Koperasi Tani Sejahtera Indonesia

Koperasi Tani Sejahtera Indonesia Koperasi Tani Sejahtera Indonesia (KTSI) Tentang Kami

1. Manajemen
Pembina:
Ketua: Nuruzzaman
Bendahara:
Sekertaris:

2. Alat perjuangan kami adalah koperasi.

Sejarah

Latar belakang

Pangan merupakan kunci dari ketahanan sebuah negara. Pangan tersedia berkat adanya peran penting dari para petani. Dengan kata lain petani merupakan penjaga lambung negara. Posisi petani amatlah strategis namun anehnya apresiasi dan penghargaan kepada mereka amatlah minim. Sering kali produk mereka dihargai dengan harga yang murah. Bahkan profesi tani selalu dipandang rend

ah dan tidak menjanjikan padahal petani adalah sebuah elemen penting dalam sebuah negara. Dalam rantai produksi pertanian para petani hanya bisa menikmati sektor hulunya, sedangkan pada sektor hilir para petani tak bisa sama sekali oleh para petani. Negara belum belum maksimal dalam memback up sektor real pertanian sehingga petani dilepas begitu saja di pasar bebas untuk bersaing dengan para pemilik modal besar (kapitalis). Parahnya lembaga keuangan yang ada saat ini tidak mau menjadi partner petani kecuali ada jaminan. Memang Pemerintah mencoba memberi jalan tengah untuk memecahkan kebuntuan ini dengan membuat beberapa program namun dalam tatanan realita program-program ini jatuh kepada tangan kapitalis. Berangkat dari permasalahan ini Koperasi Tani Sejahtera Indonesia (KTSI) hadir mencoba memberikan jalan keluar dengan memback up modal, pasar dan juga manajerial dalam persaingan pasar global. Tujuan terbesar KTSI adalah menjadi pemilik industri pengelolaan hasil pertanian yang dikelola secara bersama-sama oleh petani. Hal ini agar petani dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatannya. Selama ini masyarakat (konsumen) yang tidak pandai berterima kasih kepada petani sebagai penyedia pangan, padahal Rasulullah mengatakan orang yang tidak pandai berterima kasih kepada manusia adalah orang yang tidak bisa bersyukur kepada Allah. Kami akui diluar sana banyak sekali koperasi, bahkan koperasi yang konsen di sektor pertanian juga tersebar dimana-mana. Kami mencoba berbeda dengan koperasi pertanian lainnya karena kami perhatikan ada beberapa kesalahkaprahan yang ada pada perkoperasian khususnya koperasi pertanian. Kesalahankaprahan tersebut yakni:
1. Ada kesalahkaprahan pondasi koperasi dimana koperasi berdiri bukan diatas semangat gotong royong hanya mindset yang berbadan hukum korporasi.
2. Koperasi terjebak kepada bentuk usaha UMKM gurem tidak professional dan tidak memiliki jejaring regional, nasional dan multinasional.
3. Tidak tejadi jejaring sinergi antara koperasi satu dengan yang lainnya seolah-olah mereka hidup hanya dari kekuatan anggotanya.
4. Ada perasaan paranoid pada praktisi koperasi menyebabkan banyak koperasi tidak berani berekspansi menambah jumlah anggotanya karena dikahawatirkan terjadinya kooptasi kekuasaan pengurus oleh pemilik modal besar yang baru bergabung kepada koperasi tersebut. Disamping itu kekhawatiran lainnya yakni anggota baru pemilik modal kuat mengubah visi dan misi perjuangan luhur yang digariskan pendiri awal koperasi.


3. Visi dan Misi
Visi:
Mengangkat kesejahteraan kaum tani
Misi:
1. Mengembangkan sikap bahu membahu untuk kemajuan yang hakiki bagi anggota KTSI, kaum tani dan masyarkat pada umumnya melalui sistem manajemen yang profesional
2. Menyediakan berbagai usaha dan kerja sama dalam bisnis untuk para anggota dan masyarakat pada umumnya
3. Menyediakan jaringan bisnis yang kuat untuk petani pada setiap level perekonomian
4. Memberikan pelayanan simpan pinjam secara profesioanal yang berprioritas pada kesejahteraan setiap anggota
5. Memperluas ruang lingkup bisnis KTSI dengan membangun perusahaan-perusahaan yang akan menjadi mitra menguntungkan para anggota KTSI
6. Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia KTSI (pengurus, pengelola dan anggota) secara intern melalui pendidikan, penyuluhan dan pelatihan
7. Menjalin kerja sama secara horizontal maupun vertikal dengan lembaga-lembaga mitra baik pemerintah maupun non pemerintah secara terus menerus untuk perkembangan.


4. Legal Formal
No dan Tanggal Badan Hukum: 518/07/BH/PERINDAGKOP Tgl: 14-02-2003 Notaris: Bambang Hermanto, SH
No dan Tanggal Akta Pendirian (Notaris): Akta perubahan No. 1 Tanggal: 02-11-2011 Notaris: Agus Surachman, SH
5. Kantor Pemasaran
Jl. Dewi Kunti I No. 2 Indraprasta II, Bogor 16152 Jawa Barat
Call Center: (0251) 8377478, 085710069196
Web: Proses Pembuatan

Master group
1. Yayasan Ta’awun Kemanusiaan
2. Koperasi Tani Sejahtera Indonesia
3. Majlis Ta’lim Ekonomi Terpadu

Program
1. Kavling Tanaman Pepaya

Tertarik mengikuti kami? Silahkan daftar dengan cara klik goo.gl/l7uHrx

Contoh-contoh berkas administrasi anggota
25/10/2016

Contoh-contoh berkas administrasi anggota

Legal FormalNo dan Tanggal Badan Hukum: 518/07/BH/PERINDAGKOP Tgl: 14-02-2003 Notaris: Bambang Hermanto, SHNo dan Tangga...
25/10/2016

Legal Formal
No dan Tanggal Badan Hukum: 518/07/BH/PERINDAGKOP Tgl: 14-02-2003 Notaris: Bambang Hermanto, SH
No dan Tanggal Akta Pendirian (Notaris): Akta perubahan No. 1 Tanggal: 02-11-2011 Notaris: Agus Surachman, SH

Kantor Pemasaran
Jl. Dewi Kunti I No. 2 Indraprasta II, Bogor 16152 Jawa Barat
Call Center: (0251) 8377478, 085710069196
Web: Proses Pembuatan

Tentang Kami :2. SejarahLatar belakangPangan merupakan kunci dari ketahanan sebuah negara. Pangan tersedia berkat adanya...
24/10/2016

Tentang Kami :

2. Sejarah
Latar belakang

Pangan merupakan kunci dari ketahanan sebuah negara. Pangan tersedia berkat adanya peran penting dari para petani. Dengan kata lain petani merupakan penjaga lambung negara. Posisi petani amatlah strategis namun anehnya apresiasi dan penghargaan kepada mereka amatlah minim. Sering kali produk mereka dihargai dengan harga yang murah. Bahkan profesi tani selalu dipandang rendah dan tidak menjanjikan padahal petani adalah sebuah elemen penting dalam sebuah negara. Dalam rantai produksi pertanian para petani hanya bisa menikmati sektor hulunya, sedangkan pada sektor hilir para petani tak bisa sama sekali oleh para petani.

Negara belum belum maksimal dalam memback up sektor real pertanian sehingga petani dilepas begitu saja di pasar bebas untuk bersaing dengan para pemilik modal besar (kapitalis). Parahnya lembaga keuangan yang ada saat ini tidak mau menjadi partner petani kecuali ada jaminan. Memang Pemerintah mencoba memberi jalan tengah untuk memecahkan kebuntuan ini dengan membuat beberapa program namun dalam tatanan realita program-program ini jatuh kepada tangan kapitalis.
Berangkat dari permasalahan ini Koperasi Tani Sejahtera Indonesia (KTSI) hadir mencoba memberikan jalan keluar dengan memback up modal, pasar dan juga manajerial dalam persaingan pasar global.

Tujuan terbesar KTSI adalah menjadi pemilik industri pengelolaan hasil pertanian yang dikelola secara bersama-sama oleh petani. Hal ini agar petani dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatannya. Selama ini masyarakat (konsumen) yang tidak pandai berterima kasih kepada petani sebagai penyedia pangan, padahal Rasulullah mengatakan orang yang tidak pandai berterima kasih kepada manusia adalah orang yang tidak bisa bersyukur kepada Allah.

Alat perjuangan kami adalah koperasi. Kami akui diluar sana banyak sekali koperasi, bahkan koperasi yang konsen di sektor pertanian juga tersebar dimana-mana. Kami mencoba berbeda dengan koperasi pertanian lainnya karena kami perhatikan ada beberapa kesalahkaprahan yang ada pada perkoperasian khususnya koperasi pertanian. Kesalahankaprahan tersebut yakni:

1. Ada kesalahkaprahan pondasi koperasi dimana koperasi berdiri bukan diatas semangat gotong royong hanya mindset yang berbadan hukum korporasi.

2. Koperasi terjebak kepada bentuk usaha UMKM gurem tidak professional dan tidak memiliki jejaring regional, nasional dan multinasional.

3. Tidak tejadi jejaring sinergi antara koperasi satu dengan yang lainnya seolah-olah mereka hidup hanya dari kekuatan anggotanya.

4. Ada perasaan paranoid pada praktisi koperasi menyebabkan banyak koperasi tidak berani berekspansi menambah jumlah anggotanya karena dikahawatirkan terjadinya kooptasi kekuasaan pengurus oleh pemilik modal besar yang baru bergabung kepada koperasi tersebut. Disamping itu kekhawatiran lainnya yakni anggota baru pemilik modal kuat mengubah visi dan misi perjuangan luhur yang digariskan pendiri awal koperasi.

3. Visi dan Misi

Visi:
Mengangkat kesejahteraan kaum tani

Misi:

1. Mengembangkan sikap bahu membahu untuk kemajuan yang hakiki bagi anggota KTSI, kaum tani dan masyarkat pada umumnya melalui sistem manajemen yang profesional

2. Menyediakan berbagai usaha dan kerja sama dalam bisnis untuk para anggota dan masyarakat pada umumnya

3. Menyediakan jaringan bisnis yang kuat untuk petani pada setiap level perekonomian

4. Memberikan pelayanan simpan pinjam secara profesioanal yang berprioritas pada kesejahteraan setiap anggota

5. Memperluas ruang lingkup bisnis KTSI dengan membangun perusahaan-perusahaan yang akan menjadi mitra menguntungkan para anggota KTSI

6. Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia KTSI (pengurus, pengelola dan anggota) secara intern melalui pendidikan, penyuluhan dan pelatihan

7. Menjalin kerja sama secara horizontal maupun vertikal dengan lembaga-lembaga mitra baik pemerintah maupun non pemerintah secara terus menerus untuk perkembangan.

4. Legal Formal
No dan Tanggal Badan Hukum: 518/07/BH/PERINDAGKOP Tgl: 14-02-2003 Notaris: Bambang Hermanto, SH
No dan Tanggal Akta Pendirian (Notaris): Akta perubahan No. 1 Tanggal: 02-11-2011 Notaris: Agus Surachman, SH

5. Kantor Pemasaran
Jl. Dewi Kunti I No. 2 Indraprasta II, Bogor 16152 Jawa Barat
Call Center: (0251) 8377478, 085710069196
Web: Proses Pembuatan

Master group
1. Yayasan Ta’awun Kemanusiaan
2. Koperasi Tani Sejahtera Indonesia
3. Majlis Ta’lim Ekonomi Terpadu

PEMIKIRAN B**G HATTA TENTANG KOPERASI (JAS MERAH)Apa bentuk perekonomian yang paling cocok bagi bangsa Indonesia? Para p...
01/05/2016

PEMIKIRAN B**G HATTA TENTANG KOPERASI (JAS MERAH)

Apa bentuk perekonomian yang paling cocok bagi bangsa Indonesia? Para pendiri bangsa menyebut “usaha bersama” berdasarkan azas kekeluargaan. Lalu, B**g Hatta menegaskan, bentuk usaha bersama itu adalah koperasi.

Saat ini jumlah koperasi di Indonesia mencapai 186.000. Tapi, kabarnya, sebanyak 70% diantaranya tinggal papan nama. Banyak yang menjadi korban liberalisasi ekonomi. Tidak sedikit p**a karena salah urus.

Kenapa Koperasi

Koperasi punya historis panjang di Indonesia. Menurut B**g Hatta, gerakan kebangsaan Indonesia sudah mengadopsi koperasi ini. Maklum, filosofi koperasi sama dengan semangat self-help.

Saat itu, gerakan nasional percaya, kapitalisme tak cocok dengan alam Indonesia. Gerakan moderat semacam Boedi Oetomo (BO) saja menyebut kapitalisme sebagai “suatu tanaman dari negeri asing”.

Para pemimpin pergerakan kemudian melirik koperasi. Maklum, koperasi punya persamaan dengan sistem sosial asli bangsa Indonesia, yakni kolektivisme. Masyarakat gotong-royong Indonesia gemar tolong-menolong. Sementara koperasi juga menganut prinsip tolong-menolong itu.

Koperasi juga bisa mendidik toleransi dan rasa tanggung-jawab bersama. Dengan demikian, kata B**g Hatta, koperasi bisa mendidik dan memperkuat demokrasi sebagai cita-cita bangsa.

Lebih lanjut, B**g Hatta mengatakan, koperasi juga akan mendidik semangat percaya pada kekuatan sendiri (self help). Setidaknya, semangat self help ini dibutuhkan untuk memberantas penyakit “inferiority complex” warisan kolonialisme.

Lebih penting lagi, kata B**g Hatta, koperasi bisa menempa ekonomi rakyat yang lemah agar menjadi kuat. Koperasi bisa merasionalkan perekonomian, yakni dengan mempersingkat jalan produksi ke konsumsi. Bagi B**g Hatta, koperasi merupakan senjata persekutuan si lemah untuk mempertahankan hidupnya.

Penyebab kejatuhan koperasi

B**g Hatta, yang digelari Bapak Koperasi Indonesia, sudah mewanti-wanti berbagai bentuk penyelewengan terhadap koperasi. Di masa lalu, katanya, hal ini membuat gerakan koperasi ambruk.

Di masa lalu itu, ujar B**g Hatta, keadaan koperasi tak bedah jauh dengan kongsi biasa. Ironisnya, koperasi menjadi lahan mencari keuntungan. Inilah yang membawa malapetaka: gerakan koperasi mencekek lehernya sendiri.

Ada dua bentuk kesalahan penyelenggaraan koperasi di masa lalu:

Pertama, koperasi mendorong anggotanya sangat giat untuk mendapatkan dividen yang besar di akhir tahun. Caranya: koperasi menjual mahal kepada anggotanya. Nah, supaya anggota tak membeli di “tempat lain”, maka para anggota diharuskan membeli di koperasi sendiri. Kalau tidak mau dicap “penghianat”.

Ini membawa konsekuensi: anggota yang membeli paling sering tentu memberi keuntungan paling besar bagi koperasi. Sedangkan anggota yang paling jarang membeli akan mendapat untung besar dari kawannya yang membeli banyak. Bagi B**g Hatta, jenis koperasi ini hanya akan memupuk egoisme anggotanya.

Kedua, ‘kepicikan faham’ dalam menjalankan taktik penjualan. Di sini, koperasi hanya menjalankan penjualan pada anggotanya sendiri. Sedangkan orang luar dilarang membeli. Tindakan ini, kata B**g Hatta, justru mengecilkan penjualan.

Kalau penjualan kecil, maka ongkos—sewa toko, gaji personil, biaya listrik, dll—akan mahal. Biasanya, supaya tak rugi, koperasi terpaksa menjual mahal barang-barangnya. Sedangkan kalau penjualan besar, maka ongkos pun menjadi ringan.

Jadi, penjualan memang harus dibuka ke masyarakat umum. Apalagi, kata B**g Hatta, koperasi bukanlah persekutuan egoisme segolongan manusia. Koperasi diciptakan untuk menjadi persekutuan ekonomi si lemah (anggota dan non-anggota).

Ketiga, koperasi dibangun untuk mengejar keuntungan. Akibatnya, koperasi tak ada bedanya dengan perseroan atau perusahaan. B**g Hatta, koperasi memang memerlukan keuntungan, namun itu bukan tujuan utama. Yang utama, kata B**g Hatta, adalah usaha bersama untuk memurahkan pembelian anggotanya.

Nah, kalaupun ada keuntungan dari kegiatan koperasi, B**g Hatta mengusulkan agar keuntungan itu dipakai sebagai tambahan modal atau dana cadangan. Dengan begitu, koperasi tak perlu terganggu kalau ada anggota yang mundur. Maklum, kalau ada anggota yang mundur, berarti uang iurannya harus dikembalikan. Artinya, modal koperasi akan berkurang. Itu akan ditalangi oleh keuntungan tadi.

Lantas, dimana untungnya anggota koperasi? Bagi Hatta, keuntungan menjadi anggota koperasi adalah mencapai keperluan hidup, yakni barang kebutuhan, dengan harga semurah-murahnya.

Dua Tiang Koperasi

Seperti disebutkan di atas, tujuan koperasi bukanlah menggali keuntungan, melainkan memenuhi kebutuhan bersama. Supaya itu bisa berhasil, kata B**g Hatta, maka koperasi mesti berdiri di dua tiang: solidaritas (semangat setia bersekutu) dan individualitas (kesadaran akan harga diri sendiri alias sadar diri).

Di sini, B**g Hatta membedakan individualitas dan individualisme. Bagi B**g Hatta, individualisme menuntut orang-seorang (perorangan) bertindak mencapai keperluan hidupnya. Faham ini, kata dia, tak mengendaki orang-orang diikat oleh masyarakat. Sedangkan individualitas yang dimaksud B**g Hatta adalah sifat pada setiap orang yang menandakan kehalusan budi dan keteguhan watak. Salah satu contohnya adalah kejujuran.

Dua sifat ini harus melandasi gerakan koperasi. Kalau koperasi tak dilandai semangat solidaritas, maka anggota tak akan menemukan kepentingan bersama. Jadinya, koperasi dijadikan alat untuk mencapai keperluan pribadi.

Ini akan menjadi persoalan, misalnya, ketika harga jual di tempat lain lebih rendah dibanding koperasinya. Maka, anggota yang tak punya semangat solidaritas akan beralih ke tempat lain itu. Akibatnya, koperasinya pun mati.

Begitu juga dengan semangat individualitas. Bagi B**g Hatta, jika seseorang tak punya semangat individualitas, maka tak ada semangat untuk membela keperluan hidupnya. Semangat berkoperasi pun nihil. Manusia yang tak punya semangat untuk memperjuangkan hidupnya akan cenderung pasrah pada nasib.

Individualitas juga menuntut tanggung-jawab dan kejujuran. Semua itu diletakkan dalam kerangka kepentingan bersama. Meskipun demikian, B**g Hatta menganjurkan agar koperasi tetap diikat dengan peraturan-peraturan. Ini penting sebagai aturan main dalam menjalankan koperasi itu.

Rudi Hartono, Pimred Berdikari Online

Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/pemikiran-bung-hatta-mengenai-koperasi

Mondragon Co-operative Corporation Kiblat Koperasi Pekerja Ternama duniaMondragon Co-operative Corporation, inilah koper...
21/04/2016

Mondragon Co-operative Corporation Kiblat Koperasi Pekerja Ternama dunia

Mondragon Co-operative Corporation, inilah koperasi pekerja paling ternama di dunia yang menerobos pasar global. Di negeri asalnya, Spanyol Mondragon menduduki jajaran bisnis terkemuka yang berintegrasi dengan 103 koperasi independen, kantor cabangnya tersebar di 41 negara dan penjualan produk menyebar di lebih 150 negara.

mondragon

Mondragon Co-operative Corporation (MCC) dibentuk oleh para pekerja (worker co-op) yang jadi anggota sekaligus pekerja dan majikan. Koperasi yang berdiri pada tahun 1956 ini terbukti mampu membangun bisnisnya dengan memberdayakan segenap potensi anggota. MCC kini merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Spanyol, beranggotakan 103 koperasi independen dan pegawai 74,117 orang. Kiprahnya ke pasar global di mulai pada 1991 melalui restrukturisasi usaha dengan membentuk tiga unit bisnis yaitu sektor industri, keuangan dan retail

Di bidang keuangan, MCC mengelola beberapa bank dan asuransi, Dalam bidang industri mengelola 12 divisi yang memproduksi alat-alat pertanian, komponen otomotif hingga komponen pesawat terbang. Sedangkan dalam bidang distribusi ritel, mengelola barang-barang komersil serta toko-toko makanan, antara lain Toko Eroski, salah satu toko makanan paling terkenal di Eropa. Eroski juga merupakan mata rantai toko-toko di Spanyol yang terdiri dari hypermarket, supermarket dan toko swalayan. Dalam Global List 300 ICA tahun 2012 yang bekerja sama dengan European Research Institute on Cooperative and Social Enterprise (Euricse), Eroski menduduki peringkat 45 dengan turn over mencapai USD 10,92 miliar. Sedangkan untuk kategori 20 koperasi konsumen dan retail terbesar di dunia, Eroski menduduki ranking 10 besar. Sementara dalam sektor industri, MCC menempati peringkat tujuh besar di Spanyol.



Anggota Sekaligus Majikan

Mengapa bisnis MCC begitu menggurita dengan loyalitas para karyawan yang tinggi? Hal ini tidak terlepas dari konsep kebersamaan yang dibangun melalui koperasi. Sebagai Koperasi Pekerja, anggotanya adalah pemilik sekaligus pelaku utama yang mengerjakan berbagai macam pekerjaan yang juga menjadi miliknya. Para anggota diberi kesempatan seluas-luasnya mengembangkan potensinya menjadi ahli yang profesional dengan menggabungkan pengetahuan dan pengalaman. Pelatihan secara menyeluruh kepada anggota yang juga pemilik perusahaan koperasi diberikan dengan menggabungkan pelatihan profesional dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Koperasi.

Seperti struktur koperasi pada umumnya, MCC menetapkan Dewan Pengurus yang anggotanya dipilih dalam Rapat Anggota yang merupakan pemegang kedaulatan tertinggi. Kemudian ada Dewan Manajemen, yaitu badan yang bertugas meng-koordinasi fungsi-fungsi manajemen dan memberikan saran kepada Dewan Pengurus. MCC memiliki Dewan Sosial yang mewakili anggota pada lembaga-lembaga internal koperasi, jumlah anggotanya disesuaikan dengan jumlah anggota koperasi. Untuk memantau pelaksanaan prinsip-prinsip akuntansi, dibentuk komisi monitoring yang terdiri dari para auditor.



Ketika bergabung dengan koperasi, anggota wajib menyerahkan dana untuk modal, jumlahnya ditentukan oleh Rapat Anggota setiap tahunnya sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan mengenai pembagian SHU (Net Surplus) setelah dikurangi pajak dibagi tiga bagian, Dana Sosial, Dana Cadangan dan Deviden yang diberikan kepada anggota sesuai transaksinya dengan koperasi. Deviden ini oleh anggota perorangan ditanamkan kembali pada koperasi. The European Federation of Employer Share Ownership (EFES) telah mengakui MCC merupakan contoh praktik terbaik dari organisasi partipatoris/demokratis, yang kemudian menempatkan MCC dalam peringkat pertama sebagai organisasi/perusahaan dimana para pekerjanya menguasai lebih dari 50% pemilikan modal.

Dalam laporan keuangan tahun 2015, MCC membukukan aset 24,725 miliar euro dan pendapatan 12,574 miliar Euro. Di bidang pengabdian lingkungan ( Corporate Social Responsibility) MCC memilah beberapa program meliputi kemasyarakatan, aspek manusia dan demokrasi. Dari aspek kemasyarakatan antara lain berdirinya lembaga pendidikan Mondragon University, Politeknik dan Sekolah Menengah. MCC juga memiliki Pusat Pelatihan Kerja, Pusat Teknologi, Pusat riset manjemen usaha dan organisasi. Antara 5% hingga 10% dari SHU yang diperoleh dari usaha MCC dialokasikan untuk Dana Pembangunan dan Pendidikan. Kontribusi MCC di bidang pendidikan, dibuktikan dengan pembangunan sembilan universitas, 1.676 periset dan 4.567 mahasiswa. Tahun 2014, MCC mengucurkan dana 145 juta euro untuk keperluan riset dan pengembangan.

Kontribusi nyata MCC terhadap Spanyol, tahun 2014 koperasi ini merekrut sebanyak 1.000 tenaga kerja. Jumlah tersebut kata, Chief Executive Officer MCC Jabier Sotil diharapkan meningkat pada tahun mendatang. (Irsyad Muchtar)

Source: MajalahPeluang.com

Tertarik mengikuti kami? Silahkan daftar dengan cara klik link berikut --> http://adf.ly/1ZdIPB
20/04/2016

Tertarik mengikuti kami? Silahkan daftar dengan cara klik link berikut --> http://adf.ly/1ZdIPB

PERMASALAHAN UMMAT ISLAM DALAM PEREKONOMIANMengapa umat Islam yang notabene merupakan jumlah penduduk mayoritas di Indon...
19/04/2016

PERMASALAHAN UMMAT ISLAM DALAM PEREKONOMIAN

Mengapa umat Islam yang notabene merupakan jumlah penduduk mayoritas di Indonesia tidak mampu leading dalam pengendalian ekonomi..?

Berikut ini potretnya :
1. Nafsi-nafsi dan tidak saling menanggung walaupun berada di dalam sebuah wadah/ asosiasi penggerak ekonomi islam.

Berkumpul saat membutuhkan sumberdaya, modal, akses, pasar, dsb. Juga membuat kajian ekonomi syariah.
Namun pada saat ada yang bangkrut, jatuh, gagal bayar, semua menghindar tanpa kejelasan bantuan pertolongan secara berjamaah

2. Tidak pandai berterimakasih / bersyukur kepada entitas yang telah membantunya menjadi besar.

Pengusaha meminjam modal pada saat memulai usaha dan berbagi hasil dengan shohibul maal.
Ketika pinjaman penguaha sudah lunas dan usaha semakin besar, shohibul maal awal tidak mendapatkan manfaat dari pengusaha yang sudah dibesarkannya

3. Terkepung Kartel dan Bisnis Perampokan HPP Nol.
a. Siklus eksplorasi hutan berbayar Dana Reboisasi
b. Siklus eksplorasi mineral berbayar Dana Reklamasi
c. Siklus eksplorasi kekayaan laut – Transhipment
d. Siklus eksplorasi Gas, Minyak, Pangan.

Pic By : Cartoonstock.com

Rapat Pimpinan Unit Usaha, Jum'at 8 April 2016.Membahas pinjaman Unit Usaha kepada LKMA. Insya Allah Senin 11 April 2016...
08/04/2016

Rapat Pimpinan Unit Usaha, Jum'at 8 April 2016.
Membahas pinjaman Unit Usaha kepada LKMA. Insya Allah Senin 11 April 2016 meeting Unit Usaha Daging sekaligus pembelian stok daging ayam ke suplier

DARI GERAKAN SOSIAL MENUJU USAHA PROFESIONALKondisi perekonomian Indonesia saat ini ibarat anak ayam mati di lumbung pad...
05/04/2016

DARI GERAKAN SOSIAL MENUJU USAHA PROFESIONAL

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini ibarat anak ayam mati di lumbung padi. Di tengah keberlimpahan sumber daya alam, telah terjadi kesenjangan ekonomi yang semakin melebar selama 10 tahun terakhir. Hal ini tercermin pada indeks gini nasional 2013 yang mencapai 0,413. Beberapa Provinsi malah memiliki indeks gini di atas angka nasional. Papua tercatat sebagai provinsi dengan rasio gini tertinggi, yakni 0,442, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta (0,439), Gorontalo (0,437), dan DKI Jakarta dengan rasio gini 0,433 (Litbang Kompas, Kompas, 4 April 2014).

Sungguh ironi, setelah 71 tahun merdeka, kemiskinan masih menjadi gambaran kehidupan bagi sebagian besar penduduk negeri ini. Dalam sepuluh tahun terakhir sejak krisis ekonomi 1998, jumlah orang miskin rata-rata bertengger di atas 35 juta orang, atau dalam prosentase lebih dari 15%, atau sekitar satu dari enam penduduk Indonesia adalah miskin. Apalagi bila garis batas kemiskinan dipakai batas kemiskinan Bank Dunia, maka jumlah orang miskin di Indonesia menjadi sangat fenomenal.

Petani yang menduduki prosentase 60% lebih dari penduduk Indonesia saat ini merupakan kaum miskin dengan kondisi pemilikan dan penguasaan lahan yang sempit yaitu rata-rata hanya memiliki 0.25 hektar per keluarga. Dengan keterbatasan lahan tersebut tanpa ditopang dengan keberpihakan pada petani, maka para petani akan terjebak pada kemiskinan struktural. Dari kakeknya sampai cucunya tetap saja buruh cangkul. Padahal pertanian merupakan tempat bernaung dua pertiga masyarakat termiskin di Indonesia. Sepertiga lainnya adalah petani yang terpaksa tercerabut dari desa dan sektor pertanian. Berdasarkan Sensus Pertanian 2013, sebanyak 5,1 juta keluarga tani tercerabut dari sektor pertanian sejak 2003. Alih-alih bekerja di sektor formal di kota, mereka bekerja di sektor informal. Banyak diantara mereka yang akhirnya menjadi kaum miskin kota.

Padahal ketersediaan pangan pengisi lambung anak bangsa ini berasal dari pertanian. Bahkan kedaulatan NKRI juga bergantung pada kedaulatan pangan yang berasal dari ertanian. Oleh karena itu kita harus menunjukkan dukungan, rasa terimakasih dan perlindungan pada kaum tani. Rasa terimakasih ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Sebagaimana sebuah hadits :
“ Barangsiapa tidak pandai berterima kasih pada manusia,
dia bukanlah orang yang bersyukur kepada Allah SWT ”.

Ideologi mendukung, berterimakasih dan melakukan pembelaan terhadap kaum tani serta kedaulatan pangan inilah yang menjadi landasan penamaan Koperasi Tani Sejahtera Indonesia.


Lemahnya kebijakan industrialisasi termasuk penyebab kesenjangan ekonomi di negera kita. Pasca krisis 1998, terutama enam tahun terakhir tidak ada kebijakan industrialisasi berbasis sumber daya alam, termasuk yang berbasis pertanian. Keroposnya sektor industri ini ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) yang terus merosot selama lima tahun terakhir. Pada 2009, kontribusinya 27 persen, tetapi pada 2013 kontribusinya 23 persen. Padahal, kebijakan industrialisasi adalah jantung persoalan ketimpangan ekonomi dan ketenagakerjaan. Setinggi apapun pertumbuhan ekonomi, jika sektor industri yang menyerap banyak tenaga kerja tidak dibangun, justru akan memperparah kesenjangan ekonomi.

Koperasi Tani Sejahtera Indonesia meyakini bahwa kepemilikan industri menjadi kata kunci penting. Koperasi adalah lembaga yang tepat dalam memberikan kesempatan kepada anak bangsa yang belum memiliki kekuatan modal, untuk ikut bersama memiliki industri di negerinya sendiri. Kepemilikan industri ini akan memberikan kesempatan pada rakyat Indonesia untuk dapat mencicipi margin keuntungan industri dari hulu sampai ke hilir. Hal ini tentu saja berlawanan dengan prinsip kapitalisme, dimana para pemilik modal tidak memberikan kesempatan kepada kaum lemah (dhuafa) untuk duduk bersama menjadi pemilik industri, dan hanya menjadikan kaum lemah sebagai buruh sahaja. Keengganan berkoperasi diperparah dengan paradigma negatif di tengah masyarakat tentang Koperasi yaitu ; usaha gurem, tidak professional dan tidak memiliki akuntabilitas baik.

Semangat utama kepemilikan industri secara bersama antara pemilik modal dan kaum lemah (dhuafa) melalui Koperasi merupakan ideologi perjuangan Koperasi Tani Sejahtera Indonesia dalam mempercepat datangnya pertolongan Allah SWT pada kondisi silang sengkarut perekonomian Indonesia pada saat ini. Sebagaimana Al-Qur’an telah menyatakan bahwa kita diperintahkan untuk berbuat baik terhadap para Dhuafa. “Dan berbuat baiklah kepada Ibu, Bapak, Kerabat, serta Anak-anak Yatim dan Orang-orang Dhuafa (Q.S. Al-Baqarah : 83). Serta hadits :

Dari Abu Darda, berkata ; “ Aku pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda ;

“ Carilah aku di tengah-tengah orang-orang dhuafa. Sesungguhnya kalian diberi rezeki dan pertolongan lantaran adanya orang-orang dhuafa di antara kalian. “ (Riwayat Ashhabus Sunan)

Membangun peradaban ekonomi dengan melibatkan para dhuafa ( dalam hal ilmu, modal, skill, pengalaman, dan budaya) tentu saja bukanlah hal yang mudah. Diperlukan konsolidasi dan edukasi yang rutin, masiv dan berkesinambungan dalam membangun peradaban anggota Koperasi Tani Sejahtera Indonesia. Edukasi dan Konsolidasi dilakukan dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan Anggota kader pimpinan setiap hari Jum’at, dan edukasi rutin pekanan untuk Anggota melalui MASTER (Majelis Ta’lim Ekonomi Terpadu).


Pertemuan demi pertemuan edukasi melalui MASTER mengantarkan Anggota kepada 7 Prinsip Koperasi (seuai dengan undang-undang nomor 25 Tahun 1992 Pasal 5). Penguatan Edukasi ini akan membangun kesadaran pada semua Anggota KTSI untuk kembali kepada semangat original GERAKAN KOPERASI. Yaitu bertumpu pada kekuatan Anggota untuk;
1. Saling menolong dan bergotong royong (Self Help).
2. Saling bertanggung jawab dan memikul beban bersama (Self Responsibility).
3. Serta saling mengatur dan menata (Self Governance).

Dalam perjalanannya sebuah GERAKAN KOPERASI seringkali terkulai di tengah jalan disebabkan oleh semakin melemahnya daya dukung anggota Koperasi. Konsolidasi, edukasi dan pendampingan rutin serta berkesinambungan pada setiap anggota Koperasi merupakan syarat mutlak untuk membangun GERAKAN KOPERASI. Untuk konsolidasi, edukasi dan pendampingan rutin serta berkesinambungan membutuhkan dana operasional yang tidak sedikit. Dana Pada tahap awal, dana operasional konsolidasi, edukasi dan pendampingan rutin serta berkesinambungan pada setiap anggota, tidak boleh menggunakan dana investasi dan simpanan anggota Koperasi, apalagi jika anggotanya mayoritas para dhuafa. Diperlukan back up agar GERAKAN KOPERASI tidak terkulai ditengah jalan lalu mati premature. Hal inilah yang seringkali menjadi alasan khalayak banyak lebih memilih bisnis KORPORASI daripada berhadapan dengan resiko membangun GERAKAN KOPERASI.

Dalam melaksanakan konsolidasi, edukasi dan pendampingan rutin serta berkesinambungan pada setiap anggotanya, KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA membangun sinergi kerjasama dengan kekuatan BAITULMAAL. Bentuk back up BAITULMAAL dalam konsolidasi, edukasi dan pendampingan rutin anggota KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA berupa ; dana beasiswa untuk mahasiswa pendamping, bantuan kesehatan untuk anggota, bantuan kepemilikan saham, bantuan pangan dan bantuan perumahan. Dana sosial yang menjadi back up tersebut menjadi nilai jual Koperasi dan berdampak pada menguatnya kohesivitas Anggota dan daya dukung Anggota terhadap GERAKAN KOPERASI. Dengan demikian maka dana komersial KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA yang berasal dari investasi dan simpanan para anggota tetap aman, karena back up BAITULMAAL. Lembaga BAITULMAAL yang selama ini telah banyak memback up adalah YAYASAN TA’AWUN KEMANUSIAAN.

Kami sebagai pengurus KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena belum optimal dalam pencapaian usaha bersama yang diharapkan berdampak secara signifikan. Hal ini karena masih dalam taraf konsolidasi. Baru menjelang akhir 2015 dan awal 2016 KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA baru melakukan standarisasi pembukuan keuangan serta format RAT (Rapat Anggota Tahunan) sesuai dengan arahan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor. Sehingga baru pada tahun ini KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA melaksanakan RAT mengacu pada standar. Demikian p**a baru pada RAT tahun ini dibuat Rencana Kerja KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA untuk tahun buku 2016.

Besar harapan kami, RAT tahun ini bisa menjadi titik tolak untuk akselerasi dan kemajuan KOPERASI TANI SEJAHTERA INDONESIA menjadi lebih baik pada masa mendatang. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung segala aktivitas kepengurusan. Semoga Allah SWT membalas dengan yang lebih baik. Aamiin.

Bogor, 28 Februari 2016
Koperasi Tani Sejahtera Indonesia

Nuruzzaman
Ketua

Gambar (dari kiri ke kanan):

Ibu Neneng Jamilah (Ketua MASTER Baiturrahman), Ibu Iat (Ketua MASTER Nisa), Ibu Tumbuh (Ketua MASTER Manggis), Bapak Nuruzzaman (Ketua KTSI), Bapak Hasbi (Ketua MASTER Tazkia), Ibu Pipit (Bendahara KTSI), Bapak Fajar (Sekretaris KTSI)

Address

Jalan Sukasari 2 No. 2
Bogor
16152

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

0251-8295207

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koperasi Tani Sejahtera Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Koperasi Tani Sejahtera Indonesia:

Share