Syifaaul QULUB

Syifaaul QULUB Salah satu tempat mencari ridho illahi. mempublikasikan segala kegiatan yg ada di majlis dzikir syifaaul qulub.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu, Saudar...
01/06/2026

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu, Saudara/i sekalian untuk menghadiri Pengajian Rutin Bulanan dan Kajian Kitab Kifayatul Akhyar yang insya Allah akan dilaksanakan pada:
📅 Hari/Tanggal : Kamis malam Jumat, 4 Juni 2026
🕰️ Waktu : Ba'da Maghrib hingga selesai
📍 Tempat : Sekretariat Majlis Syifaaul Qulub
(Jl. Perintis RT 18 RW 02, Kel. Karet, Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan)
Acara akan diisi dengan: • Pembacaan Asmaul Husna
• Surat Yasin
• Ratibul Haddad
• Maulid Diba'
• Kajian Kitab Kifayatul Akhyar
Bersama:
Al Habib Ali bin Idrus Al-Masyhur
Al Ustadz H. Amir Khoiri, MA
Mari hadir untuk menambah ilmu, memperbanyak dzikir dan shalawat, serta mempererat ukhuwah dalam bingkai kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Kehadiran Bapak/Ibu merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami.
Yang jauh mendekat, yang dekat merapat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 🤲🏻
Majlis Syifaaul Qulub

29/05/2026

Kajian kitab NASHOIHUL IBAD oleh Alhabib ALI bin Harun Aljunaed.
Syifaaul qulub

21/05/2026

Maulid addibai

21/05/2026

Kajian kitab Riyadhu Solihin.

Tanda Orang Akan Meninggal Menurut Imam GhazaliMengutip dari Kitab Ihya Ulumuddin, Karya Imam Al-Ghazali yang di tulis o...
14/05/2026

Tanda Orang Akan Meninggal Menurut Imam Ghazali

Mengutip dari Kitab Ihya Ulumuddin, Karya Imam Al-Ghazali yang di tulis oleh Al-Habib Prof. Dr. KH. R. Shohibul Faroji Al-Azhmatkhan Al-Husaini dijelaskan bahwa :

Tanda-tanda orang yang akan meninggal Menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin adalah:

1. Mendengar suara aneh:
Dalam waktu 12 bulan sebelum ajal, akan mendengar suara yang aneh yang belum pernah didengarnya.

2. Melihat sinar matahari berwarna hitam:
Dalam waktu 9 bulan sebelum ajal, akan melihat sinar matahari berwarna hitam.

3. Melihat warna air menjadi merah dan api berwarna hitam:
Dalam waktu 6 bulan sebelum kematian, akan melihat warna air menjadi merah dan api berwarna hitam.

4. Melihat laut yang terbentang luas:
Dalam masa 100 hari sebelum kematian, akan melihat laut yang terbentang luas di depannya.

5. Tidak dapat melihat lengan tangan:
Sebelum 80 hari menjelang ajalnya, apabila menopang tangan di atas kening sendiri lengan tangan di hadapannya, tidak akan dapat melihat lengan tangannya.

6. Tidak dapat menggerakkan jari manis:
Dalam 70 hari sebelum kematian menjemput, tidak akan dapat menggerakkan jari manisnya seperti biasa.

7. Melihat matahari seperti kaca cermin:
Sebelum 40 hari kematian menjemput, akan melihat matahari seperti kaca cermin yang didalamnya terdapat bayangan diri pribadi.

8. Telinga berdengung:
Pada 40 hari sebelum ajal, telinga akan berdengung terus-menerus.

9. Perasaan kosong:
Dalam 30 hari sebelum ajal, perasaan kadang-kadang kosong.

10. Langit-langit mulut tidak terasa geli:
Dalam tujuh hari menjelang kematian, langit-langit mulut terasa geli jika dijilat dengan ujung

11. Terdengar suara gaduh dan tangis bayi: Dalam waktu tiga hari sebelum ajal, terdengar suara gaduh dan mendengar suara tangis bayi yang baru lahir.

12. Napas yang keluar dari hidung terasa dingin: Sebelum 24 jam menjelang ajal, napas yang keluar dari hidung terasa sangat dingin, sedang lidah terasa panas.

13. Jalannya napas mulai berkurang:
Sebelum tiga jam kematian, jalannya napas mulai berkurang.

Perlu diingat bahwa tanda-tanda kematian dapat berbeda-beda pada setiap orang dan tidak semua orang akan mengalami semua tanda-tanda tersebut.

Semoga kita semua menjadi ahli surga tanpa hisab

Aamiin ya Allah 🤲

Wallahu a’lam bish shawwab.



09/05/2026

✨ Alhamdulillah, kegiatan pengajian dan majelis ilmu kembali terlaksana dengan penuh keberkahan.
Semoga setiap langkah menuju majelis menjadi amal kebaikan, setiap lantunan ayat menjadi penyejuk hati, dan setiap ilmu yang disampaikan membawa manfaat dunia hingga akhirat. 🤲📖
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." 🌙
Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan berpartisipasi.
Semoga majelis ini senantiasa menjadi tempat tumbuhnya cinta kepada Allah, Rasulullah ﷺ, dan Al-Qur’an. ✨

Kudus, sebuah kota kecil yang strategis di jalur Pantura Jawa Tengah, dikenal dengan julukan kota santri. Dari "rahim" K...
01/05/2026

Kudus, sebuah kota kecil yang strategis di jalur Pantura Jawa Tengah, dikenal dengan julukan kota santri. Dari "rahim" Kota Kudus ini telah lahir banyak ulama besar yang membawa cahaya keilmuan dan keteladanan. Salah satu tokohnya adalah KH Muhammad Sya'roni Ahmadi. Sejak masa muda hingga akhir hayatnya di usia 86 tahun, seluruh waktu KH Sya'roni Ahmadi dihabiskan untuk menyebarkan ilmu agama, berdakwah, dan mengabdi kepada masyarakat Kudus.

Berkat kecerdasan, ketekunan, dan kedisiplinan di atas rata-rata, KH Sya'roni Ahmadi diakui sebagai salah satu ulama yang handal dalam berbagai disiplin ilmu, terutama dalam bidang tafsir dan qira’ah sab’ah. Tak heran kemudian pada tahun 1953 M, ia pernah diundang secara khusus oleh Presiden Soekarno ke Istana Negara untuk membacakan Al-Qur’an dengan qira’ah sab’ah.

Selain berdakwah, KH Sya'roni Ahmadi juga melanggengkan tradisi ulama melalui tulisan. Ia menulis dan mensyarahi Matan Syatiby. Kitab tersebut dinamakan Faidhul Asani 'ala Hirzil Amani wa wajhit Tahani. Penjelasan dalam kitab Faidhul Asani membuat bait-bait Syatibiyah menjadi ringkas dan jelas dan tentu mudah untuk dipahami. Sampai sekarang, kitab ini menjadi rujukan inti dalam pembelajaran ilmu qiraat.

Kiai Kharismatik tanpa Pesantren, KH. Sya’roni Ahmadi KudusKudus, kota yg konon dulunya bernama Loaram, punya sejarah ya...
01/05/2026

Kiai Kharismatik tanpa Pesantren, KH. Sya’roni Ahmadi Kudus

Kudus, kota yg konon dulunya bernama Loaram, punya sejarah yang erat kaitannya dengan Sunan Kudus, tak hanya kota dan ikon kotanya yang indah, di sana juga tinggal seorang kiai yang karismatik dan otoritatif, yang sangat gigih dalam memperjuangkan agama, namun tak memiliki pesantren.

Beliau adalah KH. Sya’roni Ahmadi, ulama yang menguasai ilmu agama secara interdisipliner. Pendakwah ulung dan guru masyarakat yang terkenal sangat alim dan multi talent, sebab tak hanya ahli dalam dakwah lisan sebagai macan panggung, namun beliau juga ahli dalam dakwah melalui media tulisan, yang hingga kini masih dijadikan rujukan. Dan nasihat-nasihat beliau masih dapat dinikmati di beberapa kanal youtube yg direkam semasa beliau masih sugeng.

Kelahiran dan Pendidikan

KH. Sya’roni Ahmadi dilahirkan di Kudus pada tanggal 17 Agustus 1931 dari pasangan Ahmadi dan Hayati, Kiai Sya’roni merupakan anak yang ketujuh dari delapan bersaudara yaitu Hj. Maftubah, Hj. Hanifah, Fatimah, Muzamil, H. Nur Hamid, H. Misbah, Khudlori, dan Faiqul Ihsan. Kiai Sya’roni lahir dari keluarga santri dengan ekonomi yang pas-pasan. Sejak kecil, beliau sudah ditinggal ibunya, ketika berusia 8 tahun, sepeninggal ibunya beliau diasuh oleh ayahnya, namun sang ayah juga wafat diusianya yang ke-13 tahun.

Majalah Tebuireng
Iklan Tebuireng Online
Meski ujian pahit mendera hidupnya, sejak masih anak-anak, Sya’roni sangat rajin belajar terutama ilmu agama, mulai dari al-Quran sampai Tasawuf. Sya’roni kecil juga rajin mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan di sekitar kota Kudus. Pada usia 11 tahun, beliau sudah hafal 100 bait nadzam Alfiyah Ibnu Malik. Dan pada usia 14 tahun, sudah hafal al-Quran. Kemudian di usia 14 hingga 26 tahun beliau mendalami kitab kuning.

Interaksi yang sangat intens dengan guru-gurunya yang alim, menjadikan Kiai Sya’roni sebagai sosok ulama yang menguasai ilmu agama secara interdisipliner. Semua bidang keilmuan dikuasainya, baik Ilmu tafsir, fiqih, ushul al-fiqih, qawaid al-fiqhiyyah, nahwu, shorof, balaghah, mantiq, dan lain sebagainya.

Pendidikan formalnya diperoleh dari Madrasah Diniyah Mu’awanah di Ma’ahid Lama asuhan KH. Muchit. Setelah itu belajar al- Qur’an (al-Qira’ah as-Sab’iyyah) ke Pesantren Yanbu’ul Qur’an asuhan KH. Arwani Amin Kudus. Kemudian berguru kepada KH. Turaikhan al- Juhri, KH. Turmudzi, dan KH. Asnawi Kudus dan kiai lainnya.

Peran dan Jasa

Setelah sekian lama belajar, dalam usia muda Kiai Sya’roni sudah mulai berdakwah di masyarakat. Beliau berdakwah di masjid-masjid atau di rumah-rumah penduduk yang dijadikan tempat mengaji. Beliau juga sering mengisi pengajian umum atau tabligh akbar.

Peran dan jasa beliau;
1. Pada masa penjajahan Belanda : aktif dalam perang gerilya melawan penjajah.
2. 1965 : saat terjadi pemberontakan PKI,menolak tegas ideologi komunisme,
3. 1955 : Aktif berkampanye untuk Partai Ka’bah, kemudian bergabung dengan Partai NU.
4. 1984 : bergabung dengan ppp namun hanya di belakang layar dan tidak berada di garis struktural
5. Banyak berjasa dalam mengembangkan madrasah-madrasah di kota Kudus, seperti Madrasah Banat NU, Muallimat, Qudsiyyah, Tasywiq al-Thullab al-Salafiyah (TBS), dan Madrasah Diniyah Keradenan Kudus.
6. penasehat Rumah Sakit Islam YAKIS dan menjabat Mustasyar NU Cabang Kudus.

Sejak periode tahun 1980-an, Kiai Sya’roni mulai banting setir. Gaya dakwah yang dulu keras, dirubah total menjadi lebih halus dan lunak. Hal itu disesuaikan dengan pergeseran logika dan kebutuhan masyarakat yang setiap saat berubah. Berkat perjuangan Kiai Sya’roni, tradisi dan corak kehidupan masyarakat Kudus cukup agamis.

Tradisi santri yang sekarang lekat dengan masyarakat Kudus, tidak bisa lepas dari jasa-jasa beliau. Pengajian rumahan atau pengajian di masjid-masjid, seperti pengajian Ahad Pagi, hingga kini masih rutin dijalankan. Kiai Sya’roni juga mampu merangkul semua kalangan, terutama kaum Nahdliyyin dan Muhammadiyah, untuk ikut serta dalam pengajiannya.

Karya-Karya

( A.Mubarok Yasin : Ensiklopedi) Selain rajin mengkaji kitab dan berdakwah, Kiai Sya’roni juga produktif menulis. Kitab-kitab karangannya berbentuk matan, terjemahan, dan syarah, sebagian di antaranya digunakan untuk mengajar. Kitab-kitab tersebut banyak yang dijadikan kurikulum wajib di madrasah-madrasah sekitar kota Kudus.

Karya-karya tersebut, antara lain:

1. Faidl al-Asany. Membahas Qira’ah al-Sab’iyyah. Terbagi dalam tiga

2. Tarjamah Tarsil al-Turuqat, membahas ilmu manthiq atau logika

3. Al-Tashrih al-Yasir fi ‘ilmi al-Tafsir. Mengulas tafsir al-Qur’an, mulai dari pembacaan, lafal-lafalnya, sanad, arti-arti yang berhubungan dengan hukum, dan sebagainya. Tebal 79 halaman, ditulis pada tahun 1972 M/1392 H.

4. Qira’ah al-Ashriyyah. Mengulas tata cara membaca kitab kuning. Terdiri dari tiga juz. Penyusunan kitab ini, menurut Kiai Sya’roni, bertujuan untuk memudahkan para santri atau siswa dalam mempelajari kitab kuning.

5. Al-Faraid al-Saniyah. Mengulas doktrin ahlusunnah wal jama’ah. Penyusunan kitab ini, konon, diilhami oleh kitab Barigat al- Muhammadiyah ‘ala Tariqat al-Ahmadiyah milik KH. Muhammadun Pondowan, Tayu, Pati. Kiai Sya’roni menulis kitab ini selama kurang lebih dua tahun.

6. Tarjamah al-Ashriyyah. Membahas ilmu Ushul al-Fiqh, mengupas lafadz ‘amm dan khas, mujmal dan mubayyan, ijma’, qiyas, dan sebagainya. Disusun pada Ahad siang, 29 Juni 1986 M/21 Syawal 1406 H.

Kembali ke haribaan Ilahi

Pada 27 April 2021 lalu, Umat muslim khususnya kota Kudus kehilangan sosok teladan tersebut, kiai Sya’roni yang juga menjadi Mustasyar PBNU, menghembuskan nafas terakhirnya di RSI Sunan Kudus dalam usia 89 tahun, dengan meninggalkan banyak karya dan teladan yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh para santri generasi setelahnya. (Alif.id)

Diantara ceramah beliau adalah, Iman seng kuat ora gampang dipengaruhi oleh situasi, serta Rumus tahun masehi dan hijriah terdapat dalam surat al-kahfi, dimana ashabul kahfi menetap di gua selama 300 tahun, yang oleh masyarakat dihitung 309 tahun. sehingga setiap 300 tahun sama dengan 309 tahun, apabila diperkecil sama dengan 100 tahun miladiyah (masehi) sama dengan 103 Hijriah.

Oleh: S. Afifah Rusyda (Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari.)

(Website Tebuireng Online)
___________

Potret 1000 Ulama Nusantara – Episode 104
KH. Sya'roni Ahmadi Kudus

Satu demi satu, potret ini sedang diproses menjadi Digital Art Portrait.

Bukan sekadar gambar, tapi upaya mengabadikan wajah dan jejak ulama dalam karya visual.

Perjalanan menuju 1000 ulama Nusantara.
Masih panjang, dan akan terus bertambah.

📌 Sudah sampai episode berapa?
Lihat di profil, dan nantikan seri berikutnya.





Pelihara Tuyul bernama BarzanjiyKonon , Tuyul itu mahluk imut yg bisa nggondol uang serta fulus untuk yang memeliharanya...
16/04/2026

Pelihara Tuyul bernama Barzanjiy

Konon , Tuyul itu mahluk imut yg bisa nggondol uang serta fulus untuk yang memeliharanya.

Nah ini ada " Tuyul " yang lain .
Tetap bisa nggondolin banyak uang , tetapi dia tidak sejenis hantu itu . Dia kita sebut Tuyul Barzanjiy.

Kalau ijazahnya Mbah Najieh Maimoen Zubair yang saya denger ( bisa dikonfirmasi ke Mbah Sidiq Muhammad Zuhdi Abbas ) kalau mau bikin rumah , maka ambil seember pasir lalu bacain kitab maulid Al Barjanjiy.
Jangan putus putus . Mulai aljannatu sampai doa .
Habis itu bilang ke pasir:

"Sir ...pasir . Barokah al Barjanjiy kamu saya minta ajak temen temenmu semua kesini . Aku mau bikin rumah"
Insyaallah dengan suwuk seperti itu , hajat bikin Rumah Allah Ta'ala akan mudahkan

Uang dan bahan bahwn matreal buat bikin rumah akan tercukupi.

Nah , Tuyul al Barjanjiy ini mirip mirip begitu.

Saat kita mau dagang , uang modal kita kumpulin lantas kita bacain al Barjanjiy.
Full satu kitab mulai awal sampai akhir jangan ada yang dipotong , jangan ada senggang.

Kalau kepotong , kalau ada senggang batal.
Mulai dari awwal.

Begitu rampung bilang sama itu Uang:
" Wang ...Uang.

Berkahnya al Barjanjiy, aku minta kamu ajak temen temenmu kesini semua .
Yang banyak , yang barokah"

Barulah sesudah di suwuk sama Al Barjanjiy, uang uang yang kita jadikan modal dagang itu akan bertranformasi menjadi Tuyul.

Tuyulnya Tuyul TEKNO.
kalau enTEK langsung oNO.
kalau mau habis langsung ada gantinya.
Jadi terus ada gak habis habis.

Sudah.
Jangan bilang QOBILTU.
langsung saja Gaspol diamalkan ❤️

Oleh Badroel Ahmed

*Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh✨*Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan rahm...
09/04/2026

*Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh✨*
Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk berkenan hadir dalam acara:

*HALAL BI HALAL SERTA PEMBUKAAN MAJELIS DZIKIR SYIFAAUL QULUB🌹*

Yang insyaAllah akan dilaksanakan pada:

*Hari/Tanggal :* Kamis malam Jum'at, _9 April 2026_
*Waktu :* 19.00 - Selesai
*Tempat :* Yayasan Jam'iyyah Dzikir Syifaaul Qulub

Besar harapan kami atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i untuk memberikan doa dan dukungan demi kelancaran serta keberkahan acara ini.

*Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh*

Address

Jalan Bb Kelurahan Karet Setiabudi
Jakarta
12902

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Syifaaul QULUB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category