Pagar Nusa Ciklenteng

Pagar Nusa Ciklenteng Halaman ini ungkapan rasa terima kasih kami kepada para Ulama, Kyai, Habaib khususnya untuk beliau K

23/04/2022
Assalamu'alaikum warahmatullahSedulur Pagar Nusa yang besok hadir di acara "Ngaji dan Sholawat Harlah NU dan Pagar Nusa"...
29/01/2022

Assalamu'alaikum warahmatullah
Sedulur Pagar Nusa yang besok hadir di acara "Ngaji dan Sholawat Harlah NU dan Pagar Nusa" selalu jaga kesehatan, sebelum berangkat jangan lupa ambil air wudhu, bismillah niat ingsun ngaji lan sholawatan. Hati-hati jangan sungkan baca sholawat sepanjang jalan. Sampai berjumpa besok di Banjar Anyar.

Rakernas 1 PAGAR NUSA di Pondok Pesantren Ashidiqiyah Kebon Jeruk Jakarta Barat
09/11/2021

Rakernas 1 PAGAR NUSA di Pondok Pesantren Ashidiqiyah

Kebon Jeruk Jakarta Barat

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
19/10/2021

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad

Selamat kami ikut bangga pada kalianInilah atlet yang membagakan Dengan prestasi mereka atlit mengharumkan nama bangsa.Y...
03/08/2021

Selamat kami ikut bangga pada kalian
Inilah atlet yang membagakan
Dengan prestasi mereka atlit mengharumkan nama bangsa.
Yang muda harus mengejar prestasi.

Kyai Mata ApiKiai Abdurrahman adalah guru dari Ayah Gus Miek, KH. Jazuli Usman (pendiri pesantren Ploso Kediri), juga gu...
25/07/2021

Kyai Mata Api

Kiai Abdurrahman adalah guru dari Ayah Gus Miek, KH. Jazuli Usman (pendiri pesantren Ploso Kediri), juga guru dari KH. Abdul Kholiq bin KH. Hasyim Asy’ari.

Kiai Abdurrahman semasa hidupnya memangku pondok di Sekarputih Nganjuk. Beliau adalah kiai sakti mandraguna dan alim.
Kealimannya terbukti beliau adalah pentashih kitab karya Kiai Ihsan Jampes Kediri, yakni kitab Sirajut Thalibin syarah dari kitab Minhajul-‘Abidin karya Imam al-Ghazali.

Kesaktiannya antara lain beliau dikenal dengan sebutan Kiai Condromowo,

“Condromowo kuwi opo seng disawang rodok suwi, iso kobong. Mulane kitabe Mbah Durohman gosong kabeh, padahal wes diobat abetne nek ngaji.”

Maksudnya, saat melihat kertas agak lama, maka kertas itu terbakar. Maka bila beliau membaca, kitabnya agak digerakkan pelan-pelan agar tidak terbakar, sekalipun demikian, kitabnya masih gosong.

Putra Kiai Abdurrahman adalah Mbah Kiai Hakim, mursyid Tarekat Syadziliyah.
Mbah Kiai Hakim yang dulu biasa dikunjungi Gus Dur ini bisa disebut kiai nyentrik (nyleneh). Dua hal yang saya lihat sendiri kenyentrikannya.

Saat saya masih bujang, pernah sowan dengan mengajak teman yang anggota Hizbut Tahrir. Setelah salaman (jabat tangan), beliau langsung berucap,

“Ayo, aku kamu tes (uji) hadis apapun, aku akan hapal. Entah sindiran ini ditujukan ke siapa, tapi mungkin kepada……… . Yang jelas niat saya hanya ingin minta amalan.
Lalu saat saya minta amalan, beliau malah bilang,

“Datangi Kiai Fulan di daerah Bagor Sana. Dia ahli pencak dan amalan.”
Akhirnya saya pamit lalu mencari Kiai Fulan tersebut.

2. Saat acara reuni keluarga besar di Nganjuk, yang saat itu Kiai Faqih Langitan juga rawuh. Di akhir acara, pembawa acara menyampaikan bahwa doa akan dipimpin Kiai Faqih, Kiai Hakim dan beberapa kiai lain yang saya lupa namanya.

Kiai Hakim saat diberi mikrofon sontak bilang, “Sudah, saya saja yang berdoa.”

Lalu beliau berdoa dengan bahasa Jawa dan Indonesia. Setelah itu tidak ada doa lagi. Untuk semua kiai yang mulia di atas, Alfatihah….

Beberapa waktu lalu, saya ziarah ke makam leluhur di Cepoko Nganjuk. Di makam itu banyak kiai yang disemayamkan, antara lain adalah Kiai Muhtar dan Kiai Abdurrahman.

1. Mbah Kiai Muhtar adalah putra Kiai Ali Imron (pendiri Pondok Mojosari Nganjuk).
Kiai Muhtar ini menantu Bupati Pertama Berbek yakni KRT. Sosrokoesoemo I atau sering dipanggil dengan sebutan Kanjeng Djimat.

Mbah Kiai Muhtar mempunyai anak lelaki bernama Kiai Imam Asyraf.
Mbah Imam Asyraf mempunyai putri bernama Mbah Raden Khodijah yang selanjutnya dinikahkan dengan Kiai Hamid Chasbullah (adik KH. Wahab Chasbullah) Tambakberas Jombang.

(إنَّا للهِ وإنَّا إليه راجعون) Sungguh kita telah kehilangan Manusia Silat dengan berp**angnya Guru kita H. Faidlol Man...
21/06/2021

(إنَّا للهِ وإنَّا إليه راجعون)
Sungguh kita telah kehilangan Manusia Silat dengan berp**angnya Guru kita H. Faidlol Manan, S.Sos.

Beliau merupakan Pendekar Pilih Tanding yang betul betul hidup berdarah daging Pencak Silat.

Pendekar yang punya nama muda sebelum Haji sebagai Darsono ini sangat dikenal di Jawa Timur dengan panggilan Kadir.

Hal demikian tak lain karena sangat populer dan dekatnya dengan masyarakat Silat, dan kalau tampil unjuk kebolehan jurus jurusnya selalu menawan dan akting lucu sebagaimana pelawak Kadir dari Kediri dengan logat Maduranya.

Beliau yang merintis Pagar Nusa di Situbondo mulai nol. Seorang santri yang mengabdikan diri di dunia Pencak Silat lengkap mulai Tradisi, IPSI, Pesantren, Masyarakat, bahkan sangat kental berkiprah membersihkan kemaksiatan di wilayahnya.

Di dunia tradisi beliau sangat inten mulai tampil sendiri di kegiatan masyarakat atau hajatan dll, sampai yang mengorganisasi penampilan Festival dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren.

Di Forum resmi, di IPSI sampai terpilih sebagai Ketua Pengcab Situbondo, dan duduk juga di kepengurusan IPSI Jawa Timur.

Di Pagar Nusa disamping sebagai anggota Majelis Pendekar Pimpinan Pusat juga menjadi Ketua Umum PW Jawa Timur dua Periode berturut turut.

Sebagai seorang santri meski jabatannya sangat banyak (termasuk pengurus Wisata Pantai Pasir Putih), tetapi tetap mengemban Pengawalan Ziarah Walisongo Pondok Pesantren Kiai dan Gusnya KH Kholil Syamsul Arifin (Lora Kholil).

Beliau juga sering sebagai pelopor pencegahan dan penanggulangan tempat tempat maksiat bersama warga masyarakat.

Beliau p**a yang mendekatkan Abah Prof. H. Suhar BiLlah dengan Pencak Tradisional Aluran Bawean yang sangat terkenal itu.

Beliau juga yang pertama kali mengenalkan istilah nama *Pati Gaman* untuk tehnik tangan kosong lawan senjata.

Al Fatihah
Inframe : Gus Maksum dan H. Faidhol Manan
Sumber : www.nunganjuk.com

Address

Ponpes Faidlul Hikmah, Ciklenteng, Cilibur, Paguyangan
Brebes
52276

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pagar Nusa Ciklenteng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share