Jual Buku Kembali Ke Titik Nol

  • Home
  • Jual Buku Kembali Ke Titik Nol

Jual Buku Kembali Ke Titik Nol TIM RESMI PENJUALAN BUKU KEMBALI KE TITIK NOL
ADMIN 081287527777 PIN BBM 7EB21771

By shoes...Nothing tears , giving up to Allah3 Feb 2025
03/02/2025

By shoes...

Nothing tears , giving up to Allah

3 Feb 2025

Dua buku ini motivasi saya buat semangat 'move on'Kami bener-bener memulai dari nol.Tinggal di daerah, sepi dan buka war...
08/06/2016

Dua buku ini motivasi saya buat semangat 'move on'

Kami bener-bener memulai dari nol.

Tinggal di daerah, sepi dan buka warung.

Modalnya saya kumpulkan dari jualan online abaca, buku kain dan buku bisnis.

Sempat ada yang menawarkan kredit ringan dari salah satu bank pemerintah. Tapi pak su ga setuju.

Takut ga bisa bayar..., maklum kami bukan orang kantoran yang gajinya dijamin ada tiap bulan.

Jadi ya mencoba menunda kesenangan dulu

Tapi saya tahu kemudian yang buat laris warung saya.

Ada es mambo aneka rasa buatan saya harga seribu. Hahahaha.

Pas buka puasa nanti mampir deh...👍

Happy Ramadhan..Waktu yang tepat untuk move on alias hijrah 👍.Ayo bekali diri dengan ilmu.Sequel buku ini pas banget bua...
07/06/2016

Happy Ramadhan..

Waktu yang tepat untuk move on alias hijrah 👍.

Ayo bekali diri dengan ilmu.

Sequel buku ini pas banget buat menemani hari-hari mu sekarang.

Saya sudah baca. Ga rugi saya punya dan sekarang jadi pemasar bukunya juga. Xixixixi

Promo keren harga Ramadhan. Beli langsung di Jogist juga segitu.

*belum ongkir ya

REJEKI "BERKAH" DARI PARKIRAN.. Hari ini saya ada undangan sebagai pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba di Jak...
01/06/2016

REJEKI "BERKAH" DARI PARKIRAN..

Hari ini saya ada undangan sebagai pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba di Jakarta, seperti biasa saya selalu PP gak pernah menginap, berangkat pagi pulang sore, atau berangkat siang pulang malam.

Sengaja saya bawa mobil dan saya tinggal di Bandara Adi Sucipto Jogja, saya parkir di parkiran VIP sebelah timur biar kalau pas pulang tidak perlu ke sebelah utara rel. Di parkiran ini tidak ada papan pengumuman bahwa parkir dibatasi jam, penjaganya pun masih manual. Tidak ada mesin parkir yang mendata berapa jam lamanya parkir.

Saya ingat kalo mobil menginap bisa di parkiran sebelah utara bandara, semalam 30 ribu. Saya pernah 3 hari meninggalkan mobil disana membayar 90 ribu. Akadnya jelas di depan, sepakat dan saling menyetujui ketika kunci saya tinggal. Salaman...

Malam ini Citilink dari Halim delay, jam 21.30 baru landing di Jogja. Sisa-sisa penumpang dari beberapa pesawat terakhir masih riuh rendah di pintu kedatangan. Saya langsung menuju parkiran VIP untuk mengambil mobil saya yang sejak siang tadi saya parkir disana.

Ketika mobil saya hidupkan, kaca diketuk oleh petugas parkir berkacamata memakai seragam coklat.. Begini dialog saya dengannya.

"Mas, ini parkirnya sejak siang yaaa.." Dia bertanya

"Oh iya mas, berapa ongkos parkirnya?"

"Seratus ribu saja mas.." Katanya sambil menyerahkan karcis parkir berwarna hijau, saya amati sejenak. Tercetak disana parkir VIP 10.000, ditumpuk dengan cap parkir VIP 30.000, tidak ada keterangan berapa batasan lama parkirnya, dendanya, dan lain-lainnya. Sambil menyerahkan uang 100 ribu kepadanya sambil iseng saya bertanya..

"Nyuwun ngapunten mas, tarif 100 ribu itu resmi bukan ya? Kok gak ada tulisannya disini.. Bisa ditawar 50.000 saja ya? atau ini harga ilegal mas?"

"Laaah itu mas ada tulisannya" sambil menunjuk keluar ke arah yang gak jelas, saya celingak-celinguk mencari tulisan yang ditunjukkannya... Gak nemu..

"Kalo ilegal nanti malah jadi rejeki gak berkah lho mas" kata saya lagi..

Mendengar kata "gak berkah" ekspresi wajahnya berubah, tiba-tiba dia memberikan kembalian uang 70.000 kepada saya sambil berkata..

"Pun mas monggo, daripada gak berkah!" Dengan nada mengayun yang terkesan kecewa..

Duuuh.. Gantian saya yang gak enak hati, maksud hati hanya bertanya kok langsung nembaknya kena. Mobil saya mundurkan, terus menuju pintu keluar. Petugas itu sudah berdiri di depan sana. Saya buka kaca jendela, saya ulurkan lagi uang 70.000 itu kepadanya..

"Monggo mas, ini diambil saja.."

"Pun mas, mboten mas mboten! Nanti malah gak berkah.." Jawabnya..

Sepanjang jalan saya mikir, antara salah dan tidak, saya mengikuti aturan yang tertera di karcis, namun membuat kecewa penjaga parkir yang harusnya malam ini dapet sabetan lebih..

Entah berapa banyak orang diposisi saya, ketika berhadapan dengan orang yang butuh uang, namun kepentok dengan istilah haram dan halal, berkah dan gak berkah..

Ada kawan saya yang menolak bonus sebuah mobil baru cash dari mitra kerjanya, asal mau membuatkan nota fiktif pengiriman kain batik berton-ton jumlahnya, agar dapat cair pinjaman dari bank.

Ada kawan lain yang membatalkan proyek pemerintah karena bagian yang memberikan tender minta jatah 20% dimuka.

Ada lagi yang menolak uang panas 1,2 Milyar dari satu BUMN yang bekerja sama dengan perusahaannya, asal mau mark up harga.. Dia membatalkan gara-gara istrinya cukup melarang dengan kata sederhana.. "Pah, uang begituan jangan dibawa pulang ke rumah ya.. kasihan anak-anak makan dari uang begituan" klakep! Proyek itu ditolaknya, uang 1,2 Milyar tak pernah dimilikinya.

Apalagi sekarang komunitas-komunitas pengusaha sedang bareng-bareng membersihkan dari jeratan riba, setiap mengajak untuk berhijrah kawan, saudara, teman untuk ikutan biasanya malah dibully dan dijauhi, dianggap sok suci, bahkan ada yang dicaci maki..

Karcis parkir dari Bandara itu saya simpan, untuk kenang-kenangan atas kelancangan saya yang sok suci..

Salam,

SIAPA ITU SAPTUARI?Untuk yang sudah baca ‘Kembali ke Titik Nol’ pasti sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Atau,...
01/05/2016

SIAPA ITU SAPTUARI?

Untuk yang sudah baca ‘Kembali ke Titik Nol’ pasti sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Atau, jika Anda pernah membuat souvenir ke Kedai Digital, nah, Mas Saptuari inilah pendiri Kedai Digital yang cabangnya sudah ada dimana mana.

Mungkin sebagian dari Anda heran, kenapa pengusaha sukses seperti Mas Saptuari malah menulis buku tentang riba? Apa hubunganya Mas Saptuari dengan riba?

Ternyata Mas Saptuari sendiri mempunyai pengalaman pahit yang melibatkan riba dalam usahanya. Siapa sangka saat masa terburuk Mas Saptuari dalam bisnisnya disebabkan karena beliau dulu tergoda dengan uang riba. Dengan meminjam uang bank, berniat untuk mengembangkan bisnisnya.

Ternyata yang di dapat adalah teguran dan teguran dari Allah secara berurutan hingga Mas Saptuari ini benar benar ada di titik nol.

Dan dari situ, Mas Saptuari bertekad untuk memerangi riba, hingga sekarang.

Jadi jangan heran jika tulisanya bikin hati terenyuh dan sangat menyentuh di hati karena apa yang telah ia tulis adalah pengalamannya sendiri dalam melawan riba dan dia pun berhasil keluar dari jeratan riba.

Dan melalui tulisanya, ia ingin mengajak para pengusaha yang masih dalam jeratan riba untuk segera keluar dari lubang setan tersebut.

Siapa di sini yang sudah kenal dengan Mas Saptuari?

APAKAH KAMU SIAP MEMBACA KISAH-KISAH NYATA MENGGETARKAN HATI LAGI?Tangan kanan MENGEPAL: mendobrak semua ketakutan, meng...
29/04/2016

APAKAH KAMU SIAP MEMBACA KISAH-KISAH NYATA MENGGETARKAN HATI LAGI?

Tangan kanan MENGEPAL: mendobrak semua ketakutan, menghancurkan kengeyelan, mematahkan ego ketika berhadapan dengan hukum-hukum Allah!

Tangan kiri TERBUKA: ketika hati telah pasrah dan tahluk pada aturan Allah, keajaiban-keajaiban muncul satu persatu menghadirkan solusi dari jalan yang tidak terduga-duga.

ADA APA INI?
Tunggu tanggal 4 Mei!

{ COMING SOON}Sekuel kedua dari buku Best Seller "KEMBALI KE TITIK NOL"Setelah sukses terjual lebih dari 15.000 eksempla...
29/04/2016

{ COMING SOON}

Sekuel kedua dari buku Best Seller "KEMBALI KE TITIK NOL"
Setelah sukses terjual lebih dari 15.000 eksemplar & banyak menginspirasi orang untuk lepas dari jeratan riba

Segera dibuka Pre Order buku terbaru mas Saptuari Sugiharto yang akan launching 4 Mei 2016.
"Kisah-Kisah Menggetarkan Hati Para Pengusaha Yang Mengejar Taubat"

Ketika Berani Jadi Milyader sudah terlalu biasa…
Karena orang yang paling beruntung di dunia bukan yang uangnya paling banyak,
Tapi orang yang pernah berbuat banyak dosa dan masih diberi kesempatan Allah untuk bertaubat..
Sebelum kematian menjemput kapan saja
Tanpa menunggu tua…

Siap2 bakal netes lagi baca bukunya... T_T
Join event launchingnya, ya...

Bagaimana cara Pre ordernya??
Kirim :
SMS/WA/Telegram ke 081287527777

TAUBAT..!!Ketika Berani Jadi Milyader sudah terlalu biasa…Saatnya Berani Jadi Taubater!Karena orang yang paling beruntun...
29/04/2016

TAUBAT..!!

Ketika Berani Jadi Milyader sudah terlalu biasa…
Saatnya Berani Jadi Taubater!
Karena orang yang paling beruntung di dunia bukan yang uangnya paling banyak,
Tapi orang yang pernah berbuat banyak dosa dan masih diberi kesempatan Allah untuk bertaubat..
Sebelum kematian menjemput kapan saja
Tanpa menunggu tua…

Siap-siap Lauching buku terbaru Mas Saptuari Sugiharto
"BERANI JADI TAUBATERS"
Kisah-kisah Menggetarkan Hati Para Pengusaha yang Mengejar Taubat

Pre Order dimulai tanggal 4 Mei - 11 Mei
Harga Normal : 127.000
Harga PO : 97.000

Yuk taubat bareng-bareng
Jujur, Saya sendiri baca naskah buku BJT sampai merinding
Semoga kita semua bisa jadi pengusaha yg senantiasa selalu taubat & diberi keberkahan

BUKU INI SUDAH MEMBUAT GELISAH RIBUAN ORANG, DAN KAMU BELUM KEBAGIAN?"Lebay aah mas!"Eeeh benerr... Tiap hari testimoni ...
22/04/2016

BUKU INI SUDAH MEMBUAT GELISAH RIBUAN ORANG, DAN KAMU BELUM KEBAGIAN?

"Lebay aah mas!"
Eeeh benerr... Tiap hari testimoni masuk terus, sampai gak sempet saya capture semua. Ini baru 32 capturan yang saya posting lho.. Pembaca itu juri yang adil, kalau jelek ya bilang jelek, kalo bikin mewek ya bakal cerita kalau mereka mewek.. Hehe

Alhamdulillah.. Ini pertanda banyak orang yang selama ini gelisah, tapi tidak berani berubah. Dengan adanya buku KEMBALI KE TITIK NOL, jadi makin gelisah.. Tapi gelisah yang menampar! Ternyata diluar sana buaaaaanyaaak kawannya... Orang-orang yang terjebak utang dan riba bertahun-tahun tanpa tahun kapan ujungnya!

Capek...
Lelah...
Maraaah...
Ingin berontaaak!!
Dan teriaaak.. Bebaasss!! Bebass utaang!!

Semua kisah di buku ini adalah 100% kisah nyata, mengharu biru, dan memantik semangat yang menggebu-nggebu!
Cocok juga jadi hadiah buat THE NGEYELERS.. Orang-orang ngeyel, bandel, yang gak mempan dengan semua nasehat..
HIDAYAH ITU HAKNYA ALLAH.. tapi kita yang ada di sekelilingnya wajib mensyiarkan kebaikan, agar kawan-kawan kita tidak terjerumus makin dalam..

Tebuss buku fenomenal ini di Investasi Ilmu bookstore ⇨ 081287527777 via SMS & WA
Harga 129.000 *belum ongkir

Buku kami kirimkan ke rumahmu!

Ijin copas naskah mas Saptiari !!!Tulisan njenengan sangat menginspirasi !! :)------------------------------------------...
17/04/2016

Ijin copas naskah mas Saptiari !!!
Tulisan njenengan sangat menginspirasi !! :)

----------------------------------------------------------------------------

TRANSAKSI LANGIT, BERANI COBA? RASAKAN BEDANYA!

Kita hidup di dunia kapitalis, semua hal harus bernilai uang. Ketika kita mengeluarkan uang, kita pun berharap mendapatkan ganti produk terbaik, pelayanan terbaik, hasil terbaik... Jika enggak dapat yang terbaik, maka kita dengan mudahnya kita komplain, mencaci maki penjual, mencela pelayanan, kalo perlu bikin heboh di media sosial..

Kalo kita beli produk di Supermarket besar, maka kita dengan mudahnya setuju dengan harga yang ditawarkan. Gak perlu lah nawar, bikin malu.. Emang kita orang susah!

Pokoknya beli produk ini itu.. Bayarrr!! Gak punya duit cash? Kartu kredit dimainkan! Urusan nyicil belakangan.. Urusan dosa riba au ah gelap gak urusan!

Semua diskonan kita kejar, semua tawaran cicilan kita iyakan, merasa punya uang padahal kartu utangan..
Kita terjerembab dalam jebakan kapitalis, setiap ribuan uang yang dikeluarkan adalah poin-poin yang dikumpulkan yang besok akan kita tuker dengan panci dan termos bonus pembelian..

Kita adalah raja komplain! Sekali kembalian kurang di minimarket 5 ribu saja kita akan langsung memfoto struknya, lalu upload di semua sosial media, tambahi dengan caci maki agar heboh disana-sini, sukur-sukuuur besok dapat kompensasi..
Semua harus kembali dalam hitungan uang.. Sistem Kapitalis yang melenakan dan gak sadar menyempitkan hati kita ketika memandang nilai dan harga..

Cobalah sekarang, lupakan semua transaksi kapitalis yang memuakkan! Transaksi yang harus menguntungkan, mulailah menegakkan kepala, menengok ke kiri dan kanan, melepaskan sejauh mata memandang...

Lihatlah itu,
Mbah Atmo Slamet, usianya sudah 90 tahun masih mengayuh becak tua dengan dagangan sapu ijuk, sapu lidi dan arang. Kulitnya kotor menghitam, bajunya lusuh penuh lipatan.

Tebak berapa harga satu buah sapunya?
15 ribu!!
Salaaah...
20 ribu!!
Salaah...
25 ribu!!
Salaaaaah... aah!

Hei kawan, satu buah sapunya dijual 6.000 saja, dijajakan dengan becak dari wilayah Dlingo yang berjarak 28 kilometer dari pusat kota Jogja. Lihat foto itu, jika semua sapu itu laku, dia akan mendapatkan uang 90.000, dan itu baru harga jual belum dikurang modal. Jika satu sapu dia mendapat untung 1000, maka dia mendapatkan 15.000 sehari, itupun dengan catatan semua sapunya laku hari itu..

Lihatlah sekelilingmu, ada buanyaaaak sekali mbah Atmo Slamet yang menjelma dengan banyak rupa..

Datangi mereka wahai kawanku, tundukkan badanmu, rendahkan hatimu..

Bertransaksilah dengan mereka langsung disaksikan langit..
Lupakan kualitas produk..
Lupakan soal cicilan dan harga promosi..
Lupakan soal layanan purna jual..
Bayarlah cash! Langsung dari dompetmu..
Ambilah satu-dua dagangannya, bayarlah 10-20-30 kali lipat dari harganya..
Rasakan dahsyatnya ketika wajah tua itu memandangmu dengan mulut gemetar, bulir air mata yang tiba-tiba mengembang, lalu doa-doa yang terucap ditumpahkan untuk dirimu..

Jangan salahkan aku, ketika moment itu membuat air matamu ikut mengembang, hatimu tergetar oleh rasa bahagia yang aneh dan belum pernah ada sebelumnya..

Lalu engkau melangkah pergi dengan hati yang puassss tak tertandingi...
Mengalahkan rasa puas usai disapa kasir cantik di supermarket yang baunya wangi..

"Segala sesuatu yang meragukan, maka tinggalkan lah.."10 tahun yang lalu, hampir saja saya terjerat riba...1 tahun yang ...
16/04/2016

"Segala sesuatu yang meragukan, maka tinggalkan lah.."

10 tahun yang lalu, hampir saja saya terjerat riba...
1 tahun yang lalu, juga hampir saja terjerat riba...

Saya ràgu kala itu...
Tapi Alloh mulai membimbing saya...
Maka saya tinggalkan...

Saat itu, saya bergabung dalam sebuah tim bisnis internasional...dan butuh modal besar untuk bisa dapat cash keuntungan 30%-35%...

"Modal dari mana...?" pikirku bimbang 😯

"Gampanglah Mba....pengajuan KK kan mudah...ambil dengan bunga ringan...nanti bayar dari hasil penjualan produk ...😊. Produk kita berkualitas, mudah deh untuk dijualnya. Percaya deh" saran leaderku saat itu.

Percaya gundulmu...!!😨

Yaaa...kalau aku bisa cepat ngejualnya...
Yaaa...kalau umurku bisa nyampe buat nglunasin hutang
Yaaa...yaaaa...yaaa...*keraguanku.

Aku ragu...maka kutinggalkan semuanya, termasuk bisnisnya.
Kalau aku butuh produknya...ya tinggal beli saja. Mudah toh.

Salam bebas riba !!

*tulisan ini saya copas dari catatan mas Saptuari yang ditulis langsung oleh Mas Arief BudimanPERBAIKI JADWAL SHOLATMU, ...
16/04/2016

*tulisan ini saya copas dari catatan mas Saptuari yang ditulis langsung oleh Mas Arief Budiman

PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU..

Dibawah ini adalah tulisan dari kisah nyata sahabat saya mas Arief Budiman, CEOnya Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku Tuhan Sang Penggoda. Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..

Selamat membaca!
👇👇👇👇👇👇

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,"Jadual sholatmu gimana?"

"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

" Sholat dhuhur jam berapa?"

"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

" Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadual hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A,"Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok,. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada hjadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,"O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab,"OK Mas, nanti saya sampaikan."

Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses d**g. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

-M. Arief Budiman

Address

Jl. Sumbing RT008/002 Panggung

52122

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jual Buku Kembali Ke Titik Nol posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Event/venue?

Share