myay tak lepas dari rekomendasi yang diberikan Stefan Hansson, pelatih asal Swedia yang juga pernah menanganinya saat masih memperkuat Mitra Kukar. Sejak awal bergabung hingga kompetisi Myanmar National League berakhir, pemain yang berposisi sebagai bek itu hampir bisa dipastikan selalu menjadi andalan utama di jantung pertahanan tim.
Greg Nwokolo
BEC Tero Sasana
Penyerang kelahiran Nigeria tersebut merupakan salah satu pemain asing yang menonjol dalam skuat BEC Tero yang berlaga di Thai Premier League musim ini. Total lima gol berhasil dibukukannya dalam 16 penampilannya musim ini. Hanya saja, performa impresifnya itu tak mampu untuk mengangkat prestasi tim yang gagal untuk lolos dari zona degradasi.
Adam Alis
East Riffa
Meski tergolong sebagai pendatang baru yang masih berusia muda, Adam mampu cepat beradaptasi dengan iklim kompetisi di Bahrain. Tampil bersama East Riffa di kasta tertinggi, eks gelandang serang Persija Jakarta itu sudah dipercaya untuk beberapa kali tampil bersama skuat utamadan menampilkan aksi individu yang cukup menyita perhatian.
Irfan Bachdim
Consadole Sapporo
Terhitung sudah dua musim penuh pemain berdarah Belanda tersebut berkarier di Jepang. Musim ini, Irfan membela panji Consadole Sapporo usai didatngkan dari Ventforet Kofu. Selama semusim berkiprahdi pentas J-League 2 atau kasta kedua kompetisi, eks playmaker Persema Malang itu mencatatkan 95 menit penampilan dalam total enam laga yang dimainkannya sebagai pengganti.
Victor Igbonefo
Osotspa Samutprakan
Didatangkan dari Arema Cronus, awalnya Victor diyakini akan menjadi andalan utama di lini belakang Osotspa. Sempat menunjukkan kinerja positif di awal kiprahnya di Thai Premier League musim ini, perlahan bek kelahiran Nigeria itu mulai kesulitan bersaing menembus tim inti. Secara keseluruhan, Victor hanya mencatatkan total delapan penampilan selama satu musim kompetisi penuh.
Ryuji Utomo
Al Najma
Mantan penggawa tim nasional U-19 Indonesia tersebut langsung memberikan dampak positifnya bagi Al Najma di pentas divisi dua Bahrain. Bergabung sejak awal musim di tim yang juga memiliki asisten pelatih asal Indonesia, Rudi Eka Priyambada, Ryuji menjadi andalan di lini belakang tim. Cedera sempat menghambatnya untuk beraksi namun tak menjadi penghalang berarti dalam menampilkan tren positif timnya dalam persaingan promosi ke kasta tertinggi.
Tonnie Cusell
Ajax Amateurs
Selepas meninggalkan kompetisi tanah air,Tonnie memutuskan untuk kembali ke Belanda namun bermain di level amatir. Gelandang yang pernah memperkuat Barito Putera itu merupakan salah satu penggawa lini tengah Ajax Amateurs di Hoofdklasse atau setara kasta kedua level amatir dan kerap kali ambil bagian kala timnya bertanding.
Farri Agri
Al Ahli Doha
Lama tak terdengan, Syafarizal Mursalin atau yang akrab disapa Farri Agri melanjutkan kiprahnya sebagai pesepakbola di kompetisi Qatar Stars League musim ini bersama dengan Al Ahlo Doha. Pemuda berusia 23 tahun tersebut sempat sekali dipecaya tampil pada September lalu ketika timnya kalah 2-0 dari Al Gharafa.
Arthur Irawan
Waasland-Beveren
Tahun ini merupakan musim kedua bagi sang pemuda Indonesia tersebut berkiprah di pentas Liga Pro Belgia. Hanya saja, kendati musim 2015/16 sudah berjalan memasuki pertengahan kompetisi, Arthur belum sekalipun mendapat kesempatan untuk tampil dalam partai kompetitif.