17/09/2022
Surat Terbuka
Kepada
Yth. Ibu Mukhsonah
Istri Bapak Waluyo
Assalamu alaikum wr wb
selamat sore ibu yg saya hormati..
Sebelumnya saya memohon maaf apabila nanti ada kata kata saya yang menyinggung perasaan ibu.
Ibu...
Dipertengahan tahun 2019 kami mendapatkan sebuah harapan baru berupa terpilihnya bapak waluyo sebagai kepala desa Cilongok,harapan semua warga cilongok bisa dibawa maju kedepan sebagai contoh desa desa lain dikecamatan cilongok.
Diawal kami menaruh kepercayaan yg sangat tinggi kepada beliau,walaupun banyak yg sudah mengetahui karakter dan tabiat beliau yg jauh dr cerminan seorang pemimpin namun karena disebelah beliau ada sosok ibu Mukhsonah yg nota bene seorang terhormat terpelajar dan lebih lagi seorang pendidik maka suara miringpun bisa disingkirkan.
Perlahan sifat dan kelakuan beliau sudah terlihat aslinya,namun kami masih tetap sabar karena lagi lagi memandang ibu mukh yg kami hormati.
Ada banyak hal yg tidak pas dilakukan oleh seorang kades,namun kami tidak bisa serta merta bertindak dan pasti tidak banyak juga yg bisa diketahui oleh panjenengan.
Mulai awal 2020 dimana kasus bansos yg mulai hangat disitu terlihat ketidakmampuan beliau untuk menyelesaikan masalah perangkat yg bermain bansos,malah terlihat ada dukungan beliau atau seperti pembiaran terhadap kelakuan perangkat tersebut walaupun ahirnya perangkat ybs mengundurkan diri.
setelah perangkat tsb mengundurkan diri mulailah muncul kebiasaan aneh beliau yaitu hutang sana hutang sini tidak memandang siapa yg ditembungi.
Apakah ibu tahu soal ini?
Sampai hari ini masih ada yg belum diselesaikan walaupun sdh pernah ditegur BPD Cilongok dan sdh membuat surat pernyataan.
Bersamaan dengan kabar utang sana utang sini ternyata ada fakta bahwa beliau adalah penghobi togel,sdh banyal bukti yg warga cilongok punya namun tidak serta merta melaporkan kepada pihak berwajib karena alasan malu jika desa kita tercemar.
Ada cerita rasis dan pengancaman kepada pemilik toko yg seorang keturunan china,namun apa yg kami ambil juga masih "ndeleng panjenengan bu mukhsonah" kami tidak mau menyakiti hati ibu dan keluarga ibu.
Eh selang 5 bulan dr kejadian diatas malah muncul permasalahan terbaru yang sangat membuat warga terpukul dan malu,dan disaat itu ibu justru pasang badan sepertinya tahu segalanya tentang kejadian sesungguhnya..
ibu....
kami sudah tahu kejadian sebenarnya...
jauh dari apa yg ibu sampaikan pada kami...
sudah cukup sampai disini kebohongan yg ibu lakukan..
stop!!!
apa yg dirasakan murid murid ibu yg mungkin sudah ribuan jumlahnya ketika tahu ibu guru berbohong demi sebuah kekuasaan?
stop!!!
jangan dilanjutkan...
Legowo untuk mundur itu sebuah tindakan kesatria..
jangan menunggu badai wirang menabrak dan menggulung ibu dan keluarga,kasihan anak anak dan keluarga yg lain... 🙏
sebuah jabatan itu amanah bu...
kalau sudah tidak bisa menjaga amanah itu maka lebih baik diserahkan kewarga kembali...
Ini bukan masalah Like atau dislike namun lebih ke puas dan tidak puas ....
sudah diberi kesempatan separuh masa jabatan harusnya bersyukur,jangan sampai disisa separuhnya hanya menjadi bahan kemudorotan bagi ibu bapak dan para warga cilongok 🙏🙏
Ada pepatah yang mengatakan
" sebaik baik perintah adalah contoh"
nah kalau apa yg sdh bapak waluyo lakukan itu dicontoh oleh semua warga maka akan jadi apa desa kita bu??
tolong renungkan bu....
saya yakin ibu tahu apa yg terbaik buat ibu sekeluarga dan juga buat warga cilongok,hilangkan ego demi jabatan yg masih menyelimuti....
mohon buka surat albaqoroh ayat 195
semoga hati ibu mantap dalam mengambil keputusan demi kebaikan semua...
Semoga Alloh senantiasa melindungi kita aamiin...
ditunggu kabar baik surat pengunduran diri bapak waluyo,...
🙏🙏🙏