14/09/2016
Menurut laporan Global Corruption Barometer yang dikeluarkan Transparency International tahun 2013, korupsi di Indonesia terjadi secara masif dan sistemik. Mulai dari kegiatan-kegiatan pelayanan publik dan keuangan yang dijalankan oleh birokrasi, hingga melingkupi lembaga-lembaga politik dan peradilan. Akibatnya Indonesia menduduki peringkat 88 dari 168 negara, dengan skor 36 yang diukur oleh Corruption Perception Index (CPI) pada tahun 2015 (skala 0-100, 0 untuk negara paling korup dan 100 untuk negara paling bersih). Fenomena korupsi antara lain bersumber dari maraknya konflik kepentingan oleh penyelenggara negara. Sementara itu pengaturan dan pengendalian konflik kepentingan tersebut masih sangat lemah.
Terkait dengan hal di atas, Transparency International (TI) Indonesia bermaksud mengadakan acara “Seminar dan Deklarasi: Pencegahan dan Pengendalian Konflik Kepentingan (PPKK) dalam Upaya Pencegahan Korupsi dan Perluasan Integritas di Indonesia”
Kepada Yth. Rekan-rekan JurnalisDi TempatDengan hormat,Menurut laporan Global Corruption Barometer yang dikeluarkan Transparency International tahun 2013, korupsi di Indonesia terjadi secara masif dan sistemik. Mulai dari kegiatan-kegiatan pelayanan publik dan keuangan yang dijalankan oleh birokrasi...