19/07/2026
Pertandingan Settingan.
Pertandingan perebutan juara ketiga di Piala Dunia sudah saatnya dipertimbangkan untuk dihapus. Bagi sebagian besar pemain, pelatih, dan suporter, laga ini tidak lagi memiliki makna sebesar pertandingan final. Setelah gagal di semifinal, target utama menjadi juara dunia telah sirna, sehingga pertandingan perebutan posisi ketiga sering kali kehilangan atmosfer kompetitif yang sesungguhnya. Bahkan beberapa pelatih mengakui bahwa para pemain lebih ingin pulang daripada memainkan laga hiburan tersebut.
Dari sisi fisik, pertandingan tambahan juga menambah risiko cedera bagi para pemain yang telah menjalani jadwal padat sepanjang turnamen. Banyak pemain tampil dalam kondisi kelelahan, sementara sebagian klub berharap para pemainnya segera kembali dalam kondisi bugar untuk menghadapi musim kompetisi berikutnya.
Selain itu, juara ketiga jarang dikenang dalam sejarah. Publik akan selalu mengingat siapa yang menjadi juara dunia, sedangkan tim peringkat ketiga hanya menjadi catatan statistik. Hal ini membuat motivasi kedua tim sering kali tidak sebesar ketika berlaga di semifinal maupun final.
Memang, FIFA masih mempertahankan laga ini karena memiliki nilai sejarah dan peluang mendapatkan uang lebih banyak, memberikan peringkat resmi, peluang mengejar penghargaan individu seperti Sepatu Emas, serta perbedaan hadiah uang. Namun, manfaat tersebut dinilai belum cukup untuk mengimbangi beban fisik dan mental yang harus ditanggung para pemain.