03/02/2026
Banyak pelari terjebak dalam kondisi Relative Energy Deficiency in Sport (RED-S). Ini adalah kondisi di mana asupan energi kamu tidak cukup untuk menunjang intensitas latihan sekaligus fungsi dasar tubuh.
Apa dampaknya ke tulang?
Ketika tubuh kekurangan energi, metabolisme tulang akan terganggu: pembentukan tulang menurun dan pembongkaran tulang meningkat.
Kepadatan dan struktur mikro tulang melemah, terutama di area tumpuan beban.
Akibatnya, muncul Bone Stress Injury (BSI) yang bisa berkembang menjadi patah tulang stres (stress fracture) yang serius jika tidak ditangani.
Fakta yang harus kamu tahu:
Sekitar 70-80% atlet elit dengan kondisi RED-S mengalami patah tulang stres.
Risiko cedera tulang meningkat hingga 4.5 kali lipat pada pelari dengan gangguan hormonal akibat kurang energi.
Lokasi paling rawan adalah tulang kering (tibia), leher tulang paha (femoral neck), dan tulang kaki (navicular).
Bagaimana cara mencegahnya?
Restorasi Energi: Pastikan asupan kalori sebanding dengan beban latihan kamu.
Nutrisi Tulang: Cukupi asupan kalsium dan Vitamin D setiap hari.
Smart Loading: Hindari kenaikan beban latihan yang terlalu mendadak (abrupt spikes).
Skrining Dini: Jangan abaikan nyeri tulang yang menetap, segera periksakan ke spesialis kedokteran olahraga.
Lari itu investasi kesehatan, jangan sampai “tabungan tulang” kamu ludes karena kurang makan!