Skema Karbon Nusantara

Skema Karbon Nusantara Skema Karbon Nusantara (SKN) adalah skema standar untuk offsetting emisi gas rumah kaca sesuai SNI ISO 14064

Skema Karbon Nusantara (SKN) adalah program yang memberikan sertifikasi dan registrasi hasil kegiatan penurunan emisi gas rumah kaca sesuai SNI ISO 14064-2. Skema ini dikembangkan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) untuk memfasilitasi perdagangan karbon sukarela di Indonesia.

Mohon waktu maks. 5 menit untuk mengisi survey ini:
20/02/2018

Mohon waktu maks. 5 menit untuk mengisi survey ini:

Survei ini bertujuan untuk mengetahui persepsi publik terhadap pasar karbon. Hasil dari survei ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk pengembangan pasar karbon ke depannya di Indonesia. Survey ini hanya akan mengambil maksimal 5 menit waktu Anda dengan struktur survey yang disesuaikan dengan...

03/03/2015

Dengan terbitnya Perpres No. 16/2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) telah dibubarkan dan tugas/fungsinya kemudian akan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Skema Karbon Nusantara sebagai salah satu inisiatif yang dikembangkan DNPI dengan demikian menunggu pengaturan lebih lanjut dari KLHK terkait pengoperasiannya.

Kami ucapkan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan selama ini pada Skema Karbon Nusantara, mekanisme kredit karbon buatan nasional guna memfasilitasi insentif bagi kegiatan-kegiatan penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Laporan "Updating Indonesia’s Greenhouse GasAbatement Cost Curve" adalah sebagai pembaruan dari k***a biaya penurunan em...
21/01/2015

Laporan "Updating Indonesia’s Greenhouse Gas
Abatement Cost Curve" adalah sebagai pembaruan dari k***a biaya penurunan emisi gas rumah kaca yang dirilis DNPI pada tahun 2009. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia masih mempunyai potensi penurunan emisi dalam jumlah besar dengan biaya yang relatif rendah. Laporan dapat diunduh dari tautan yang terdapat di laman web berikut:
http://dnpi.go.id/portal/id/berita/berita-terbaru/524-updating-indonesia-s-greenhouse-gas-abatement-cost-curve

As Indonesia continues to develop, we now project its total GHG emissions3 to rise to 2.6 Giga tons (Gt)4 CO2e by 2030. In 2010 and 2030, Indonesia’s emissions account for approximately 3 and 4 percent, respectively of global GHG emissions.

United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) bekerjasama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan...
16/07/2014

United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) bekerjasama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Natural Resources Development Center (NRDC) Foundation mengembangkan modul pelatihan yang dimaksudkan untuk para pengambil kebijakan terkait perubahan iklim khususnya yang berbasis kehutanan (REDD+) dalam rangka membangun kesamaan persepsi para stake holder terhadap isu perubahan iklim terkait peran sektor kehutanan, dan perkembangan REDD+ sampai saat ini. Pelatihan ini merupakan kegiatan dari kerjasama UNITAR, DNPI dan NRDC dalam proyek “UN CC:Learn Pilot Project to Strengthen Human Resources, Learning and Skills Development to Address Climate Change”.

Isu perubahan iklim sudah merupakan isu penting dalam dua dekade terakhir dan menjadi bagian kebijakan suatu negara termasuk Indonesia. Kesanggupan secara sukarela Indonesia untuk mengurangi emisi GRK sebesar 26% dengan kemampuan sendiri atau 41% dengan bantuan kerjasama Internasional dari emisi Bus…

Buku ini merangkum informasi mengenai pasar karbon yang saat ini telah beroperasi dan yang sedang atau akan dikembangkan...
03/07/2014

Buku ini merangkum informasi mengenai pasar karbon yang saat ini telah beroperasi dan yang sedang atau akan dikembangkan. Buku ini tidak dimaksudkan menjadi sumber informasi yang rinci namun diharapkan dapat menjadi awal bagi masyarakat luas guna memahami pasar karbon secara lebih mendalam.

Istilah pasar karbon masih asing bagi sebagian besar masyarakat. Kesan pertama yang umumnya muncul saat pertama kali mendengar istilah ini adalah pengertian karbon sebagai arang (charcoal), padahal karbon yang dimaksud adalah karbon dioksida (CO2), salah satu jenis gas rumah kaca yang dapat menyebab…

Carbon markets of the world!Gambar di link ini merangkum pasar karbon yg telah dan akan ada di dunia dan beberapa fiturn...
20/12/2013

Carbon markets of the world!

Gambar di link ini merangkum pasar karbon yg telah dan akan ada di dunia dan beberapa fiturnya.

http://bit.ly/19a9sc3

A User Guide To Emissions Trading in China, September 2013.Lihat bagaimana China mengembangkan pasar karbon domestik sec...
18/10/2013

A User Guide To Emissions Trading in China, September 2013.

Lihat bagaimana China mengembangkan pasar karbon domestik secara total football di laporan ini..

http://www.ieta.org/assets/Reports/ieta_emissionstradinginchinauserguide_sept%202013.pdf

IETA is committed to the development of a wide range of reports, briefs, and policy analyses that add new facts and perspectives to the climate change debate.

09/07/2013

Pembahasan panduan untuk pengembangan proyek berbasis lahan dan validasi/verifikasi proyek dalam SKN telah dimulai 26 Juni 2013 lalu. Lihat laporannya di halaman ini: http://skn.dnpi.go.id/pembahasan-panduan-proyek-berbasis-lahan-dan-validasiverifikasi-dalam-skema-karbon-nusantara/

Pembahasan Panduan Proyek Berbasis Lahan dan Validasi/Verifikasi dalam Skema Karbon Nusantara 9 Juli 2013 | Filed under: BeritaSkema Karbon Nusantara (SKN) sebagai standar karbon domestik diharapkan bisa mengakomodir minat berbagai pihak untuk meng-offset emisi gas rumah kaca (GRK) sekaligus memberi...

Laporan State of Voluntary Carbon Markets 2013 (http://www.forest-trends.org/vcm2013.php), melaporkan bahwa permintaan a...
09/07/2013

Laporan State of Voluntary Carbon Markets 2013 (http://www.forest-trends.org/vcm2013.php), melaporkan bahwa permintaan atas kredit karbon untuk offset sukarela meningkat 6% di tahun 2013. Harga rata-rata mencapai USD 5,9 per ton, jauh di atas harga rata-rata kredit karbon CDM (< USD 1/ton).

Menurut anda, berapakah harga yang pantas untuk kredit karbon dari SKN kelak?

Maneuvering the Mosaic: State of the Voluntary Carbon Markets 2013

07/06/2013

Kesimpulan menarik dari Carbon Market Review edisi Carbon Expo 2013 tentang pasar karbon internasional yg melemah:

Many players have already pulled out of the market or downsized their activities. So what happens in the meantime?

The years ahead hold a threefold challenge: First, to keep the market going with a minimum level of demand so as not to relinquish ideas and expertise.

Second, it is important not just to retain, but to keep on building experience and expertise, and to make it available in suitable form to new market and climate change finance mechanisms.

Third, the mechanisms for the third decade of the millennium must be readied for launch. This requires early piloting. The EU position on the New Market Mechanism calls for a prompt start. The experience from piloting and starting to implement NMMs will strengthen the position for advanced market mechanisms. It will also boost credibility that, given ambitious climate targets, there will be sufficient demand from potential buyer countries.

Address

Jakarta
10110

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Skema Karbon Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Skema Karbon Nusantara:

Share